Supriatno Supriatno
Biologi Education Department, Syiah Kuala University

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Pupuk Kompos Limbah Kol Dengan Kotoran Sapi Pada Pertumbuhan Vegetatif Mentimun Dian Islamiati; Hafnati Rahmatan; Supriatno Supriatno; Muhibbudin Muhibbudin; Hasanuddin Hasanuddin
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 14, No 1 (2022): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jbe.v14i1.24566

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) ialah sayuran buah yang sangat disukai masyarakat Indonesia karena rasanya yang segar dan enak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kompos limbah kol dengan kotoran sapi pada pertumbuhan vegetatif mentimun dan mengetahui komposisi pupuk kompos limbah kol dengan kotoran sapi yang akan memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan vegetatif mentimun. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial, dengan 4 perlakuan dan 6 pengulangan sehingga diperoleh 24 satuan perlakuan. Parameter penelitian ini adalah panjang tanaman, lebar daun, dan jumlah daun. Data penelitian dianalisis dengan Uji Analisis Varian (ANAVA) dan uji lanjut berupa Beda Nyata Terkecil (BNT) dan Uji Jarak Nyata Duncan (JNTD) pada taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pemberian pupuk kompos limbah kol dengan kotoran sapi memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan vegetatif mentimun
The Effect Of Liquid Organic Fertilizer Leaves Of Moringa (Moringa Oleifera L.) With Banana Peel (Musa Paradisiaca L.) On Generative Growth Of Cayenne Pepper (Capsicum Frutescens L. Var. Pelita 8) Fijannati Fijannati; Wardiah Wardiah; Hafnati Rahmatan; Supriatno Supriatno; Muhibbuddin Muhibbuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) is an important and widely cultivated agricultural commodity in Indonesia. Cayenne pepper has a specific aroma, taste and color, so it is widely used by the community as a spice and seasoning for cooking. Generally, farmers use chemical fertilizers to increase soil fertility, but the use of chemical fertilizers will have a negative impact on the environment and humans. The purpose of this study was to determine the effect and optimal concentration of liquid organic fertilizer mixture of Moringa leaves and kepok banana peels on the generative growth of cayenne pepper. This study uses a quantitative approach and experimental research types. The research design used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments, namely P0 (control), P1 (10%), P2 (20%), and P3 (30%). Data were analyzed using Analysis of Variance (ANAVA) and Follow-Up Test with Significantly Significant Differences (BNJ) at a significant level of 0.05. The results showed that the application of a mixture of liquid organic fertilizers of Moringa leaves and kepok banana peels had a significant effect on the generative growth of cayenne pepper for the wet weight parameter of the fruit and the optimal treatment was at a concentration of 20%. The conclusion of this study is that a mixture of liquid organic fertilizer from kelor leaves and kepok banana peels has an effect on increasing the generative growth of cayenne pepper.Keywords: cayenne pepper, moringa, kepok banana peel, generative.Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) adalah komoditas pertanian yang penting dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Cabai rawit memiliki aroma, rasa dan warna yang spesifik, sehingga banyak digunakan oleh masyarakat sebagai rempah dan bumbu masakan. Umumnya petani menggunakan pupuk kimia untuk menambah kesuburan tanah, namun penggunaan pupuk kimia akan berdampak negatif bagi lingkungan dan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi optimal campuran pupuk organik cair daun kelor dan kulit pisang kepok terhadap pertumbuhan generatif cabai rawit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (10%), P2 (20%), dan P3 (30%). Data dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANAVA) dan Uji Lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan pemberian campuran pupuk organik cair daun kelor dan kulit pisang kepok berpengaruh nyata tehadap pertumbuhan generatif cabai rawit untuk parameter berat basah buah dan perlakuan optimal terdapat pada konsentrasi 20%. Simpulan dari penelitian ini adalah campuran pupuk organik cair daun kelor dan kulit pisang kepok berpengaruh dalam meningkatkan pertumbuhan generatif cabai rawit.Kata kunci: cabai rawit, kelor, kulit pisang kepok, generatif
Effect Of Combination Of Oleander Leaf Extracts And Neem Leaf On The Mortality Of Golden Snails During 24 Hours Of Treatment Nur Asiah; Supriatno Supriatno; Asiah Asiah; Djufri Djufri; Safrida Safrida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The golden snail is a pest causing rice crop failure. The control of golden snails generally uses pesticides that can cause damage to the environment so that other alternatives are needed that can control the golden snail, namely natural pesticides. This study aims to determine the effect of a combination of oleander leaf extract and neem leaves on the mortality of Keong Mas after 12 hours of treatment. The method used in this research is the experimental method with a completely randomized design (CRD) with a factorial pattern. There were 2 factors in the study, namely factor A (oleander leaf) and factor B (neem leaf) with each having 4 levels so that there were 16 treatment combinations and 3 replications with a total of 48 treatments. The objects used as test animals were golden snails totaling 480. The results of the study after 12 hours of observation, in the N3A3 treatment showed that there was an effect of the combination of oleander leaf extract with neem leaves which caused 30 test animals to die with a mortality rate of 100%. The conclusion from this study is that the combination of oleander leaf extract with neem leaves greatly influences the mortality of the golden snail.Keywords: toxicity, mortality, golden snailKeong mas adalah hama yang dapat menyebabkan kegagalan hasil panen padi. Pengendalian keong mas umumnya menggunakan pestisida kimia yang dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan sehingga dibutuhkan alternatif lain yang dapat mengendalikan keong mas yaitu pestisida alami. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya pengaruh kombinasi ekstrak daun oleander dengan daun mimba terhadap mortalitas Keong Mas setelah 24 jam perlakuan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial. Metode ini memiliki 2 faktor dalam penelitian yaitu faktor A (daun oleander) dan faktor B (daun mimba) dengan masing-masing memiliki 4 taraf sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan dengan jumlah total 48 perlakuan. Objek yang digunakan sebagai hewan uji yaitu keong mas berjumlah 480. Hasil penelitian setelah pengamatan 24 jam, pada perlakuan N3A3 menunjukkan adanya pengaruh kombinasi ekstrak daun oleander dengan daun mimba yang menyebabkan 30 hewan uji mati dengan tingkat mortalitas sebesar 100%. Simpulan dari penelitian ini adalah kombinasi ekstrak daun oleander dengan daun mimba sangat berpengaruh terhadap mortalitas keong mas.Kata kunci: toksisitas, mortalitas, keong mas
The Effect Of Fertilizing Cabbage Waste Compost With Cow Dung on Cucumber Generative Growth (Cucumis sativus L. Varieties Hercules) Dian Islamiati; Hafnati Rahmatan; Supriatno Supriatno; Muhibbudin Muhibbudin; Hasanuddin Hasanuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine how the effect of composting cabbage waste with cow dung on the generative growth of cucumbers and knowing the composition of cabbage waste compost with cow dung which will give the best effect on cucumber generative growth. This study used an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) experiment with 4 treatments and 6 replications. The parameters of this study were plant length, leaf width, and number of leaves. Data were analyzed using Analysis of Variance Test (ANOVA) and further tests in the form of Least Significant Difference (BNT) and Duncan's Real Distance Test (JNTD) at the 95% confidence level. The results showed that the addition of cabbage waste compost with cow dung had a significant effect on increasing cucumber growth, and the best composition of cabbage waste compost with cow dung in increasing cucumber growth was P1 (50% cabbage waste compost + 50% cow dung).Keywords: cucumber, generative growth, cabbage waste compost Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kompos limbah kol dengan kotoran sapi pada pertumbuhan generatif mentimun dan mengetahui komposisi pupuk kompos limbah kol dengan kotoran sapi yang akan memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan generatif mentimun. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Parameter penelitian ini adalah panjang tanaman, lebar daun, dan jumlah daun. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Analisis Varian (ANAVA) dan uji lanjut berupa Beda Nyata Terkecil (BNT) dan Uji Jarak Nyata Duncan (JNTD) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos limbah kol dengan kotoran sapi berpengaruh nyata dalam meningkatkan pertumbuhan mentimun, dan komposisi pupuk kompos limbah kol dengan kotoran sapi yang paling baik dalam meningkatkan pertumbuhan mentimun adalah P1 (50% kompos limbah kol + 50% kotoran sapi).Kata kunci: mentimun, pertumbuhan generatif, kompos limbah kol.