Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peramalan Pertumbuhan Bank Syariah Indonesia Pasca Kebijakan Merger Yenny Kornitasari; Ide Wahyu Safitri; Ilham Wanakusuma; Dita Indah Safitri
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol 8, No 2 (2022): JIEI
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v8i2.5321

Abstract

This research aims to forecast the growth of PT Bank Syariah Indonesia Tbk. after the merger policy which is reviewed through three variables, namely assets, financing, and third party funds. The method used in doing the forecast is Double Exponential Smoothing and Linear Trend Line Model. The forecast result using Double Exponential Smoothing shows that the assets of Bank Syariah Indonesia will continue to grow to 327 trillion rupiah in December 2023. The financing and third party funds also shows significant growth. In December 2023, financing of Bank Syariah Indonesia shows a figure of up to 60 trillion rupiah and third party funds will increase by 282 trillion rupiah. Meanwhile, forecasting using the Linear Trend Line Model also shows growth of up to 295 trillion rupiah in asset variables. The financing variable shows a forecast of an increase of 74 trillion rupiah and the third party fund variable which is predicted to grow to 256 trillion rupiah in December 2023. Assets that continue to grow indicate that there is an increase in the performance of Bank Syariah Indonesia. On the financing side, it shows a projected stable growth throughout 2023. This shows that the economic recovery period due to the pandemic does not affect the financing side of Bank Syariah Indonesia. Meanwhile, growth in third party funds indicates that the public is increasingly loyal and familiar with Bank Syariah Indonesia.
Analisis Pertumbuhan Abnormal Loan terhadap Risiko yang Dihadapi Perbankan Pangestuty, Farah Wulandari; Tyas Danarti Hascaryani; Ide Wahyu Safitri
Pekobis : Jurnal Pendidikan, Ekonomi, dan Bisnis Vol. 10 No. 2 (2025): PEKOBIS
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pekobis.v10i2.P100-114.54927

Abstract

Kredit merupakan elemen penting dalam dinamika perekonomian, baik sebagai pendorong aktivitas ekonomi maupun sebagai bagian integral dari pengembangan industri perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah pertumbuhan kredit yang tergolong abnormal berdampak terhadap peningkatan risiko yang dihadapi oleh bank, dengan menggunakan Loan Loss Provision (LLP) sebagai indikator risiko. Kajian dilakukan terhadap enam negara ASEAN yang termasuk dalam kelompok emerging markets, menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui basis data Refinitiv. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit yang melebihi rata-rata nasional secara signifikan berkorelasi dengan peningkatan LLP, yang merefleksikan risiko kredit yang lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap ekspansi kredit yang agresif, serta perlunya kebijakan mitigasi risiko yang lebih adaptif dalam menjaga stabilitas sistem perbankan di kawasan negara berkembang. Namun, karena keterbatasan akses terhadap data mentah, tidak dilakukan reestimasi regresi dengan koreksi terhadap kemungkinan heteroskedastisitas, sehingga hasil perlu ditafsirkan dengan kehati-hatian dalam konteks inferensial.