This Author published in this journals
All Journal Jurnal EMPATI
Karyono Karyono
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA HARDINESS DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR Ferdian Wahyu Nugroho; Karyono Karyono
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.973 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7540

Abstract

Kecemasan yang dialami mahasiswa dapat berdampak negatif. Seperti yang dikemukakan oleh Prawirohusodo (dalam Rusli, 2004, h.4), bahwa kecemasan dapat menghambat penampilan, menimbulkan kendala, menghambat kemauan individu untuk berprestasi. Apabila tidak dibarengi dengan memiliki hardiness sehingga menimbulkan gangguan fungsi sosial individu, misalnya perasaan cemas yang melanda mahasiswa dapat membuat mahasiswa tersebut kurang dapat mengaktualisasikan potensi dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik hubungan antara hardiness dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Sosial dan Imu Politik Universitas Diponegoro.Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro angkatan 2011. Sampel penelitian ini berjumlah 70 mahasiswa, yang diperoleh melalui teknik sampel berstrata proporsional. Metode analisis data yang digunakan teknik analisis regresi sederhana. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah skala kecemasan menghadapi dunia kerja(21 item α = 0,878)dan skala hardiness(20 item α = 0,883) yang telah diujicobakan terhadap 70mahasiswa Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.Hasil yang diperoleh dari pengujian hipotesis dengan teknik analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yangsignifikan antarahardiness dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir. Hasil tersebut ditunjukkan dengan angka koefisien korelasi sebesar 0,519 dengan p=0,000 (p<0,01).
Pemaafan Pada Manta Pecandu Narkoba di Balai Rehabilitasi Muhammad Viky Veriyanto; Karyono Karyono
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.405 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.5250

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang penuh kesulitan dan gejolak, baik bagi remaja maupun bagi lingkungannya. Tidak semua remaja melakukan berbagai bentuk kenakalan. Salah  satu bentuk dari kenakalan remaja yang banyak terjadi adalah penggunaan narkotika. Masa pemulihan merupakan suatu masa yang akan dilewati oleh seorang pecandu yang memutuskan berhenti menggunakan narkotika.Pemaafan adalah suatu perubahan motivasi dimana seseorang merasakan penurunan motivasi untuk menghindari rangsangan yang berhubungan dengan pelanggaran terhadap dirinya sendiri dan semakin menurun motivasi untuk membalas terhadap diri sendiri dan semakin termotivasi untuk bertindak murah hati terhadap diri sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologis, dengan wawancara dan observasi yang didukung dengan materi audio sebagai penunjang pengumpulan data. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran proses pemaafan dan tahapan pemaafan pada mantan pecandu narkoba di balai rehabilitasi.            Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa proses pemaafan yang terjadi pada ketiga subjek pada dasarnya memiliki kesamaan. Terdapat perbedaan dalam pengungkapan segi psikologis dan pemaknaan pada tahap pemaafan. Tahapan pemaafan ketiga subjek berbeda. Subjek JS berada pada tahap Forgiveness as social harmony dan Forgiveness as love. Subjek SP pada tahap Lawful expectational forgiveness dan  Forgiveness as social harmony. Sedangkan subjek RK berada pada tahap Expectational forgiveness dan Lawful expectational forgiveness. 
MASALAH-MASALAH PSIKOLOGIS DAN COPING STATEGIES ISTRI PADA PASANGAN COMMUTER MARRIAGE Noorwendah Tanjung Arumrasmi; Karyono Karyono
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.729 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7369

Abstract

Emansipasi wanita yang semakin marak belakangan ini semakin memberikan jalan bagi para wanita dewasa untuk semakin berkarya dan memaksimalkan potensi-potensi yang mereka miliki. Banyak dari ibu muda yang memiliki karir bagus rela melepaskan karirnya demi dapat mengabdi terhadap kehidupan rumah tangganya, namun ada juga istri-istri yang rela hidup terpisah dengan suaminya demi menunjang karir masing-masing dan juga demi memperbaiki kesejahteraan keluarga (dual-career, commuter marriage).Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif fenomenologis dengan analisis DFI (deskripsi fenomenal individual). Subjek berjumlah tiga orang dengan karakteristik: memiliki pekerjaan dan tinggal terpisah dengan suami, usia pernikahan maksimal 5 tahun, dan memiliki sedikit anak atau belum sama sekali. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur dan observasi, didukung dengan menggunakan materi audio.Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa subjek mengalami beberapa masalah psikologis selama menjalani commuter marriage, subjek#1 menyatakan bahwa kehidupan yang sedang dijalani tidaklah normal seperti yang lainnya karena harus tinggal berjauhan dengan suami dan anaknya dan hanya bisa bertemu saat akhir pekan saja, serta merasakan ketidakstabilan emosi saat awal berpisah, subjek#2 merasa sedih dan kesepian, dan subjek#3 merasa berat saat di awal-awal pernikahan. Berbagai cara dilakukan oleh ketiga subjek agar mulai terbiasa dengan situasi tersebut selain itu dengan adanya dukungan dari keluarga serta tempat kerja dapat membuat ketiga subjek menjadi sedikit lebih mudah dalam menjalani pernikahan tersebut.
PENGALAMAN MENIKAH PADA PEREMPUAN USIA REMAJA (Sebuah Studi Kualitatif Fenomenologi) Dalilatunnisa Qoniah; Karyono Karyono
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.813 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15207

Abstract

Pernikahan usia remaja masih banyak terjadi pada masyarakat Indonesia. Pada remaja yang organ-organ reproduksi seksual primer telah matang terdapat dorongan kuat untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis. Salah satu tugas perkembangan remaja adalah mempersiapkan pernikahan dan kehidupan rumah tangga, akan tetapi ada beberapa remaja yang memilih atau terpaksa menikah dan memiliki anak. Tidak semua pernikahan remaja berjalan harmonis, beberapa remaja berstatus janda. Peneliti tertarik melakukan penelitian tentang pengalaman menikah perempuan usia remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis. Subjek dalam penelitian ini tiga remaja dengan usia pernikahan minimal satu tahun dan istri berusia 16-19 tahun. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, perekaman, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan pengalaman subjek 1 dan 2 yang dapat menjalani pernikahan secara harmonis, utuh, dan rukun. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan subjek 1 dan 2 yang dapat menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan, dapat saling memahami, dan mengutamakan keluarga. Pada subjek 3 harapan memiliki keluarga yang harmonis tidak terwujud. Hal ini dikarenakan setelah menikah subjek 3 langsung dijatuhkan talak dengan alasan pasangan hanya ingin merasakan menikah. Walaupun kecewa dan sedih, subyek 3 tidak menyerah dan tetap menjalani kehidupan rumah tangga. Ketika subjek 3 ditalak yang ketiga, subjek memutuskan menggugat cerai pasangan secara sah di pengadilan agama.