Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN MODEL LATIHAN FISIK PENDAKI PEMULA UNTUK SISWA ANGGOTA PECINTA ALAM TINGKAT SMA DI DKI JAKARTA Hartman Nugraha; Hernawan; Iwan Barata; Masnur Ali
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.967 KB)

Abstract

Abstract The purpose of this service activity is to increase the insight of high school nature lovers in terms of basic knowledge about physical exercise as a support for organizational activities in outdoor activities. In this training students will be given various understandings and also examples of physical exercises that can be applied after they have attended the training. Thus the school as a center of education will be a driving force in developing student interests and talents. Apart from that, with this training schools will also gain knowledge about the importance of proper physical exercise for students so that events that often occur in nature, due to a lack of knowledge about the preparations that will be carried out before doing activities in nature, will be reduced because of it. This activity will be held in 2 areas of Jakarta and will be attended by around 50 students who are members of the nature lovers at the school. The community service method uses training for students to be able to understand and increase knowledge about several forms of physical exercise for students who are nature lovers. This activity will be carried out continuously and adjusting to the learning schedule in schools in the period April - October 2020. The results of this activity will target the output of the activity in the form of making activity videos and sharing them on the Youtube video sharing network site. Abstrak Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan wawasan para siswa anggota pecinta alam tingkat SMA dalam hal pengetahuan dasar tentang latihan fisik sebagai penunjang kegiatan organinsasi di kegiatan alam terbuka. Dalam pelatihan ini para siswa akan diberikan berbagai pemahaman dan juga contoh latihan fisik yang dapat diterapka setelah mereka mengikuti pelatihan tersebut. Dengan demikian sekolah sebagai pusat pendidikan akan menjadi pendorong dalam pengembangan minat dan bakat siswa. Selain daripada itu, dengan pelatihan ini juga sekolah akan mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya latihan fisik yang benar bagi siswa sehingga kejadian yang kerap terjadi di alam, karena kurangnya pengetahuan tentang persiapan yang akan dilakukan sebelum melakukan kegiatan di alam akan menjadi berkurang karenanya. Kegiatan ini akan dilaksanakan di 2 wilayah Jakarta dan akan diikuti sekitar 50 siswa yang merupakan anggota pecinta alam di sekolah tersebut. Adapun metode pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pelatihan kepada para siswa untuk dapat memahami dan menambah pengetahuan tentang beberapa bentuk latihan fisik bagi siswa anggota pecinta alam. Aktifitas ini akan dilakukan secara berkesinambungan dan menyesuaikan dengan jadual pembelajaran di sekolah dalam kurun waktu bulan April – Oktober 2020. Hasil kegiatan ini akan menargetkan luaran kegiatan berupa pembuatan video kegiatan dan membagikannya ke situs jejaring berbagi video Youtube.
SOSIALISASI MODEL PERMAINAN UNTUK PEMANASAN PADA OLAHRAGA RUGBY Iwan Barata; Hartman Nugraha; Masnur Ali
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.916 KB)

Abstract

Abstract The purpose of this service is to increase the variety of warm-up in the sport of rugby in the form of a game model that can be applied as a training tool for rugby athletes. This service was carried out for 2 months from August - September 2020 at the Faculty of Sports Science, State University of Jakarta, followed by 25 students and 3 students to support community service activities. The activity method uses a theoretical approach consisting of material exposure, discussion and question and answer as well as a practical approach consisting of a demonstration of a game model with indicators of success which is marked by the high motivation of the participants in participating in this socialization activity. The results obtained in carrying out this service activity are that seen from the level of desire of the participants to participate in the socialization of the game model for warm-up in rugby, it is very large, and the participants are generally interested in participating with the reason to add knowledge and new skills about the game model for warming up. in rugby. Based on the above results, it can be concluded that this community service activity is running well and has the benefit of increasing knowledge and skills of game models for warming up in rugby. Abstrak Tujuan dilaksanakannya pengabdian ini adalah bertambahnya variasi pemanasan dalam olahraga rugby dalam bentuk model permainan yang dapat diaplikasikan sebagai sarana latihan bagi atlet rugby. Pengabdian ini dilakukan selama 2 bulan dari Agustus – September 2020 bertempat di Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Jakarta dengan diikuti oleh 25 mahasiswa dan 3 mahasiswa penunjang kegiatan pengabdian. Metode kegiatan menggunakan pendekatan teoritis yang terdiri dari pemaparan materi, diskusi dan tanya jawab serta pendekatan praktik yang terdiri dari demonstrasi model permainan dengan indikator keberhasilan yang ditandai dengan tingginya motivasi peserta dalam mengikuti kegiatan sosialisasi ini. Hasil yang didapat dalam melaksanakan kegiatan pengabdian ini adalah bahwa dilihat dari tingkat keinginan peserta untuk mengikuti kegiatan sosialisasi model permainan untuk pemanasan pada olahraga rugby sangat besar, dan para peserta umumnya tertarik untuk mengikuti dengan alasan untuk menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan baru tentang model permainan untuk pemanasan pada olahraga rugby. Berdasarkan hasil diatas maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan baik dan memiliki manfaat yaitu menambah pengetahuan dan keterampilan model permainan untuk pemanasan pada olahraga rugby.
PELATIHAN BARIS-BERBARIS UNTUK GURU-GURU SMA PENJASORKES SE-JAKARTA TIMUR iwan barata; Hartman Nugraha; Boyke Adam H Manopo
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.949 KB)

Abstract

Abstract Abstract. This study aims to create a line-up training for high school physical education teachers in East Jakarta. With the aim of research to develop the abilities and skills of the Penjasorkes high school teachers in East Jakarta. This study uses a demonstration and practice method, where the resource person gives a demonstration and is followed by direct practice by the trainees in rows. The training was conducted by 3 resource persons and 2 support team members, held at the Faculty of Sports Science, State University of Jakarta with the research subject of 20 Penjasorkes high school teachers throughout East Jakarta. From the observations made during the training, the training participants had great enthusiasm and motivation from the beginning to the end of the training. Participants are also very satisfied with this kind of training, where they can increase their knowledge, skills and expertise in marching in accordance with the TNI/POLRI's Row Regulations. Based on the results of the study, it can be concluded that the motivation and enthusiasm of the participants in participating in the marching training was very good and high. There was a positive interaction between the training implementation team and the training participants so that all training materials could be absorbed in accordance with the directions and standards. It is very important to conduct marching training for high school physical education teachers throughout East Jakarta in order to further improve the knowledge, abilities and skills of teachers so that they can maximize their abilities and expertise in marching. Abstrak Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk membuat pelatihan baris-berbaris untuk guru-guru SMA penjasorkes se-Jakarta Timur. Dengan tujuan penelitian untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan baris-berbaris para guru SMA Penjasorkes se-Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode demonstrasi dan praktek, dimana narasumber memberikan demonstrasi dan dilanjutkan dengan praktek langsung oleh peserta pelatihan baris-berbaris. Pelatihan dilakukan oleh 3 orang narasumber dan 2 orang tim pendukung, dilaksanakan di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta dengan subjek penelitian sebanyak 20 orang guru SMA Penjasorkes se-Jakarta Timur. Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada saat pelatihan berlangsung, para peserta pelatihan memiliki semangat dan motivasi besar dari awal hingga akhir pelatihan. Peserta juga sangat puas dengan adanya pelatihan seperti ini, dimana mereka dapat menambah pengetahuan, kemampuan serta keahlian dalam baris-berbaris yang sesuai dengan Peraturan Baris berbaris milik TNI/POLRI. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa motivasi dan antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan baris-berbaris ini sangat baik dan tinggi. Terjadi interaksi positif antara tim pelaksana pelatihan dengan peserta pelatihan sehingga semua materi pelatihan dapat terserap sesuai dengan arahan dan standarnya. Pelatihan baris-berbaris untuk guru guru SMA penjasorkes se-Jakarta Timur ini sangat penting dilakukan agar dapat lebih meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan para guru sehingga mereka dapat memaksimalkan kemampuan dan keahlian dalam baris-berbaris.
PELATIHAN OLAHRAGA TRADISIONAL KEPADA GURU DI KOTA CILEGON Hartman Nugraha; Hernawan; Masnur Ali
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The purpose of the outreach program to the community is to provide training to teachers regarding traditional game learning materials at school. The method of carrying out activities is that of instructors from academics and competent practitioners in the field. This learning involves changing the values, feelings, skills and knowledge students acquire through activities they do. Participants were present in an activity of 50 sports teachers. It is hoped that curriculum materials will be more interesting and have the latitude to present all aspects of basic motion and exercise action to achieve those aspects that serve the purpose and function of coaching, activities designed to bengate the various forms of presentation of traditional games, individual and group work, the application of simple discipline and rules. The program consists of traditional game models that are adapted to fun, exciting, and accessible elementary children. The wide target to be achieved is that an elementary school teacher will be able to do fun outside class learning by following the shapes of models developed, adding learning references to teachers, making youtube videos so that other teachers can be admitted to and published in the community service journal. Abstrak Tujuan pada Program Pengabdian Pada Masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada para guru terkait pembelajaran materi permainan tradisional di sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan metode instruktur yang berasal dari akademisi dan praktisi yang sudah berkompeten dibidangnya. Pembelajaran ini melibatkan perubahan nilai, perasaan, keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh siswa melalui kegiatan yang mereka lakukan. Peserta yang hadir dalam kegiatan berjumlah 50 orang guru olahraga. Dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat disajikan materi kurikulum dengan lebih menarik dan memiliki keleluasaan waktu untuk menyajikan seluruh aspek dalam gerak dasar dan gerak olahraga untuk mencapai aspek- aspek yang menjadi tujuan dan fungsi pembinaan, kegiatan dirancang bengan berbagai bentuk penyajian yaitu permainan tradisional, kerja individu dan kelompok, penerapan disiplin dan peraturan yang sederhana. Program ini terdiri dari model permainan tradisional yang disesuaikan dengan anak-anak SD yang menyenangkan, menarik dan dapat diakses untuk semua. Target luaran yang akan dicapai adalah guru SD akan dapat melakukan pembelajaran luar kelas secara menyenangkan dengan mengikuti bentuk-bentuk model yang dikembangkan, menambah referensi pembelajaran untuk para guru, membuat video youtube sehingga guru-guru yang lain dapat ikut mengakses dan dapat terpublikasi pada jurnal pengabdian masyarakat.
Leg Muscle Strength and Balance in Edging Techniques in Jakarta's Rock-Climbing Athletes Annisah Nur Aliyah; Hartman Nugraha; Hidayat Humaid
Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES) Vol 6 No 2 (2024): Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES)
Publisher : Program Studies of Physical Education, Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpes.v6i2.5981

Abstract

Objective. This study aims to investigate the correlation between leg muscle strength and edging technique better to understand the impact of strength training on skiing performance. Additionally, we aim to explore the relationship between balance and edging techniques and the interplay between leg muscle strength and balance in the context of edging technique. By examining these factors, we hope to gain valuable insights into how skiers can optimize their technique and improve their overall performance on the slopes. Material and Method. On December 13, 2023, a research data collection was conducted at the Jakarta International Wall Climbing. An associative quantitative research method with correlation studies was used in this research. The main goal of this study was to find out the correlation between variables. The population of this research was comprised of training athletes from Jakarta who were involved in rock climbing, and a sample of 30 individuals was selected through purposive sampling technique. The leg dynamometer was used for testing the leg muscle strength, while the one-stand balance test was used to evaluate the edging technique with the edging climbing test. Result. The data analysis results indicate that there is a direct and positive correlation between leg muscle strength (X1) and the efficiency of the edging technique (Y). This correlation is illustrated by the regression equation Ŷ = 1.272 + 0.063X₁, with a corresponding correlation coefficient (ryx1) value of 0.727. Similarly, the analysis also shows a positive correlation between balance (X2) and the effectiveness of the edging technique (Y), which is demonstrated by the regression equation Ŷ = 0.917 + 0.111X2, with a correlation coefficient (ryx2) value of 0.736. Furthermore, the study reveals that there is a positive correlation between running speed (X1) and balance (X2) with the results of the edging technique (Y), as indicated by the equation Ŷ = 0.692 + 0.035X1 + 0.66X2. The corresponding Ry1-2 correlation coefficient is 0.788. Conclusion. Rock climbing is a physically challenging sport that requires a great deal of strength and skill. One of the key aspects of climbing is having strong leg muscles, as this allows climbers to transfer maximum strength to their feet and maintain a sturdy grip on the footholds. With strong legs, climbers can put less pressure on their hands and rely more on their feet for support, making it easier to balance and climb effectively. To achieve this optimal level of strength and control, it's essential to engage in regular leg strength training exercises that focus on building up the muscles used in edging. By doing so, climbers can improve their abilities and tackle even more difficult routes with confidence and ease.
MODEL PERMAINAN FACE CLIMBING DALAM PANJAT TEBING PADA MAHASISWA UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAYA A.Sirojul Munir; Hartman Nugraha; Sri Nuraini
Journal Olahraga Rekat (Rekreasi Masyarakat) Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model permainan face climbing dalam panjat tebing pada mahasiswa, yaitu di Universitas Negeri Jakarta dan di Universitas Bhayangkara Jaya. Waktu penelitian terhitung selama 3 bulan selama Maret 2019 – Mei 2019. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian ADDIE, dimana penelitian menggunakan 5 tahapan yaitu Analisis, desain, pengembangan model, pelaksanaan, evaluasi. Hasil penelitian menghasilkan produk yang berupa model permainan face climbing dalam panjat tebing untuk mahasiswa yang telah di revisi oleh ahli permainan dan ahli panjat tebing sebanyak 15 model yang diujicobakan dalam kelompok kecil sebanyak 15 mahasiswa dan kelompok besar sebanyak 30 mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa model permainan face climbing dalam panjat tebing ini dapat menjadi media untuk digunakan dalam proses kegiatan panjat tebing, sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik dalam proses meningkatkan kemampuan teknik dasar panjat tebing pada mahasiswa, berdasarkan hasil penelitian model bermain panjat tebing dapat dikembangkan dan dapat diterapkan terhadap mahasiswa Universitas Bhayangkara Jaya.
MODEL PEMANASAN SEPAKBOLA BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK ANAK USIA 10 TAHUN Hafizh Dzakwan; Hartman Nugraha; Sri Nuraini
Journal Olahraga Rekat (Rekreasi Masyarakat) Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat model pemanasan sepakbola berbasis permainan tradisional untuk anak usia 10 tahun, yaitu di SSB Toyo Haryono. Waktu penelitian terhitung selama 3 bulan selama Mei 2019 – Juli 2019. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian ADDIE, dimana penelitian menggunakan 5 tahapan yaitu Analisis, desain, pengembangan model, pelaksanaan, evaluasi. Hasil penelitian menghasilkan produk yang berupa model pemanasan sepakbola berbasis permainan tradisional untuk anak usia 10 tahun yang telah di revisi oleh ahli permainan dengan jumlah 15 model yang diujicobakan dalam kelompok kecil sebanyak 12 anak dan kelompok besar sebanyak 20 anak. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa model pemanasan sepakbola ini dapat menjadi media untuk digunakan dalam proses kegiatan sepakbola, sehingga dapat memberikan motivasi latihan yang baik dalam proses meningkatkan kemampuan teknik dasar sepakbola pada anak usia 10 tahun, berdasarkan hasil penelitian model pemanasan sepakbola dapat dikembangkan dan dapat diterapkan terhadap siswa di SSB Toyo Haryono. Terdapat perbedaan antara hasil Pre test dan hasil Post test yang diperoleh dari uji coba kelompok besar dengan menerapkan model pemanasan sepak bola di SSB Toyo Haryono, Jakarta Timur. Telah diperoleh hasil Pre test sebesar 1384 dan hasil Post test sebesar 1627
PENERAPAN PERMAINAN MODIFIKASI ENGKLEK UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK PADA ANAK USIA DINI 6-8 TAHUN DIPERUMAHAN REGENCY 1 TANGERANG Irvan Septianto; Muhamad Arif; Hartman Nugraha
Journal Olahraga Rekat (Rekreasi Masyarakat) Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak di perumahan regency 1 tangerang sebagian besar dalam kemampuan gerak yang kurang maksima. Hal itu bisa terlihat dengan rendahnya kemampuan anak untuk mengkoordinasi gerak dalam bermain modifikasi engklek. Untuk meningkatkan gerak anak dalam kecerdasan kinestetik. penelitian ini menggunakan tindakan kelas, Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik pada anak tersebut menggunakan permainan engklek Hasil penelitian menunjukan adanyapeningkatanyang terlihat dari lembar observasi yang terdapat di bab IV. Dari hasil penelitian Siklus I dan hasil penelitian siklus II menunjukan peningkatan pada persentase serta ketuntasan. Kesimpulan Penelitian ini adalah bah penerapan permainan modifikasi engklek dapat meningkatkan kecerdasan kinestetik pada anak usia dini 6-8 tahun di perumahan regency 1.
MODEL PERMAINAN AKURASI LEMPAR PISAU PADA ANAK USIA 10 - 12 TAHUN Anggi Dina Pratiwi; Hartman Nugraha; Aryati
Journal Olahraga Rekat (Rekreasi Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat model permainan akurasi lempar pisau pada anak usia 10–12 tahun. Pendekatan penelitian pengembangan model permainan akurasi lempar pisau ini menggunakan model penelitian dan pengembangan (Research and Development) dari ADDIE. Subjek pada penelitian ini adalah anggota PORLEMPIKA dengan jumlah 15 anak. Pada penelitian ini peneliti bekerjasama dengan satu dosen ahli, dan dua pelatih lempar pisau PORLEMPIKA sebagai expert judgement. Uji validitas yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan uji justifikasi ahli dan pelatih, dimana model permainan yang telah dibuat dan diuji cobakan kemudian dikonsultasikan serta dinilai oleh dosen ahli dan para ahli dalam bidang olahraga lempar pisau. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat model permainan akurasi lempar pisau pada anak usia 10–12 tahun. Model permainan ini juga bertujuan untuk dapat dijadikan bahan referensi atau pedoman bagi para pelatih dalam melatih akurasi lempar pisau. Melalui uji validitas yang dilakukan dengan menggunakan uji justifikasi ahli dan pelatih, menghasilkan produk model membuat model permainan akurasi lempar pisau pada anak usia 10–12 tahun sebanyak 15 model permainan.
Model Aktivitas Fisik Berbasis Outdoor Activity Untuk Kepemimpinan Anak Pra Remaja Muhammad Ghifari Syukur; Hartman Nugraha
Journal Olahraga Rekat (Rekreasi Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan aktivitas fisik berbasis outdoor activity dengan membuat suatu program permainan yang memiliki indikator kepemimpinan di dalamnya. Program ini dibuat dalam bentuk aktivitas fisik dengan terdapat unsur permainan di dalam nya. Tujuan dari dibuatnya aktivitas fisik berbasis outdoor activity ialah untuk membuat kegiatan yang biasanya di lakukan di dalam kelas di lakukan di tempat yang berada di luar kelas, bertujuan agar siswa merasakan sensasi baru dalam melakukan kegiatan aktivitas fisik. Di samping itu kegiatan aktivitas fisik juga di tambah dengan indikator kepemimpinan agar anak belajar bagaimana berkerja sama dalam kelompok, mengelola emosi, pemecahan masalah dalam kelompok dan pengambilan keputusan. Selama ini aktivitas fisik dianggap membosankan dengan di adakannya aktivitas fisik berbasis outdoor activity di harapkan menjadi lebih bervariatif dan menarik, sehingga para anak pra remaja bisa mengikuti kegiatan dengan senang bahkan berpotensi membuat mereka menjadi lebih aktif serta rajin melakukan aktivitas. Menurut Dick et al. (2005) mengembangkan model-model pengembangan yaitu model ADDIE, model tersebut terdiri dari lima tahapan pengembangan. Model yang melibatkan tahap-tahap pengembangan model dengan lima langkah atau fase pengembangan meliputi: Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery and Evaluations. Hasil akhir dari produk model aktivitas fisik berbasis outdoor activity untuk kepemimpinan anak pra remaja setelah dilakukan penelitian dapat disimpulkan bahwa model permainan yang di terapkan layak dan sesuai. Hasil dari analisis kebutuhan menunjukan bahwa anak-anak sangat senang dan bersemangat mengikuti permainan yang berikan. Dengan menerapkan model aktivitas fisik berbasis outdoor activity untuk kepemimpinan anak pra remaja anak-anak akan lebih senang melakkan aktivitas fisik atau permainan di luar ruangan dan tidak hanya melakukan kegiatan di dalam kamar atau terpaku pada gadget seiring perkembangan zaman. Serta permainan aktivitas fisik ini juga memiliki indikator kepemimpinan, dimana di harapkan anak dapat mengimplementasikan indikator tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pembentukan kepemimpinan lewat aktivitas fisik di rasa sangat baik karena anak dapat melakukannya secara bersama-sama maupun individu dan melakukannya dengan gembira.