Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Respon Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.) Terhadap Media Tanam dan Komposisi Nutrien Pada Budidaya Hidroponik Dengan Sistem Sumbu (Wick System) Nanik Lutfiyah; Fitri Rahmaningsih; Githa Apriliana Y.P
Corolla: Jurnal Sains Pertanian Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.388 KB) | DOI: 10.32492/corolla.v2i1.213

Abstract

Lobak putih merupakan komoditas sayuran dengan produktivitas yang sangat tinggi. danĀ  merupakan tanaman sayuran yang potensial dan dapat dikembangkan menjadi komoditas yang menguntungkan. Adanya perlakuan konsentrasi POC sabut kelapa dan serbuk cagkang telur ayam diduga dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman lobak putih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk organik cair tempurung kelapa dan dosis tepung telur cangkang ayam terhadap pertumbuhan tanaman lobak putih (raphanus sativus var. longipinnatus). Penelitian menggunakan bibit lobak putih varietas chines radish long. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial (RAL), yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi POC sabut kelapa (S) erdiri dari: S0= 0 ml/polybag, S1= 150 ml/polybag, S2= 300 ml/polybag, S3= 450 ml/polybag .faktor kedua adalah serbuk cagkang telur ayam (C) terdiri dari: C0= 0 gr/polybag, C1= 12.5 gr/polybag, C2= 25 gr/polybag, C3= 37.5 gr/polybag. Dari perlakuan tersebut diperoleh 16 kombinasi perlakuan. Penelitian dilakukan di persawahan Desa Sajen Kecamatan Pacet dari Oktober 2018 hingga Desember 2018. Teknik analisis data menggunakan analisis ragam (varians) dan selanjutnya diuji Beda Nyata Terkecil (BNT) sebesar 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi POC sabut kelapa dan serbuk cagkang telur ayam berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman lobak putih. Pada Kombinasi perlakuan konsentrasi POC sabut kelapa dan serbuk cagkang telur ayam (S3C3) yaitu 450 ml/polybag dan 37.5 gr/polybag menunjukkan adanya interaksi dan memberikan hasil yang terbaik pada parameter berat brangkasan atas, berat umbi dan diameter umbi tanaman lobak putih (raphanus sativus var. longipinnatus).
Efektifitas POC Sabut Kelapa Dan Serbuk Cangkang Telur pada Produktifitas Lobak Putih (Raphanus sativus L) Rahmad Pribadi; Nanik Lutfiyah; Mohammad Fatoni
Corolla: Jurnal Sains Pertanian Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.649 KB) | DOI: 10.32492/corolla.v3i1.733

Abstract

White bean is a potential vegetable crop and can be developed into a profitable commodity because of its high productivity. The purpose of this study was to determine the effect of coconut-based organic liquid fertilizer (OLF) and chicken eggshell-based flour on the growth of white radish (Raphanus sativus var. longipinnatus). This research was carried out via factorial Completely Randomized Design (CRD), which consisted of two factors and three replications. The first factor is the concentration of coconut-based OLF (S) consisting of: S0 = 0 /polybag, S1 = 150 /polybag, S2 = 300 /polybag, S3 = 450 /polybag, the second factor is chicken eggshell powder (C) consisting of: C0= 0 /polybag, C1= 12.5 /polybag, C2= 25 /polybag, C3= 37.5 /polybag. The data analysis technique implemented variance analysis and then tested the Least Significant Different (LSD) of 5%. The results showed that the administration of coconut-based OLF and chicken eggshell powder significantly affected the growth of white radish plants. In the combination treatment, the concentration of coconut-based OLF and chicken eggshell powder (S3C3) was 450 /polybag and 37.5 /polybag, respectively. It gave the best results on stover weight, tube weight and a tube diameter of white radish (Raphanus sativus var. longipinnatus).
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN BAYAM MELALUI PENAMBAHAN ASAM HUMAT Dwi Rizaldi Hatmoko; Nanik Lutfiyah; Mohamad Sofyan
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i2.10000

Abstract

Asam humat adalah bahan organik yang meningkatkan aerasi tanah dan retensi air. Asam humat memiliki luas permukaan yang lebih besar dan kendaraan yang dapat menyerap dan menahan air tujuh kali lebih banyak daripada pasir. Asam humat kini digunakan sebagai bahan tambahan pupuk yang dapat meningkatkan penggunaan pupuk dan meningkatkan hasil panen. Memasok asam humat efektif dalam memerangi penyakit. Penelitian ini dilaksanakan di di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto dengan melakukan pengamatan secara berkala setiap 10 hari sekali dengan melakukan pengamatan berupa; tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang jumlah malai, persentase serangan OPT, Analisa Usaha Tani dan data pada saat panen. Hasil penelitian menyatakan bahwa adanya asam humat yang mencapai ketinggian tanaman bayam, yang mengandung baik asam humat maupun karbohidrat, meningkatkan kandungan karbohidrat pada tanaman bayam, sehingga tanaman bayam memiliki cadangan hara yang cepat berkembang tunas baru.
RESPON PRODUKTIVITAS TANAMAN LOBAK PUTIH (RAPHANUS SATIVUS VAR. LONGIPINNATUS) PADA PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR SABUT KELAPA Nanik Lutfiyah; Daru Setyo Rini
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.13841

Abstract

Lobak putih merupakan salah satu jenis sayuran yang terkenal dengan tingkat produksinya yang tinggi. Jika dirawat dengan baik pada masa pertumbuhan, lobak putih mampu menghasilkan hasil yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana respon lobak putih (Raphanus sativus Var. Longipinnatus) terhadap penggunaan pupuk cair organik berbahan sabut kelapa dan bagaimana pengaruhnya terhadap produksi tanaman secara keseluruhan. Benih lobak putih ini berasal dari varietas lobak panjang Tiongkok, yang digunakan untuk penyelidikan. Dalam penelitian khusus ini, rencana percobaan terdiri dari rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu unsur. Konsentrasi pupuk organik cair sabut kelapa (S) menjadi faktor yang menjadi pertimbangan. Penelitian ini mengkaji pupuk organik cair pada empat tingkat konsentrasi yang berbeda. Kadar tersebut ditandai dengan simbol S0 = 0 ml/polibag, S1 = 150 ml/polibag, S2 = 300 ml/polibag, dan S3 = 450 ml/polibag. Dengan menggunakan analisis varians (juga dikenal sebagai sidik jari varians), kami menganalisis data yang kami peroleh. Apabila terdapat perbedaan maka ambang batas Beda Nyata Terkecil (BNT) sebesar 5% akan dilakukan pengujian tambahan. Berdasarkan temuan penelitian ini, tanaman lobak putih mempunyai respon yang baik jika diberikan pupuk organik cair dengan konsentrasi tinggi yang terbuat dari sabut kelapa
RESPON PRODUKTIVITAS TANAMAN LOBAK PUTIH (RAPHANUS SATIVUS VAR. LONGIPINNATUS) PADA PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR SABUT KELAPA Nanik Lutfiyah; Daru Setyo Rini
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.13841

Abstract

Lobak putih merupakan salah satu jenis sayuran yang terkenal dengan tingkat produksinya yang tinggi. Jika dirawat dengan baik pada masa pertumbuhan, lobak putih mampu menghasilkan hasil yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana respon lobak putih (Raphanus sativus Var. Longipinnatus) terhadap penggunaan pupuk cair organik berbahan sabut kelapa dan bagaimana pengaruhnya terhadap produksi tanaman secara keseluruhan. Benih lobak putih ini berasal dari varietas lobak panjang Tiongkok, yang digunakan untuk penyelidikan. Dalam penelitian khusus ini, rencana percobaan terdiri dari rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu unsur. Konsentrasi pupuk organik cair sabut kelapa (S) menjadi faktor yang menjadi pertimbangan. Penelitian ini mengkaji pupuk organik cair pada empat tingkat konsentrasi yang berbeda. Kadar tersebut ditandai dengan simbol S0 = 0 ml/polibag, S1 = 150 ml/polibag, S2 = 300 ml/polibag, dan S3 = 450 ml/polibag. Dengan menggunakan analisis varians (juga dikenal sebagai sidik jari varians), kami menganalisis data yang kami peroleh. Apabila terdapat perbedaan maka ambang batas Beda Nyata Terkecil (BNT) sebesar 5% akan dilakukan pengujian tambahan. Berdasarkan temuan penelitian ini, tanaman lobak putih mempunyai respon yang baik jika diberikan pupuk organik cair dengan konsentrasi tinggi yang terbuat dari sabut kelapa
STUDI PENGENDALIAN HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera frugiperda) DENGAN Beauveria bassiana PADA TANAMAN JAGUNG SECARA IN VIVO DAN IN VITRO Lutfiyah, Nanik; Wulandari, Dwi; Sudarno, Sudarno
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 12 No. 4 (2024): October: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v12i4.5537

Abstract

Spodoptera frugiperda is a new invasive insect in Indonesia that has become a main pest of corn plants. This pest attacks the whole living stages of corn plants from the vegetative to the generative phase and causes major damage in the vegetative phase. This research aims for the utilisation of a biological control agent, namely the entomopathogenic fungus Beauveria bassiana, to control armyworm pests (S. frugiperda) on corn plants. Application of B. bassiana was carried out on S. frugiperda with concentrations of 106, 107, 108, 109 and 1010 conidia/ml with the amount of 10 ml/treatment. The results showed that the highest mortality rate for S. frugiperda in treatment 1010 reached approximately 33% and the LC50 probit analysis had a value of 1.17 X 108. Symptoms of death in S. frugiperda caused by B. bassiana can be seen from changes in the color and shape of the insect's body, which is a sign of infection by this fungus.
Optimalisasi Komposisi Media Dan Molase Pada Hasil Pleurotus Ostreatus Lutfiyah, Nanik; Indah Fitriani, Dwi
Nucleus Journal Vol. 2 No. 2 (2023): November
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/nucleus.v2i2.2206

Abstract

This study investigated the optimal use of wood species and molasses in cultivating Pleurotus ostreatus, commonly known as oyster mushroom. Previous studies have often neglected the specific impact of different wood media on mushroom yield, leading to inconsistent results in productivity. This study addresses these shortcomings by systematically evaluating the effects of wood species, including sengon, kapok, and teak, and adding molasses as a nutrient source. The methodology involved controlled experiments to assess growth parameters, including the duration of mycelial spread and the total number of fruiting bodies produced. The novelty of this study lies in the comprehensive approach of combining wood species selection with nutrient supplementation, which has not been extensively explored in previous studies. The results showed that sengon wood significantly increased fruiting body yield compared to kapok and teak, with an average of 12 fruiting bodies per bunch. This study not only provides insights into effective mushroom cultivation practices but also highlights the potential for increased productivity through strategic media selection and nutrient addition. Future benefits of this study include improved agricultural practices for mushroom farmers, leading to higher yields and better economic returns. These findings can serve as a basis for further studies aimed at optimizing mushroom cultivation techniques, ultimately contributing to sustainable agricultural development.