Kecemasan yang dialami mahasiswa dapat berdampak negatif. Seperti yang dikemukakan oleh Prawirohusodo (dalam Rusli, 2004, h.4), bahwa kecemasan dapat menghambat penampilan, menimbulkan kendala, menghambat kemauan individu untuk berprestasi. Apabila tidak dibarengi dengan memiliki hardiness sehingga menimbulkan gangguan fungsi sosial individu, misalnya perasaan cemas yang melanda mahasiswa dapat membuat mahasiswa tersebut kurang dapat mengaktualisasikan potensi dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik hubungan antara hardiness dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Sosial dan Imu Politik Universitas Diponegoro.Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro angkatan 2011. Sampel penelitian ini berjumlah 70 mahasiswa, yang diperoleh melalui teknik sampel berstrata proporsional. Metode analisis data yang digunakan teknik analisis regresi sederhana. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah skala kecemasan menghadapi dunia kerja(21 item α = 0,878)dan skala hardiness(20 item α = 0,883) yang telah diujicobakan terhadap 70mahasiswa Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.Hasil yang diperoleh dari pengujian hipotesis dengan teknik analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yangsignifikan antarahardiness dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir. Hasil tersebut ditunjukkan dengan angka koefisien korelasi sebesar 0,519 dengan p=0,000 (p<0,01).