Djufri Djufri
Biologi Education Department, Syiah Kuala University

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Mapping of Mangrove Crab Breeding Locations in the Coastal District of Aceh Jaya Nurul Hidayat; Asiah Asiah; Wardiah Wardiah; Djufri Djufri; Devi Syafrianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mud crab is an aquatic species that generally lives in the mangrove ecosystem. Aceh Jaya Regency has a mangrove ecosystem as a habitat for various organisms, especially mangrove crabs that need protection from damage and pollution. This study aims to determine the area of mangrove crab breeding sites in Aceh Jaya Regency. This study used observation and interview methods with a qualitative descriptive approach. The data obtained is described descriptively and presented in the form of maps and tables. The results of the study are that mud crab breeding sites are easy to find, with ecosystem environmental quality that supports the growth and breeding of mud crabs which is characterized by the diversity of mangrove species and aquatic species as a supporting factor for mud crab breeding sites.Keywords: mud crab, mangrove ecosystem, breeding siteKepiting bakau merupakan spesies perairan yang umumnya berhabitat dikawasan ekosistem mangrove. Kabupetan Aceh Jaya memiliki ekosistem mangrove sebagai habitat berbagai organisme terutama kepiting bakau yang memerlukan perlindungan dari kerusakkan dan pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kawasan breeding site kepting bakau di Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh diuraikan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk peta dan tabel. Hasil penelitian yaitu kawasan breeding site kepiting bakau mudah ditemukan, dengan kualitas lingkungan ekosistem yang mendukung pertumbuhan dan perkembangbiakan kepiting bakau yang ditandai dengan keberagaman spesies mangrove dan spesies perairan sebagai faktor pendukung breeding site kepiting bakau.Kata kunci: kepiting bakau, ekositem mangrove, breeding site 
Effect Of Combination Of Oleander Leaf Extracts And Neem Leaf On The Mortality Of Golden Snails During 24 Hours Of Treatment Nur Asiah; Supriatno Supriatno; Asiah Asiah; Djufri Djufri; Safrida Safrida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The golden snail is a pest causing rice crop failure. The control of golden snails generally uses pesticides that can cause damage to the environment so that other alternatives are needed that can control the golden snail, namely natural pesticides. This study aims to determine the effect of a combination of oleander leaf extract and neem leaves on the mortality of Keong Mas after 12 hours of treatment. The method used in this research is the experimental method with a completely randomized design (CRD) with a factorial pattern. There were 2 factors in the study, namely factor A (oleander leaf) and factor B (neem leaf) with each having 4 levels so that there were 16 treatment combinations and 3 replications with a total of 48 treatments. The objects used as test animals were golden snails totaling 480. The results of the study after 12 hours of observation, in the N3A3 treatment showed that there was an effect of the combination of oleander leaf extract with neem leaves which caused 30 test animals to die with a mortality rate of 100%. The conclusion from this study is that the combination of oleander leaf extract with neem leaves greatly influences the mortality of the golden snail.Keywords: toxicity, mortality, golden snailKeong mas adalah hama yang dapat menyebabkan kegagalan hasil panen padi. Pengendalian keong mas umumnya menggunakan pestisida kimia yang dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan sehingga dibutuhkan alternatif lain yang dapat mengendalikan keong mas yaitu pestisida alami. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya pengaruh kombinasi ekstrak daun oleander dengan daun mimba terhadap mortalitas Keong Mas setelah 24 jam perlakuan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial. Metode ini memiliki 2 faktor dalam penelitian yaitu faktor A (daun oleander) dan faktor B (daun mimba) dengan masing-masing memiliki 4 taraf sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan dengan jumlah total 48 perlakuan. Objek yang digunakan sebagai hewan uji yaitu keong mas berjumlah 480. Hasil penelitian setelah pengamatan 24 jam, pada perlakuan N3A3 menunjukkan adanya pengaruh kombinasi ekstrak daun oleander dengan daun mimba yang menyebabkan 30 hewan uji mati dengan tingkat mortalitas sebesar 100%. Simpulan dari penelitian ini adalah kombinasi ekstrak daun oleander dengan daun mimba sangat berpengaruh terhadap mortalitas keong mas.Kata kunci: toksisitas, mortalitas, keong mas
Araceae Spesies at Ornamental Plant Sales Points in Banda Aceh City Chairun Nisa; Cut Nurmaliah; Hasanuddin Hasanuddin; Dewi Andayani; Djufri Djufri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Araceae is a plant that is known by the public, cultivated and traded to the people of Indonesia and is widely used as an ornamental plant. This study aims to determine the types of Araceae, and the types of Araceae that are most in demand at the point of sale of ornamental plants in Banda Aceh City. This research was conducted in November 2021. The methods used in this study were observation and interviews. The instruments used in this study were observation sheets and interviews. The data were analyzed descriptively qualitatively, that is, all data and information obtained in the field were collected and supported from relevant literature sources, displayed in tabular form and followed by interviews containing information about the types of Araceae, and the types of Araceae that were most in demand. at the point of sale of ornamental plants in Banda Aceh City. The results of the study found 25 species of Araceae. which consists of 13 genera Araceae, namely Aglaonema, Alocasia, Anthurium, Caladium, Colocasia, Dieffenbachia, Epipremnum, Hemalomena, Monstera, Scindapsus, Spathyphyllum, Syngonium, and Zantedeschia. The most popular Araceae species at the point of sale of ornamental plants in the city of Banda Aceh are Aglaonema with 19% enthusiasts and the least popular Araceae species with 2% interest are Colocasia, Epipremnun, Scindapsus, and Zantedeschia.Keywords: Araceae, Species, Ornamental Plants.Araceae merupakan tanaman yang di kenal oleh masyarakat, dibudidayakan dan diperjual belikan kepada masyarakat Indonesia serta banyak di manfaatkan sebagai tanaman hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis Araceae, dan jenis-jenis Araceae yang paling diminati di tempat penjualan tanaman hias di Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif, yaitu semua data dan informasi diperoleh di lapangan yang terkumpul serta di dukung dari sumber literatur yang relevan ditampilkan dalam bentuk tabel dan dilanjutkan dengan wawancara yang berisi informasi tentang jenis-jenis Araceae, dan jenis-jenis Araceae yang paling diminati. di tempat penjualan tanaman hias di Kota Banda Aceh. Hasil penelitian ditemukan 25 spesies Araceae. yang terdiri dari 13 Genus Araceae yaitu Aglaonema, Alocasia, Anthurium, Caladium, Colocasia, Dieffenbachia, Epipremnum, Hemalomena, Monstera, Scindapsus, Spathyphyllum, Syngonium, dan Zantedeschia. Jenis Araceae yang paling diminati di tempat penjualan tanaman hias di kota Banda Aceh ialah Aglaonema dengan jumlah peminat 19% dan jenis Araceae yang sedikit diminati masyarakat dengan jumlah peminat 2% ialah Colocasia, Epipremnun, Scindapsus, dan Zantedeschia.Kata Kunci: Araceae, Spesies, Tanaman Hias.
Types of Epiphytic Orchids (Orchidaceae) in Coffe plantations in Simpang Teritit Village, Wih Pesam District, Bener Meriah Regency Selvi Ulan Dari; Cut Nurmaliah; Hasanuddin Hasanuddin; Djufri Djufri; Dewi Andayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epiphytic orchids are orchids that live attached to the trunk, branches, or twigs of both living and dead trees. Research on "Types of Epiphytic Orchid Plants (Orchidaceae) in the Coffee Plantation of Simpang Teritit Village, Wih Pesam District, Bener Meriah Regency" has been carried out at the Coffee Plantation of Simpang Teritit Village, Wih Pesam District, Bener Meriah Regency from 27 June 2021 to 15 July 2021. This study aims to determine the types of epiphytic orchids and epiphytic orchid host trees. The method used in this research is the method of transect and checkered line. From the results of the study found 12 genera of orchids, consisting of 14 types of epiphytic orchids, namely; Adenoncos elongata J.J.Sm, Appendicula cornuta Blume, Cymbidium dayanum Ridl, Dendrobium truncatum Lindl, Dendrobium crumenatum Swartz, Eria pilifera Ridl, Liparis cespitosa (Lam.) Lindl., Liparis condylobulbon Rch. ) Lindl, Phreatia plantaginifolia (J.Koenig), Polystachya concreta (Jacq.) Garay H.R.Sweet, Thrixspermum incurvicalcar J.J.Sm and Vanda pumila Hook.f. Furthermore, there are 5 types of host trees, namely; Coffea Arabica L., Gliricidia sepium (Jacq)., Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit, Citrus nobilis L., and Citrus reticulate Blanco. The conclusion of this research is that there are 12 genera and 14 types of epiphytic orchids attached to 5 tree species. Orchid type Liparis condylobulbon Rchb.f. is an epiphytic orchid which is mostly found individually.Keywords: orchidaceae, epiphyte, host tree. Anggrek epifit adalah anggrek yang hidup menempel pada batang, dahan, atau ranting pohon baik yang masih hidup maupun yang sudah mati. Penelitian tentang “Jenis-jenis Tumbuhan Anggrek Epifit (Orchidaceae) di Perkebunan Kopi Desa Simpang Teritit Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah” telah dilaksanakan di Perkebunan Kopi Desa Simpang Teritit Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah sejak 27 Juni 2021 s.d 15 Juli 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis anggrek epifit dan pohon inang anggrek epifit. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode transek dan garis berpetak. Dari hasil penelitian ditemukan 12 genus anggrek, terdiri dari 14 jenis anggrek epifit yaitu; Adenoncos elongata J.J.Sm, Appendicula cornuta Blume, Cymbidium dayanum Ridl, Dendrobium truncatum Lindl, Dendrobium crumenatum Swartz, Eria pilifera Ridl, Liparis cespitosa (Lam.) Lindl., Liparis condylobulbon Rchb.f., Luisia taurina J.J.Sm, Oberonia ensiformis (Rees) Lindl, Phreatia plantaginifolia (J.Koenig), Polystachya concreta (Jacq.) Garay H.R.Sweet, Thrixspermum incurvicalcar J.J.Sm dan Vanda pumila Hook.f. Selanjutnya terdapat 5 jenis pohon inang yaitu; Coffea Arabica L., Gliricidia sepium (Jacq)., Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit, Citrus nobilis L., dan Citrus reticulate Blanco. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat 12 genus dan 14 jenis anggrek epifit yang melekat pada 5 jenis pohon. Anggrek jenis Liparis condylobulbon Rchb.f. adalah anggrek epifit yang paling banyak ditemukan individunya.Kata kunci: orchidaceae, epifit, pohon inang.