Herny Poluan, Herny
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : e-CliniC

KELUHAN MATA PADA POLISI YANG BERTUGAS DI LUAR RUANGAN DAN DI DALAM RUANGAN Pou, Raty Y. P.; Rares, Laya M.; Poluan, Herny
e-CliniC Vol 3, No 3 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i3.9508

Abstract

Abstract: Police officers who work outdoors are exposed to ultraviolet and air pollution which have a direct and cumulative impact on eye. Meanwhile, police officers who work indoors are exposed to radiation of computer/laptop that can cause eyestrain. In addition, the usage of AC can also cause eye problem. This study aimed to obtain the eye-related complaints of indoors and outdoors police officers at Polda Gorontalo. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Samples were 50 respondents divided into 2 groups: outdoors and indoors police officers. The result showed that most of the police who worked outdoors (56%) complained blurred and strained eyes after being exposed to ultraviolet exposures within hours. Moreover, most respondents (72%) complained of itchy eyes due to air pollution. Meanwhile, police officers who worked indoors complained of blurred (92%) and strained eyes (100%) due to the usage of laptops or computers, and painful eyes (64%) due to air condition.Keywords: eye-related complaints, police officers, outdoors, indoorsAbstrak: Polisi yang bekerja di luar ruangan berpeluang terpapar sinar ultraviolet dan polusi udara yang berdampak langsung dan kumulatif pada kesehatan mata. Polisi yang bekerja di dalam ruangan juga mempunyai keluhan yang bisa terjadi di mata akibat penggunaan komputer/laptop dengan tingkat radiasi yang dapat menyebabkan kelelahan pada mata. Selain itu, kualitas udara seperti penggunaan AC di dalam ruangan juga bisa mengakibatkan keluhan mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keluhan mata pada polisi yang bertugas di luar ruangan dan di dalam ruangan di Polda Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan potong lintang yang bersifat deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden. Hasil penelitian pada polisi yang bertugas di luar ruangan sebagian besar responden (56%) mengeluh mata menjadi kabur dan merah setelah terkena sinar ultraviolet dalam waktu berjam-jam sedangkan akibat paparan polusi udara sebagian besar menyatakan mata menjadi gatal (72%). Pada polisi yang bertugas di dalam ruangan didapatkan pada penggunaan laptop sebagian besar mengeluh mata kabur (92%) dan mata lelah (100%) sedangkan penggunaan AC menunjukkan bahwa sebagian besar responden (64%) menyatakan keluhan mata nyeri.Kata kunci: keluhan mata, polisi, di luar ruangan, di dalam ruangan
Angka kejadian ambliopia pada usia sekolah di SD Negeri 6 Manado Saputri, Fikryah E.; Tongku, Yamin; Poluan, Herny
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14499

Abstract

Abstract: Amblyopia is the reduced of visual acuity in one or both eyes despite had been corrected with spectacles without any structural abnormalities of the eye and the rear sight path. Amblyopia occurs in about 2-3% of the population, but lacking of concern will lead to detrimental life. This study was aimed to obtain the prevalence of amblyopia in elementary school students of SD Negeri 6 Manado. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Samples were 317 elementary school students aged 6-12 years old. Data were obtained by using auto refractometer and Snellen chart as well as pinhole test to assess the eyes disorders. The results showed that of all respondents there were 7 students (2%) with amblyopia. Based on the age of the incidence of amblyopia there were 3 students of 8 years old (43%) and 1 student each in the age of 7 years, 9 years, 11 years, and 12 years (14.25%). Amblyopia was found in 4 (57%) female students and 3 (43%) male students. Further studies are needed with a larger coverage area to obtain the prevalence of amblyopia more accurately.Keywords: amblyopia, prevalence, school-age children Abstrak: Ambliopia adalah berkurangnya ketajaman penglihatan pada satu atau kedua mata walaupun sudah dengan koreksi kacamata terbaik tanpa kelainan struktur pada mata maupun lintasan penglihatan bagian belakang. Ambliopia merupakan masalah dalam penglihatan pada 2-3% populasi, tapi bila dibiarkan akan sangat merugikan kehidupan penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian ambliopia di SD Negeri 6 Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dan pengumpulan data dilakukan secara potong lintang. Sampel ialah 317 siswa berusia sekolah 6-12 tahun. Pengambilan data dengan menilai kelainan refraksi menggunakan auto refrraktometer dan Snellen chart serta pinhole untuk menilai kelainan pada mata. Hasil penelitian mendapatkan dari seluruh responden didapatkan 7 anak (2%) mengalami ambliopia. Berdasarkan usia, angka kejadian ambliopia pada usia 8 tahun sebanyak 3 anak (43%) dan pada usia 7 tahun, 9 tahun, 11 tahun serta 12 tahun sebanyak 1 anak (14,25%). Berdasarkan jenis kelamin angka kejadian ambliopia pada perempuan yaitu 4 anak (57%), sedangkan laki-laki sebanyak 3 anak (43%). Studi lanjut diperlukan dengan cakupan wilayah dan jumlah sampel yang lebih luas sehingga mendapatkan nilai prevalensi ambliopia yzng lebih akurat. Kata kunci: ambliopia, angka kejadian, anak usia sekolah