Ni Putu Sumarmi
Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perempuan Di Hadapan Laki-Laki: Sebuah Perbandingan Sebelum Dan Sesudah Kejatuhan Manusia Berdasarkan Kejadian 1-3 Paulus Dimas Prabowo; Ni Putu Sumarmi; Riska Verdiana
Shalom: Jurnal Teologi Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Syalom Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.004 KB) | DOI: 10.56191/shalom.v2i1.16

Abstract

The position of women against men has triggered discussions as well as problems in the socio-religious realm. There are two main views regarding the position of women, namely the view that women are inferior to men and the other view that women should be equal to men. Each certainly voiced the claim that his views were correct. This fact raises the question of how the biblical view of women, so that Christians have biblical knowledge about women. Genesis 1-3 is the chosen study material to answer the problems that have been mentioned because the text describes the position of women before and after the fall of man into sin. With the thematic analysis method on the text of Genesis 1-3, it is found that there is continuity and discontinuity regarding the position, function, and emotions of women towards men.     Abstrak Kedudukan perempuan terhadap laki-laki telah memicu diskusi sekaligus problem dalam ranah sosio-religi. Terdapat dua pandangan utama mengenai kedudukan perempuan yaitu pandangan yang menganggap bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki dan yang lain berpandangan bahwa perempuan harus setara dengan laki-laki. Masing-masing tentu menyuarakan klaim bahwa pandangannya benar. Fakta ini memunculkan pertanyaan tentang bagaimana pandangan alkitab mengenai perempuan, sehingga umat Kristen memiliki pengetahuan yang biblika mengenai perempuan. Kejadian 1-3 menjadi bahan kajian yang dipilih guna menjawab permasalahan yang telah disebutkan, sebab teks tersebut menjelaskan kedudukan perempuan sebelum dan sesudah kejatuhan manusia ke dalam dosa. Dengan metode analisis tematik terhadap teks Kejadian 1-3, diperoleh fakta bahwa terdapat kontinuitas dan diskontinuitas mengenai posisi, fungsi, dan emosi perempuan terhadap laki-laki.
Fungsi Penggembalaan Seorang Pendidik Kristen Ni Putu Sumarmi
Jurnal Pistis: Teologi dan Praktika Vol. 21 No. 1 (2021): Vol. 21 No. 1 (2021): Jurnal Pistis: Teologi dan Praktika
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Christian education is one of the mandates that must be implemented by the church. The existence of a church phenomenon, that focuses on pastoral care has the potential to ignore the duties and roles of an educator. Likewise, an educator who focuses on the intellectual aspect has the potential to neglect his duty as a shepherd for his students. So there needs to be a balance in carrying out the duties of education and the function of shepherding. This paper notes the practical principles that a Christian educator should have. This paper attempts to provide a topical interpretation of education from the Bible and to extract opinions from Christian education experts. Thus, a Christian teacher must have spiritual, moral, intellectual and practical skills in an effort to build a spiritually mature Christian generation.
Kontradiksi dan Korelasi Sifat Allah Dalam Mazmur 113 Sebagai Dasar Motivasi Hati Menyembah Jemaat Masa Kini Yonatan Dwi Kurniawan; Endang Gea; Waromi Wetapo; Ni Putu Sumarmi
Jurnal Pistis: Teologi dan Praktika Vol. 22 No. 2 (2022): Vol. 22 No. 2 (2022): Jurnal Pistis: Teologi dan Praktika
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51591/pst.v22i2.37

Abstract

Mazmur 113 sangat menekankan untuk memuji Tuhan Allah. Nast ini menggambarkan bahwa Allah memang layak disembah, dari waktu yang konstan atau tidak berhenti dan terus menerus hingga tempatnya dari matahari terbit hingga matahari terbenam. Dari nast Mazmur 113 ini, seolah-olah ada dua sifat Allah yang berbeda hendaknya menjadi dasar untuk manusia menjadikan Allah layak disembah. Kedua sifat berbanding terbalik tetapi kedua sifat ini tidak bisa dipisahkan dari Allah. Artinya bahwa Allah layak disembah karena Dia berkuasa atas ciptaanNya dan Dia juga layak disembah karena Dia mempehatikan umatNya.Allah adalah Allah yang perduli dengan orang percaya, tidak ada alasan juga untuk manusia tidak menyembah Allah Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskritif. Menggunakan pendekatan pustaka. Adapun langkah-langkah yang peneliti gunakan adalah pertama, metode analisis teks Mazmur 113:1-9, kedua, penulis akan mendeskripsikan data yang telah diperoleh dari berbagai buku dari berbagai literatur. Tujuan dari penelitian ini adalah : Pertama, menemukan kajian teologis 2 sifat Allah yang seolah-olah bertolak belakang dalam Mazmur 113. Kedua, menemukan korelasi antara 2 sifat Allah yang ada dalam Mazmur 113. Ketiga, mengimplementasikan kepada jemaat masa kini untuk memiliki sikap hati yang benar dalam menyembah Tuhan.