Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Paradigma Keilmuan Dalam Pemikiran Pendidikan Islam Kontemporer Tantangan Dan Prospek Muhammad AlFarobi; Rahmat Syukur; Latifah Addiba; Dewi Maya Sari
Qolamuna : Jurnal Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2022): Juli 2022
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/qolamuna.v8i1.659

Abstract

The development of creative and dynamic intellectual insights in light and integrated with Islam must be accelerated immediately. The old grudges that continue to be perpetuated and the culture's blind rejection of the West are not wise attitudes. This will only backfire on the intellectual development of Islam. This is where the "mental attitudes" of Muslim intellectuals need to be reviewed and reorganized. This attitude can be said to be quite moderate and quite acceptable among Muslims. Meanwhile, the main solution proposed by Tibi is secularization, which is the industrialization of a society which means the functional diffrensiation of its social structure and religious system. This solution seems to only open a front that confronts muslims in general. Secularity is not a realistic option when offered in Islam, so there are bound to be many challenges to it. Although Tibi is a reliable Muslim intellectual, accurate in photographing the problems faced by the world of Islamic education in general, but for solutions more colored by his daily religious attitudes, namely a Muslim who does not obey his religion. Keywords : Scientific paradigm, contemporary, prospect challenges
PENEGAKAN HUKUM BAGI PELAKU TINDAK PIDANA PENGHINAAN TERHADAP LEMBAGA PERADILAN PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM (CONTEMPT OF COURT) Muhammad Alfarobi; Fauziah Lubis
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.944

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji penegakan hukum terhadap tindak pidana penghinaan terhadap peradilan (contempt of court), yang secara harfiah berarti merendahkan martabat pengadilan. Kasus seperti tindakan Razman dan kuasa hukumnya yang naik ke atas meja persidangan, yang dinilai sebagai obstruction of justice atau contempt of court, menyoroti urgensi permasalahan ini. Seringnya istilah obstruction of justice muncul dari berbagai pihak juga memperlihatkan bahwa isu ini relevan dan perlu diteliti lebih lanjut. Permasalahan utama dalam penelitian ini terbagi dua: pertama, bagaimana penegakan hukum contempt of court dilakukan di Indonesia; kedua, bagaimana sanksi ta'zir dapat diterapkan menurut Hukum Pidana Islam terhadap pelaku contempt of court untuk mencapai efek jera (zajr). Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, yaitu penelitian kepustakaan yang mengandalkan data sekunder dari bahan pustaka. Berdasarkan pembahasan, ditarik dua kesimpulan utama. Penegakan Hukum Contempt of Court di Indonesia saat ini diatur secara tersebar dalam berbagai peraturan perundang-undangan pidana, dan belum terkodifikasi dalam satu undang-undang khusus (Contempt of Court Act). Ini menyebabkan tantangan dalam kepastian dan konsistensi hukum. Sanksi Ta'zir dan Efek Jera (Zajr) dalam Hukum Pidana Islam menunjukkan bahwa tindakan penghinaan terhadap peradilan dikategorikan sebagai jarimah ta'zir. Sanksi ta'zir memiliki karakteristik fleksibilitas, di mana jenis dan kadar hukuman tidak ditetapkan secara spesifik dalam nash, melainkan diserahkan kepada kebijaksanaan hakim (ulil amri) untuk mencapai efek jera