Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PKM Pembelajaran Berdiferensiasi bagi Anak Usia Dini Bersama IGTKI Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan Irma Yuliantina; Johana Kastanja; Yunita Damayanti; Yunita; Anna Maria Jacob; Fitri Indri Yani; Fitriani; Fauzia Herli Noviampura; Isye Syoleha; Maulina Sucihati; Henny Chusnarin Haryanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa Vol. 2 No. 4 (2023): August 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmf.v2i4.5542

Abstract

Pedidikan anak usia dini memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk fondasi perkembangan anak baik secara koginitif, motorik, daya kreatifitas serta terbentuknya karakter profil pelajar Pancasila. Pendekatan pembelajaran diferensiasi hadir sebagai suatu gaya pembelajaran efektif memenuhi kebutuhan individu anak secara holistik. Tujuan dari penelitian ini adalah pentingnya para guru mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi pada anak usia dini serta menganalisis strategi dan manfaatnya dalam membangun kesuksesan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data angket yang disebar melalui google form, observasi partisipan dan wawancara dengan guru. Hasil angket survei penelitian menunjukkan bahwa guru IGTKI Pesanggrahan Jakarta Selatan memerlukan wawasan pembelajaran atau training tentang pembelajaran berdiferensiasi, manfaat serta pelaksanaan implementasi di dalam kelas. Pada anak usia dini pembelajaran berdiferensiasi bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, mengedepankan keberagaman dan memperhatikan perbedaan individu. Manfaat pembelajaran berdiferensiasi dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama, anak memiliki kesempatan untuk belajar dalam konteks yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya, merasa tertantang sehingga meningkatkan motivasi dan keinginan belajar. Kedua, diferensiasi meningkatkan penerimaan dan rasa hormat terhadap perbedaan individu, yang membantu mengembangkan pengalaman toleransi dan rasa hormat yang positif terhadap perbedaan. Ketiga, anak-anak belajar mengembangkan keterampilan sosial yang kuat dalam menghadapi teman sebaya dari latar belakang yang berbeda dengan kemampuan yang berbeda, yang pada akhirnya terbentuklah karakter profile pelajar Pancasila. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi yang kuat pada anak usia dini memiliki dampak positif yang signifikan terhadap keberhasilan anak secara keseluruhan.
Pengembangan Kurikulum PAUD Berbasis Budaya Lokal Dalam Konteks Kompetensi Global: Studi Literatur Irma Yuliantina; Yoshepine Wijayanti; Resi Lovita; Rina Damayanti; Yunita; Sekar Pinilih; Dian Nur Rachmawati; Annisa Fadhilah; Kurnia Rahayu; I Made Suardana Putra
Efektor Vol 13 No 1 (2026): Efektor Vol.13 No.1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v13i1.28229

Abstract

Pengembangan kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) perlu dilakukan secara kontekstual dengan memperhatikan karakteristik satuan pendidikan, termasuk budaya lokal yang hidup di lingkungan sekitar anak. Hal ini sejalan dengan pandangan teoretis dan pedagogis bahwa anak usia dini belajar secara optimal melalui pengalaman konkret yang dekat dengan kehidupan sehari-harinya. Budaya lokal menyediakan konteks autentik bagi kegiatan bermain, eksplorasi, dan inkuiri yang memungkinkan anak belajar secara holistik dengan mengintegrasikan aspek kognitif, sosial-emosional, bahasa, moral, dan motorik. Selain itu, dalam kerangka pendidikan abad ke-21, penguatan kompetensi global tidak berarti mengabaikan konteks lokal, melainkan berangkat dari pemahaman dan penghargaan terhadap budaya sendiri sebagai fondasi untuk berinteraksi di tingkat yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis,merumuskan model konseptual, atau mengidentifikasi prinsip pengembangan kurikulum berbasis budaya lokal dalam pengembangan kurikulum PAUD melalui kajian landasan teoretis, temuan penelitian terdahulu, serta kebijakan pemerintah Indonesia yang menekankan analisis karakteristik satuan pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur naratif dengan analisis tematik terhadap artikel jurnal, buku, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum PAUD berbasis budaya lokal selaras dengan prinsip pembelajaran bermakna dan berpusat pada anak serta memperkuat karakter anak usia dini.