Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Upaya Peningkatan Kinerja Karyawan Pt Kokapura Bagian Check-In Counter Dan Boarding Gate Di Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Efrika July Priyanto; Sri Sutarwati
Jurnal Mahasiswa: Jurnal Ilmiah Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Vol. 5 No. 3 (2023): September : Jurnal Mahasiswa: Jurnal Ilmiah Penalaran dan Penelitian Mahasiswa
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jurnalmahasiswa.v5i3.734

Abstract

Performance is a very important part of a company, without good performance from all employees, the company's goals are difficult to achieve. This study aims to determine the efforts made by PT. Kokapura in improving the performance of employees of the Check-In Counter and Boarding Gate at General Ahmad Yani International Airport Semarang. This research uses qualitative methods. This research data is obtained from primary and secondary data, The tools used are data collectors with the results of observation, interviews and documentation at the Check-In Counter and Boarding Gate units, observations, interviews and documentation as supporting documents to answer the formulation of research questions, then using data validity tests and finally researchers carry out data analysis techniques consisting of data reduction, Data Presentation and Conclusion Verification. The results of this study show that the first effort made by PT PT. Kokapura Performance is a very important part of a company, without good performance from all employees, the company's goals are difficult to achieve. This study aims to determine the efforts made by PT. Kokapura in improving the performance of employees of the Check-In Counter and Boarding Gate at General Ahmad Yani International Airport Semarang.
Analisis Kinerja Petugas Aviation Security dalam Pemeriksaan Barang Berbahaya di Security Check Piont 1 Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima Nurul Istiqamah; Sri Sutarwati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3771

Abstract

Abstrak Kinerja merupakan hasil kerja yang telah dicapai seorang sekelompok pegawai yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja dari petugas Aviation Security (Avsec) sangat mempengaruhi kelancaran dan kemanan suatu penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari petugas Avsec dan faktor apa saja penyebab lolosnya bahan/barang berbahaya pada Security Check Point 1 di Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja petugas Avsec pada Security Check Point 1 sudah sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) dan faktor penyebab lolosnya barang berbahaya sebagian besar berasal dari faktor alat yang kurang maksimal dalam menampilkan barang penumpang ketika melewati mesin X-Ray sehingga menghambat proses pemeriksaan, faktor lainnya berasal dari penumpang yang tidak jujur mengenai barang bawaanya. Kata Kunci: Aviation Security, Kinerja, Barang Bebahaya
Upaya Meminimalisisr Terjadinya Kehilangan Bagasi oleh Staf Ground Handling PT. Gapura Angkasa pada Maskapai Citilink di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Silvister Evi; Sri Sutarwati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3762

Abstract

AbstrakMaskapai Citilink merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia. Penanganan ground handling Maskapai Garuda Indonesia dan Citilink ditangani oleh PT Gapura Angkasa, termasuk penanganan bagasi. Bagasi tercatat yang sudah diserahkan oleh penumpang kepada perusahaan angkutan untuk diangkut harus dikelola dengan baik dan hati-hati agar tidak mengecewakan penumpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penaganan bagasi dan upaya meminimalisir kehilangan bagasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi, untuk menguji keabsahan data penulis menggunakan metode triangulasi teknik. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori Miles dan Huberman dengan melalui tahapan reduksi data, pengujian data dan pengambilan kesimpulan serta verikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penanganan bagasi diawali dengan pemeriksaan bagasi oleh security check menggunakan mesin X-ray dan metal detector, selanjutnya penumpang melakukan penimbangan bagasi. Bagasi yang tersimpan di makeup area diangkut dan dimasukkan ke dalam pesawat. Sampai di stasiun tujuan bagasi akan diturunkan dari pesawat dan dibawa ke tempat penumpang mengambil bagasi dan diletakkan pada conveyor belt untuk mempermudahkan penumpang dalam mengambil bagasi. Setelah penumpang mendapatkan bagasi, penumpang memberikan nomor bagasi dan petugas akan mencocokkan dengan nomor bagasi tersebut. Upaya yang dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kehilangan bagasi, yaitu petugas harus bekerja sesuai dengan SOP, memiliki kompetensi, dapat bekerjasama dalam tim, pengawasan dari security pada proses check-in, pengawasan petugas load master yang memastikan semua bagasi yang naik dan turun dari pesawat serta memberikan sanksi atau teguran apabila petugas tidak bekerja dengan baik, meningkatkan kemampuan petugas serta melakukan evaluasi kerja.Kata Kunci: Upaya meminimalisir, Kehilangan bagasi, Maskapai Citilink AbstractCitilink airline is a subsidiary of Garuda Indonesia. The handling of ground handling for Garuda Indonesia and Citilink airlines is handled by PT Gapura Angkasa, including baggage handling. Checked baggage that has been handed over by passengers to the transportation company for transportation must be managed properly and carefully so as not to disappoint passengers. This study aims to determine the baggage handling process and efforts to minimize loss. This study uses a qualitative method using the method of observation, interviews and documentation, testing the validity of the data using triangulation techniques. Data analysis uses the theory of Miles and Huberman by going through data reduction, data testing and drawing conclusions as well as data verification. The results showed that the baggage handling process began with baggage inspection by security checks using an X-ray machine and metal detector, then passengers weighed their baggage. Baggage stored in the make-up area is transported and loaded onto the aircraft. Arriving at the destination station, the baggage will be unloaded from the plane and taken to the passengers' baggage areas and placed on a conveyor belt to make it easier for passengers to pick up their luggage. After the passenger gets the baggage, the passenger feels there is no baggage and the officer will be checked with the baggage number. Efforts are made to minimize the occurrence of baggage loss, namely officers must work according to SOPs, have competence, can supervise in teams, supervision of the security process at check-in, supervisory officers ensure all baggage that gets on and off the plane and provides sanctions or when officers do not work well, improve the ability of officers and conduct job evaluations.Keywords: Efforts to minimize, Loss of baggage, Citilink Airlines
Implementasi Standar Pelayanan Pesawat Udara Menurut PM Nomor 41 Tahun 2023 Tentang Pelayanan Jasa Kebandarudaraan di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap Seno Bayu Aji; Sri Sutarwati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6239

Abstract

Abstrak Menurut Peraturan Menteri Nomor 41 Tahun 2023, Bandar Udara di Indonesia harus menyediakan pelayanan fasilitas Pesawat udara dengan Lingkup Standar Pelayanan terhadap Pesawat udara sejak Pesawat udara memasuki tiap fasilitas pendaratan,lepas landas, manuver, parkir, dan penyimpanan sampai dengan Pesawat Udara meninggalkan masing-masing fasilitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Standar Pelayanan Pesawat Udara Menurut PM Nomor 41 Tahun 2023 Tentang Pelayanan Jasa Kebandarudaraan Di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap. Penelitian ini dilakukan di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap pada tanggal 22 Februari 2024 sampai dengan 28 Februari 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Tahapan dalam menganalisis data pada penelitian ini dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan.Uji keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini Menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan terhadap pesawat udara di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap sebagian besar sudah sesuai dengan Peraturan Meteri Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2023. Terdapat dua fasilitas Pelayanan Pesawat udara yang sebagian belum sesuai dengan standar pelayanan pesawat udara yaitu fasilitas Runway end safety area dan Airfield Lighting System (AFL) meliputi Sequence flasing lights,Taxiway ceterline lights, Runway centerline lights, Runway Guard Lilghts, Taxy Guardance Lights. Jumlah nilai total pelayanan terhadap pesawat udara (level of service) seharusnya 150. Berdasarkan hasil penelitian masih dibawah standar yaitu 128. Nilai ini masih tergolong sangat baik menurut skala penilaian dalam pelayanan terhadap pesawat udara yang terdapat pada lampiran Peraturan Meteri Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2023 . Kata Kunci: Implementasi, PM No. 41 Tahun 2023, Fasilitas Pelayanan Pesawat Udara Abstract According to Ministerial Regulation Number 41 of 2023, airports in Indonesia must provide aircraft facility services with a standard scope of service for aircraft from the time the aircraft enters each landing, take-off, maneuvering, parking and storage facility until the aircraft leaves each. each of these facilities. This research aims to determine the implementation of aircraft service standards according to PM Number 41 of 2023 concerning airport services at Tunggul Wulung Airport, Cilacap. This research was conducted at Tunggul Wulung Airport, Cilacap, from 22 February 2024 to 28 February 2024. This research used a qualitative approach with interview and documentation methods. The stages in analyzing the data in this research are using data reduction, data review, and drawing conclusions. The data validity technique used in this research is triangulation technique. The research results show that aircraft services at Tunggul Wulung Cilacap Airport are largely in accordance with the Republic of Indonesia Ministerial Regulation Number 41 of 2023. There are two aircraft service facilities, some of which do not comply with aircraft service standards, namely:fasilitas Runway end safety area dan Airfield Lighting System (AFL) meliputi Sequence flasing lights,Taxiway ceterline lights, Runway centerline lights, Runway Guard Lilghts, Taxy Guardance Lights. The total value of services to aircraft (lefel of service) should be 150. Based on research results, it is still below the standard, namely 128. This value is still classified as very good according to the attachment to the Republic of Indonesia Meterial Regulation Number 41 of 2023 Keywords: Implementation, PM No. 41 of 2023, aircraft service facilities, Level of service