This Author published in this journals
All Journal Jurnal EMPATI
Farida Hidayati
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA SELF-COMPASSION DENGAN PROKRASTINASI PADA SISWA SMA NASIMA SEMARANG Hutomo Widhi Rananto; Farida Hidayati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.249 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15235

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara Self-compassion dengan prokrastinasi pada siswa SMA Nasima Semarang.Self-compassion adalah penerimaan oleh diri sendiri dengan cara menunjukkan kebaikan pada diri dan memiliki kesadaran penuh atas masalah yang muncul. Prokrastinasi adalah suatu kegiatan untuk menunda, memulai, atau menyelesaikan tugas.Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empirik mengenai hubungan antara self-compassion dengan prokrastinasi.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA Nasima Semarang sebanyak 150 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua buah skala, yaitu skala prokrastinasi yang terdiri dari 28 aitem valid (α=0,957) dan skala self-compassion terdiri dari 26 aitem valid (α= 0,868). Uji hipotesis menggunakan analisis regresi sederhana yang menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara self-compassion dengan prokrastinasi pada siswa SMA Nasima Semarang. Hubungan tersebut ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi rxy = - 0,303 dengan tingkat signifikansi p = 0,000 (p<0,001). Semakin tinggi self-compassion maka semakin rendah prokrastinasi, sebaliknya semakin rendah self-compassion maka semakin tinggi prokrastinasi. Self-compassion memberikan sumbangan efektif sebesar 9,2 % terhadap prokrastinasi siswa SMA Nasima Semarang.
PENYALAHGUNAAN SEKSUAL DENGAN KORBAN ANAK-ANAK (Studi Kualitatif Fenomenologi Terhadap Pelaku Penyalahgunaan Seksual dengan Korban Anak-Anak) Dwi Kurniawan; Farida Hidayati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.647 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15159

Abstract

Penyalahgunaan seksual dengan korban anak-anak tidak terbatas hanya pada membayangkan hingga masturbasi saja, yang berbahaya apabila seseorang mulai mencari anak-anak untuk dijadikan objek pemuas fantasinya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memahami episode kehidupan pelaku penyalahgunaan seksual terhadap anak, mengetahui pengalaman masa lalu dari pelaku, dan lingkungan pergaulannya sebelum berada di lapas sebagai faktor yang mempengaruhi terjadinya penyalahgunaan seksual terhadap anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Kriteria pemilihan subjek adalah seorang laki-laki yang pernah melakukan penyalahgunaan seksual dengan korban anak-anak dan bersedia menjadi subjek penelitian. Subjek berjumlah tiga orang, yaitu M, U dan S yang sedang menjalani masa hukuman di Lapas Kedungpane. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kehidupan masa kecil hingga dewasa ketiga subjek berpengaruh terhadap perbuatan mereka pada korban-korbannya. Masa kanak-kanak hingga dewasa yang buruk dari subjek pertama dan ketiga memiliki pengaruh negatif pada mereka, sementara lingkungan memberi pengaruh besar pada subjek kedua. Pengalaman menjalani hukuman di lapas mendorong keinginan ketiga subjek untuk tidak mengulangi perbuatannya, menjadi lebih bertanggung jawab, dan kembali merintis harapan-harapan baru untuk diri mereka sendiri. Ketiga subjek telah menyetubuhi masing-masing korbannya yang masih berusia di bawah 18 tahun, namun ketiganya belum dapat dikatakan sebagai pedofilia karena tidak ada dorongan yang kuat dan berulang terhadap korbannya selama periode enam bulan atau lebih.
RELATIONSHIP BETWEEN ACTIVE COPING WITH PARENTING STRESS IN MOTHER OF MENTALLY RETARDED CHILD Umi Mawardah; Siswati Siswati; Farida Hidayati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.682 KB) | DOI: 10.14710/empati.2012.221

Abstract

This research was conducted to examine the relationship between active coping with parenting stress in mothers of children mental.Subjek retardation in this study are 66 people who had a mother whose son was mentally retarded child at school SLB ABC Swadaya Kendal. Methods of data collection in this study using two scales, namely Active Coping Scale and Parenting Stress Scale.Simple regression analysis showed an association between active coping with parenting stress in mothers of children with mental retardation. This is shown by the value of 0.756 RY12 with sig (2-tailed) = 0.000 (p <0.05) positive sign on the correlation coefficient indicates the direction of positive relationships. This means that the higher the higher active coping parenting stress, where as the lower active coping, the lower parenting stress. Active coping effectively contributed 57.1% to the stress of caregiving. These results indicate that there is another factor at 42.9%, which also contributed to Parenting Stress is not revealed in this study.
HUBUNGAN ANTARA PEMAAFAN DIRI SENDIRI, PEMAAFAN ORANG LAIN, DAN PEMAAFAN SITUASI DENGAN RESILIENSI PADA MAHASISWA BARU (STUDI KORELASI PADA MAHASISWA BARU UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG) Muhammad Mardli Habibi; Farida Hidayati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.149 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemaafan diri sendiri, pemaafan orang lain, dan pemaafan situasi dengan resiliensi pada mahasiswa baru. Karakteristik populasi penelitian yakni mahasiswa yang terdaftar di program studi sarjana S-1 Universitas Diponegoro Semarang angkatan tahun 2016 dan memiliki rentang umur 17-25 tahun. Sampel diambil menggunakan cluster random sampling dan berjumlah 391 mahasiswa. Analisis data menggunakan Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai korelasipearsonantara pemaafan diri sendiri, pemaafan orang lain, dan pemaafan situasi dengan resiliensi secara berurutan sebesar 0,429, 0,4, dan 0,395 dengan P<0,001, yang menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif dalam tingkat sedang dan signifikan antara pemaafan diri sendiri dengan resiliensi, pemaafan orang lain dengan resiliensi, dan pemaafan situasi dengan resiliensi, pada mahasiswa baru Universitas Diponegoro Semarang.
THE EFFECT OF “SPEAK uP” TRAINING TOWARD APPREHENSION OF SPEAKING IN FRONT OF PUBLIC Rizky Nur Amalia; Farida Hidayati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.75 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7428

Abstract

This study is aimed to evaluate the effect of “SPEAK uP” training toward apprehension of speaking in front of public.The characteristic subject of this study is to students of SMK Negeri 8 Semarang who took social worker studies as their major; mostly they are having apprehension in ability of speaking in front of public with high and extra high category level on apprehension of speaking in front of public, those students had agreed to join “SPEAK uP” training completely. This study generally used experimental method that consists of non randomized pretest-posttest with control group design. This study was conducted to over 40 students that separated in two groups in which first group contain of  20 students as experimental group and the second one contain of 20 students too as control group. The treatment was given to experiment group by using “SPEAK uP” training and held in three times. Data collection process was acted by using the scale of apprehension in speaking in front of public consisting of three components: the physical component, the component of emotion and cognitive component.The result of hypothesis test with Independent Sample T-Test and Paired Sample T-Test produced score te > tt (2,101) with p < 0,05. In general, “SPEAK uP” shown that there were significant effect after “SPEAK uP” training toward apprehension in speaking in front of public.