Kredit merupakan elemen penting dalam dinamika perekonomian, baik sebagai pendorong aktivitas ekonomi maupun sebagai bagian integral dari pengembangan industri perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah pertumbuhan kredit yang tergolong abnormal berdampak terhadap peningkatan risiko yang dihadapi oleh bank, dengan menggunakan Loan Loss Provision (LLP) sebagai indikator risiko. Kajian dilakukan terhadap enam negara ASEAN yang termasuk dalam kelompok emerging markets, menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui basis data Refinitiv. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit yang melebihi rata-rata nasional secara signifikan berkorelasi dengan peningkatan LLP, yang merefleksikan risiko kredit yang lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap ekspansi kredit yang agresif, serta perlunya kebijakan mitigasi risiko yang lebih adaptif dalam menjaga stabilitas sistem perbankan di kawasan negara berkembang. Namun, karena keterbatasan akses terhadap data mentah, tidak dilakukan reestimasi regresi dengan koreksi terhadap kemungkinan heteroskedastisitas, sehingga hasil perlu ditafsirkan dengan kehati-hatian dalam konteks inferensial.
Copyrights © 2025