Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Mengembangkan Kemampuan Literasi dan Numerasi Sejak Anak Usia Dini Irma Yuliantina
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12840

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Metode Penelitian yang digunakan adalah Metode Penelitian Deskriptif untuk mengungkapkan berbagai detail tentang pengembangan literasi dan numerasi pada anak usia dini sesuai dengan fakta yang terjadi. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat memecahkan masalah yang ada sekarang berdasarkan data dengan menyajikan, menganalisis dan menginterpretasikannya. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perbedaan persepsi tentang konsep literasi dan numerasi antara orang tua dan guru, sehingga perlu adanya peyamaan persepsi. Untuk mengakomodir harapan orang tua dan sesuai dengan prinsip pembelajaran di PAUD sehingga perlu adanya penyusunan program bersama guru dan orang tua. Kesepakatan guru dan harapan orang tua agar tiap hari anak membaca dan menulis diakomodir dalam seluruh kegiatan main anak. Dukungan orang tua untuk mensupport kegiatan anak dan mereview di rumah menjadi dukungan penting
PKM Bimbingan Teknis Transisi PAUD-SD untuk Guru PAUD dan Guru SD Irma Yuliantina; Santi Ambarrukmi; Sri Lestari Yuniarti; Nita Isaeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa Vol. 2 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmf.v2i2.3606

Abstract

Berbagai penelitian menunjukan bahwa saat  anak usia dini untuk masuk pada jenjang pendidikan lebih tinggi  memerlukan berbagai keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan yang seringkali belum dimiliki oleh anak saat harus melanjutkan pada pendidikan selanjutnya, berbagai rekomendasi di beberapa negara bahkan menyarankan bahwa perlu penyesuaian kurikulum anak usia dini sampai dengan pendidikan dasar kelas 3 termasuk juga penyesuaian pada kompetensi guru PAUD sampai dengan guru SD kelas 3 yang memerlukan pelatihan bersama antara guru  PAUD dan SD secara berkesinambungan.  Saat ii di Indonesia miskonsepsi tentang kemempuan yang perlu dimiliki oleh anak usai dini di akhir layanana PAUD belum dipahami secara utuh baik opleh guru PAUD maupun guru SD dan ini sangat berdampak pada proses pembelajaran yang masih bersifat drilling di PAUD dan SD kelas awal. Atas dasar tersebut maka Kemendikbudristek melalui Direktorat Guru PAUD dan Dikmas serta Direktorat Guru Pendidikan Dasar untuk pertamakalinya melakukan pelatihan bersama untuk guru PAUD dan SD. Hasil pelatihan yang dianalisa secara kualitatif  menunjukan bahwa memang terjadi miskonsepsi dilapangan yang sangat merugikan anak usia dini dan setelah pelatihan mereka akan memberbaiki proses pembelajaran dan memastikan fase pondasi tercapai dengan cara yang tepat
PKM Pembelajaran Berdiferensiasi bagi Anak Usia Dini Bersama IGTKI Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan Irma Yuliantina; Johana Kastanja; Yunita Damayanti; Yunita; Anna Maria Jacob; Fitri Indri Yani; Fitriani; Fauzia Herli Noviampura; Isye Syoleha; Maulina Sucihati; Henny Chusnarin Haryanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa Vol. 2 No. 4 (2023): August 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmf.v2i4.5542

Abstract

Pedidikan anak usia dini memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk fondasi perkembangan anak baik secara koginitif, motorik, daya kreatifitas serta terbentuknya karakter profil pelajar Pancasila. Pendekatan pembelajaran diferensiasi hadir sebagai suatu gaya pembelajaran efektif memenuhi kebutuhan individu anak secara holistik. Tujuan dari penelitian ini adalah pentingnya para guru mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi pada anak usia dini serta menganalisis strategi dan manfaatnya dalam membangun kesuksesan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data angket yang disebar melalui google form, observasi partisipan dan wawancara dengan guru. Hasil angket survei penelitian menunjukkan bahwa guru IGTKI Pesanggrahan Jakarta Selatan memerlukan wawasan pembelajaran atau training tentang pembelajaran berdiferensiasi, manfaat serta pelaksanaan implementasi di dalam kelas. Pada anak usia dini pembelajaran berdiferensiasi bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, mengedepankan keberagaman dan memperhatikan perbedaan individu. Manfaat pembelajaran berdiferensiasi dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama, anak memiliki kesempatan untuk belajar dalam konteks yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya, merasa tertantang sehingga meningkatkan motivasi dan keinginan belajar. Kedua, diferensiasi meningkatkan penerimaan dan rasa hormat terhadap perbedaan individu, yang membantu mengembangkan pengalaman toleransi dan rasa hormat yang positif terhadap perbedaan. Ketiga, anak-anak belajar mengembangkan keterampilan sosial yang kuat dalam menghadapi teman sebaya dari latar belakang yang berbeda dengan kemampuan yang berbeda, yang pada akhirnya terbentuklah karakter profile pelajar Pancasila. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi yang kuat pada anak usia dini memiliki dampak positif yang signifikan terhadap keberhasilan anak secara keseluruhan.
The Effect of Using Rhythmic Gymnastics Videos and Traditional Games on Youtube Applications on Gross Motor Development in Early Childhood Adolfiron Luji; Irma Yuliantina
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025): Golden Age : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/golden_age.v9i1.5303

Abstract

Early childhood education covers a lot of ground, and one of the topics is gross motor skills, which involves teaching children how to move the largest and smallest muscles of their bodies, hands, and feet in an effort to help them children whose muscles are not yet strong. The method used in this research is a quantitative research method with a quasi-experimental type used by researchers in conducting research on East Oesapa Nazareth Preschool children. The results showed that there was a significant difference between the pre-test and post-test scores in the control and experimental groups. In the control group, the mean score increased from 30.00 in the pre-test to 31.80 in the post-test, with a statistically significant difference (p 0.002). In the experimental group, there was a greater increase from 30.60 in the pre-test to 37.10 in the post-test, with the difference also being significant (p 0.037). This shows that the use of rhythmic exercise videos and traditional games has a greater impact on the gross motor development of young children. The previous explanation shows that there are significant differences and influences between children who use rhythmic exercise videos and traditional games on the YouTube application. Both the pretest and posttest showed significant results and there was an influence before and after the treatment was given. One thing we can take from this research is that young children, especially those can benefit greatly from watching rhythmic exercise videos on YouTube and traditional games to improve their motor skills.
The Role of Female Principals in Early Childhood Education on Children’s Social-Emotional Development in Supporting SDG 4 Dwi Prasetiyawati Diyah Hariyanti; Sri Suciati; Muniroh Munawar; Irma Yuliantina; Perdana Afif Luthfy
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol. 7 No. 1 (2026): Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/hadlonah.v7i1.4129

Abstract

This study investigates the role of female principals in early childhood education (ECE) in fostering children’s social-emotional development toward achieving Sustainable Development Goal 4 (SDG 4). A convergent mixed-method survey was conducted with 164 female ECE principals in Central Java, Indonesia. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative responses were examined through thematic analysis to explain contextual challenges. The findings reveal that democratic leadership is the most dominant style (78% “always”), followed by delegative (70%), transformational (68%), and authoritarian leadership (42%). The relatively high use of authoritarian leadership indicates that principals often combine participatory and directive approaches in response to contextual challenges, including limited teacher competence and institutional constraints. The novelty of this study lies in three aspects. First, unlike previous Indonesian studies that mainly focused on teacher performance and administrative effectiveness, this study directly links female leadership styles with children’s social-emotional development outcomes. Second, this study integrates gender-based leadership analysis with the Socio-Ecological Model, emphasizing that children’s development is influenced not only by school leadership but also by collaboration among schools, families, and communities. Third, this study proposes a categorized framework of structural, human resource, and socio-cultural barriers that mediate leadership effectiveness in ECE institutions. The findings demonstrate that leadership effectiveness in ECE cannot be measured solely through managerial success, but through its contribution to holistic child development. This study also challenges the assumption that democratic leadership alone guarantees educational quality, showing that systemic support, teacher readiness, and parental involvement significantly shape leadership outcomes. The study repositions female leadership in ECE as outcome-oriented leadership that prioritizes children’s developmental well-being in line with SDG 4.
Pengembangan Panduan Guru Paud dalam Implementasi Karakter Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Siti Soleha; Nita Priyanti; Irma Yuliantina
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8319

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan panduan aplikatif serta kurangnya kolaborasi terstruktur antara sekolah dan orang tua dalam pembentukan karakter anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa panduan guru PAUD dalam mengimplementasikan nilai karakter Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Produk yang dihasilkan berbentuk buku panduan praktis dan sistematis yang memuat konsep dasar karakter, langkah-langkah implementasi dalam kegiatan pembelajaran, serta instrumen pemantauan dan evaluasi yang dapat digunakan guru secara langsung di kelas.. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4-D (define, design, develop, disseminate). Penelitian dilakukan di TK Negeri Tegal, Jakarta Pusat dengan melibatkan guru PAUD sebagai subjek penelitian, serta ahli materi dan ahli media sebagai validator. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi, observasi, dan angket respon guru, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kebutuhan guru terhadap panduan mencapai 81,11%; (2) hasil validasi ahli materi sebesar 94% dan ahli media sebesar 95% dengan kategori sangat layak; serta (3) respon guru terhadap kepraktisan produk mencapai 91,5% dengan kategori sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa panduan yang dikembangkan memiliki tingkat validitas dan kepraktisan yang tinggi serta mudah digunakan dalam implementasi pembelajaran. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada pengembangan produk panduan berbasis pembiasaan karakter yang aplikatif, terstruktur, dan kontekstual untuk PAUD, yang tidak hanya memperkaya kajian pendidikan karakter secara konseptual tetapi juga memberikan solusi praktis bagi guru dalam mengintegrasikan nilai karakter ke dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari serta memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua.
Development of Gaple Card Media "Smart Fathers Raise Children" as an Educational Media for Fathering in Early Childhood Irma Yuliantina; Nur Riska; Dhea Yuwono Putri; Karima Salihanisa; Syifa Andina; Dwi Purwestri Sri Suwarningsih; Yuli Yana; Lucy Herny
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10 No 3 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/dqxxee94

Abstract

Father involvement in early childhood care plays a crucial role in supporting children's socio-emotional development, health, and well-being. However, father participation in parenting education activities is still relatively limited, partly due to the lack of practical, contextual, and character-appropriate learning media. This study aims to develop and test the feasibility of the Gaple Card educational game "Smart Fathers Raise Children" as a means of family parenting education based on local culture. The study used a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The media was developed by modifying the traditional Gaple game and incorporating parenting messages sourced from the BKB Emas Module of the National Population and Family Planning Board (BKKBN). The trial was conducted with groups of fathers in Depok City and North Central Timor Regency (TTU) with facilitator assistance. The evaluation results showed that the media achieved a feasibility level of 96.61%, categorized as very feasible, and reviewed in terms of appearance, message content, ease of use, and usefulness. These findings indicate that the Gaple Card “Smart Fathers Raising Children” is effective as an interactive, non-patronizing, and relevant parenting education media for fathers, and has the potential to be used in the BKB Emas program, PAUD units, integrated health posts (posyandu), and various community-based parenting activities involving fathers.
Development of Digital Flipbook Media for Smart Fathers, Parenting Nur Riska; Irma Yuliantina; Karima Salihanisa; Dhea Yuwono Putri; Syifa Andina; Dwi Purwestri Sri Suwarningsih; Yuli Yana; Lucy Herny
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10 No 3 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/5cv4t651

Abstract

This research aims to develop and test the feasibility of learning media based on flipbook digital with the theme "Smart Fathers Raising Children". The development model used is ADDIE, which consists of five stages: (1)Analysis, analyzing fathers' needs in child care and family literacy problems; (2)Design, designing material structure, illustrations, and features flipbook digital according to user needs; (3)Development, developing media using software Heyzine to produce a product ready for testing; (4) Implementation, testing the media on a limited basis with fathers as the main users; and (5)Evaluation, evaluate the father's response and make revisions to improve the media. Mediaflipbook digital. This program presents informative content, interactive visuals, and easy-to-understand narratives to improve fathers' understanding and parenting literacy. Tests with fathers showed a 90.8% response rate, which is considered very strong and positive. Therefore, the flipbook digital" Smart Fathers Raise Children" is declared very suitable for use as a family learning medium to support the role of fathers in raising children.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini Melalui Model Pembelajaran Berbasis Proyek Irma Yuliantina; Venty Indah Puspitasari
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 9 No 1 (2025): JCE (Journal of Childhood Education) Maret - Agustus 2025
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v9i1.2400

Abstract

One of the important competencies that must be possessed by children in the 21st century is the ability to think critically. This study aims to find the right method for early childhood in improving critical thinking skills. Project-based learning is predicted to improve children's thinking skills in a fun and meaningful way according to learning in early childhood. This research method uses a descriptive qualitative approach. The results showed that project-based learning is directly proportional to critical thinking skills. High questioning ability with a percentage of 95.65% is directly proportional to projects focused on questions or problems with a percentage of 94.90%. Similarly, low analytical skills with a large percentage of 79.23% are directly proportional to projects that have development stages where children can solve problems with a large percentage of 79.00%. Project-based learning methods are proven to improve children's critical thinking skills by involving children in the learning process optimally.
Manfaat Digitalisasi Sebagai Sumber Belajar Dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran Anak Usia Dini Irma Yuliantina; Susy Anggriani
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 9 No 1 (2025): JCE (Journal of Childhood Education) Maret - Agustus 2025
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v9i1.2402

Abstract

The development of digital technology today is increasingly rapid, teachers use digital tools for various purposes. Through the digitization system, it will speed up and make it easier for teachers to get various information related to teaching materials, so that the learning process and objectives will be achieved optimally. This study aims to understand the benefits of digitalization as a learning resource in improving the early childhood learning process. The methodology in this study uses descriptive qualitative, researchers try to describe and interpret teacher perceptions in relation to the benefits of digitalization as a learning resource in improving the early childhood learning process. From the results of the study, a significant comparison was obtained between the use of digitalization as a learning resource with the improvement of the early childhood learning process. This is reinforced by the average percentage of digitalization utilization of 93.63% directly proportional to the increase in the learning process of 97.01%. Teacher respondents as children's learning companions gave positive approval that there was an improvement in the learning process by utilizing digitalization as a learning resource. The use of digitalization as a learning resource is proven to improve the process of quality child learning. The use of digital tools can help in meeting children's learning needs according to the characteristics and stages of early childhood development.