Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Upaya Strategis Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Pendidikan Ideal di MA Al-Ishlah Bilapora Barat Ganding Sumenep Madura Misnawi, Misnawi; Ubaidillah, Muhammad Farah; Zainudin, Zainudin
Empiricism Journal Vol. 3 No. 2: December 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v3i2.945

Abstract

A quality education is so far becoming a main target and objective in every educational practice.  It has very close correlation with principals policies in carrying out an institutional management. This research tries to analyse and explain some strategic efforts of the principal of Al-Ishlah Islamic Senior high school (MA) Bilapora Ganding Sumenep in realizing an ideal education and identify also the hinderances in implementing it. This is a field research using a qualitative approach. There are three informen in this research i.e. the principal of MA Al-Ishlah as the main informan and two additional ones namely a vice principal and a teacher by using purposive method. The research is accomplished through several procedures i.e. collecting data by interview technique, analyzing data, validating data and taking conclusion. Then, Every data collected is analysed by using analytical-descriptive method. Based on the result of study or research, we know that there are some strategic principals efforts in realizing an ideal education through several ways, namely: developing relevant curriculums, preparing professional teachers, realizing a professional service standard for students, building an intensive relation with surrounding community, and creating a representative, enjoyable, and character school environment. In implementing those all, the principal faces several kinds of obstacle factors, including: limited land extent for broadening classroom, amount of nonlinear teacher, limited availability of school facilities, and also limited and minimal funding resources. Those are the most urgent factors which need the alternative solutions soon. So that the principals efforts above can be achieved well.
PENDIDIKAN BIMBINGAN KELUARGA ISLAMI BERBASIS PESANTREN : (Studi Rekonstruktif di Pondok Pesantren Sumber Payung Ganding Sumenep) Jamaluddin, Muhammad; Misnawi, Misnawi; Jauhari, Alfan
Eduthink: Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam Vol. 4 No. 01 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAI Miftahul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/eduthink.v4i01.394

Abstract

Pembangunan keluarga islami juga dilatarbelakangi dengan adanya pendidikan khususnya pendidikan keagaamaan yang bertujuan membangun kualitas dan ketahanan keluarga berkaitan dengan akad dalam perkawinan, hak dan kewajiban (suami, istri dan anak dalam keluarga) dan lain sebagainya. Adapun Rumusan masalah penelitian ini ada 3 yaitu: 1) Apa saja materi bimbingan keluarga islami berbasis kitab kuning di Pondok Pesantren Sumber Payung Ganding Sumenep? 2) Bagaimana model bimbingan keluarga islami berbasis pesantren di Pondok Pesantren Sumber Payung Ganding Sumenep? Dan 3) Bagaimana peran Kiai dalam pelaksanaan bimbingan keluarga Islami pada masyarakat di pondok pesantren Sumber Payung Ganding Sumenep? Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Pertama: Materi Bimbingan Keluarga Islami Berbasis Kitab Kuning di Pondok Pesantren Sumber Payung Ganding Sumenep terdiri atas kitab Qurratul ‘Uyun dan Uqudul Lujain sebagai kitab primer selain juga menyampaikan materi dari beberapa kitab Tafsir dan Hadis pada bagian yang berkaitan dengan keluarga; dengan menggunakan metode konvensional ala pesantren yaitu monolog atau bandongan. Sasaran materi bimbingan tidak hanya terbatas pada kalangan santri, tapi juga masyarakat yang memiliki kedekatan dengan kyai baik secara emosional seperti alumni maupun maupun sosial seperti masyarakat sekitar. Kedua: Model Bimbingan Keluarga islami Berbasis Pesantren di Pondok Pesantren Sumber Payung Ganding Sumenep terdiri atas internal dan eksternal. Bimbingan internal keluarga yaitu: Kyai menduduki posisi tertinggi dalam keluarga, upaya pemenuhan kewajiban dan hak masing-masing keluarga sesuai dengan tuntunan syari’at, menjaga kerahasiaan problema keluarga, menjalankan kewajiban keluarga dengan prinsip beribadah. Sedangkan model bimbingan antar keluarga yaitu: menjalankan sikap mengalah sebagai prinsip primer hubungan antar keluarga, toleran dan mengharga perbedaan pandangan antar keluarga, menciptakan kebersamaan dan kekompakan antar keluarga , dan membangun kemandirian ekonomi masing-masing keluarga. dan Ketiga: Peran Kiai dalam Pelaksanaan Bimbingan Keluarga Islami di pondok pesantren Sumber Payung Ganding Sumenep yaitu: sebagai aspirator, motivator, inisiator, mediator dan inspirator bagi santri dan masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang islami. Dalam konteks ini kyai berperan aktif dan sebagaian pasif.
Sensory Characterization Cocoa (Theobroma cacao L.) from Various Clones During Fermentation Dwijatmoko, Muhammad Isa; Nurtama, Budi; Yuliana, Nancy Dewi; Misnawi, Misnawi
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 9 No. 1 (2025): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v9i1.148

Abstract

Indonesia is one of the biggest producers of cocoa bean. However, this big production of cocoa is not followed by its quality to fulfill chocolate industry requirement in flavor. Fermentation of cocoa is the most important process for producing high-quality flavor in cocoa beans. The goal of this study was to find out the fermentation effects of four clones on the sensory and chemical profile of cocoa liquor. Sensory analysis was conducted using a Quantitative Descriptive Analysis (QDA) method and the volatile components of the cocoa liquor were extracted using Solid Phase Microextraction (SPME) and then followed by identification using Gas Chromatography - Mass Spectrometry (GC-MS). Correlation between volatile components and sensory attributes were determined by OPLS (orthogonal partial least square) test. The results of this study indicate that OPLS S-plot GC-MS determination 2,3,5-trimethylpyrazine and acetic acid were found as the active compounds. Fermented and unfermented cocoa liquor from various cocoa clones had different sensory attributes. All cocoa clones of fermented cocoa beans were dominated by attributes of specific cocoa aroma, cocoa, and acidity, whereas in unfermented cocoa, they were dominated by astringent and bitter.
Pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas III SD: Utilization of Student Worksheets (LKS) in Improving Mathematics Learning Achievement of Grade III Elementary School Students Misnawi, Misnawi
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2014): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i1.56

Abstract

Media pembelajaran juga dapat mendorong keaktifan siswa di kelas, salah satunya melalui pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai media pembelajaran. Dengan LKS siswa dapat memahami materi pelajaran secara keseluruhan dengan lebih mudah. Di samping itu, untuk memotivasi belajar siswa yang diharapkan akan meningkatkan pencapaian hasil belajar yang optimal, yang berpengaruh pada prestasi yang dicapai. Penelitian ini mencoba menganalisis masalah pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas III SDN Ellak Laok V Kecamatan Lenteng Sumenep, dengan subyek sebanyak 22 orang, dengan menggunakan metode penelitian observasi dan tes. Untuk metode observasi ditulis dengan rumus prosentase, sedangkan untuk metode tes dihitung dengan mencari nilai rata-rata (mean), kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan LKS oleh guru dan siswa sudah termasuk kriteria baik. Hal ini dapat dilihat dari angka prosentase aktivitas guru yang mengalami peningkatan dari 55,6% pada siklus I menjadi 83,33% pada siklus II. Sedangkan untuk aktivitas siswa juga mengalami peningkatan dari prosentase sebesar 57,14% pada siklus I menjadi 92,86% pada siklus II. Adapun pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa pada pelajaran matematika juga menunjukkan peningkatan nilai rata-rata, yaitu dari nilai 66,5 dengan jumlah siswa yang tuntas belajar memperoleh nilai ≥ 65 sebanyak 13 orang pada siklus I menjadi 78,59 dengan jumlah siswa yang tuntas belajar memperoleh nilai ≥ 65 sebanyak 20 orang dari jumlah siswa 22 orang pada siklus II. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) efektif digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III SDN Ellak Laok V Kecamatan Lenteng Sumenep.
Reaktualisasi Nilai Ta’dzim al-‘Ilm wa Ahlih dalam Al-Qur’an: Telaah Tematik di Era Disrupsi Digital Misnawi, Misnawi; Zahid, Moh
Reflection Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/19dx0m57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaknai ulang etika pendidikan dengan mereaktualisasikan nilai al-Qur’an dan merumuskan implementasinya dalam konteks digital. Ini merupakan kajian Pustaka (library research) dengan pendekatan tafsir dan melalui analisis isi (content analysis). Data utama diambil dari surah Al-Mujadalah: 11, An-Nahl: 43, Az-Zumar: 9, dan Al-Kahfi: 60–82 serta tafsir ayat dari para mufassir klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai adab yang sangat substansial namun mengalami degradasi yang signifikan adalah Ta’dzim (penghormatan) terhadap al-Ilm wa ahlih termasuk di ruang virtual, kekaburan makna antara informasi dan ilmu dan penyetaraan antara ulama’ dan serach engine sehingga terjadi desakralisasi otoritas keilmuan. Selain itu, kecenderungan memperoleh pengetahuan secara instan menyebabkan mulai hilangnya nilai kesabaran dalam proses mencari ilmu sehingga menganggap informasi dari internet sebagai pengetahuan final. Oleh karena itu, nilai ta’dzim dalam al-Qur’an yang bisa diwujudkan berupa: 1) tafassuh yaitu kelapangan hati dan intelektual termasuk di ruang digital seperti ikhlas mengikuti setiap arahan guru, menghormati guru dan teman serta menghargai perbedaan pendapat; 2) pengakuan terhadap otoritas keilmuan dengan memposisikan ilmu dari ulama’ di atas informasi mesin pencari (search engine) artinya kebenaran pengetahuan yang diperoleh dari internet harus tetap divalidasi oleh ulama’ atau berdasarkan karyanya; dan 3) Ibrah dari kisah nabi Musa dan nabi Hidr menegaskan bahwa validasi kebenaran tetap dikembalikan kepada ahli ilmu dan kesabaran epistemologis harus diwujudkan dengan selalu belajar dari sumber aslinya walaupun tidak instan. Konsep tersebut dapat diperkuat melalui beberapa cara, yaitu kontekstualisasi suhbah (pendampingan) terutama saat pembelajaran daring dalam pembelajaran campuran (blended learning), digitalisasi sanad keilmuan untuk memastikan tetap ada sambungan sanad walaupun belajar secara online, mewujudkan komunikasi Qur’ani melalui qaulan karima dan qaulan sadida seperti tidak mendebat guru dan berkomentar berdasarkan fakta dan data bukan asumsi; dan mengintegrasikan literasi digital dengan kesadaran spiritual. Dari itu jelas bahwa penelitian ini juga menawarkan model reaktualisasi implementatif yang relevan dengan pendekatan IPO (input, process, output) dalam penanaman nilai. Ia juga menegaskan bahwa transformasi digital dalam pendidikan Islam tetap harus berorientasi pada pemuliaan ilmu dan pembentukan karakter spiritual-moral yang kokoh. Reactualization of The Value of Ta'dzim al-Ilm Wa Ahlih in The Qur’an: a Thematic Study in the Digital Disruption Era This study aims to reinterpret the educational ethics by reactualizing Qur’anic values and formulating their implementation in the digital context. This is a library research by using tafsir approach and content analysis. The primary data sources are surah Al-Mujadalah: 11, An-Nahl: 43, Az-Zumar: 9, and Al-Kahfi: 60–82, including the interpretations from both classical and contemporary mufassir. The results of the study show that the value of adab which is very substantial but degradated significantly is Ta'dzim (respect) for al-Ilm wa ahlih including in virtual space, the blurring of meaning between information and knowledge and the equalization between ulama' and serach engine, so that there is a desacralization of knowledge authority. In addition, the tendency to acquire knowledge instantly causes the loss of the value of patience in the process of seeking knowledge so that information from the internet is considered as the final one. Therefore, the value of ta'dzim which can be remanifested are: 1) tafassuh, namely the openness of heart and mind including in the digital space, such as sincerity in following every teacher's direction, respecting teachers and friends and apriciating the differen opinions; 2) recognition of knowledge authority by positioning the knowledge from ulama' above the information from search engine. It means that the truth of knowledge from internet must be validated by the experts or their works; and 3) Ibrah from the story of the prophet Moses and the prophet Hidr emphasizes also that the validation of the truth is still returned to the scholar, and epistemological patience must be realized by always learning from the original sources although not instantly. The concepts can be strengthened in several ways, namely by contextualizing suhbah (assistence) especially during online class in blended learning, digitizing sanad (chain of knowledge transmission) to ensure that there is a sanad connection even though by online learning, realizing the Qur'anic communication through qaulan karima and qaulan sadida such as not debating teachers and commenting based only on facts and data instead of assumptions; and integrating digital literacy with spiritual awareness. Those all confirm that this research also offers an implementative reactualization model in which is relevant with IPO (input, process, output) approach in internalizing value. It also emphasizes that the digital transformation in Islamic education should be oriented towards the exaltation of knowledge and the strengthening of spiritual-moral character