Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prediksi Tipe Kerusakan pada Sambungan Kayu Galam dengan Pasak Kayu Ulin Muhammad Kamaluddin; Basyaruddin Basyaruddin; Nuur Asih; Muhammad Ichsan Qusairy
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.714 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2102

Abstract

Kayu menjadi salah satu bahan konstruksi yang telah lama ada. Bahkan sampai saat ini, masyarakat banyak menggunakannya sebagai elemen struktur, baik untuk keperluan bangunan gedung, rumah tinggal, jembatan dan lain-lain. Dikarenaka kayu memiliki batasan panjang, maka dibutuhkan sambungan untuk menyambung antara kayu satu dengan yang lain. Sambungan kayu untuk keperluan struktural harus memenuhi tingkat kekuatan, kekakuan dan kestabilan pada komponen penyusunnya (yaitu pada kayu yang disambung dan alat sambungnya). Hal ini dikarenakan sambungan dan alat sambung merupakan faktor kritis dalam desain struktur karena kekuatan dan stabilitasnya. Selain itu, pada suatu alat sambung juga membutuhkan faktor kelestarian (sustainability). Hal ini dapat dijumpai pada alat sambung jenis pasak kayu. Pasak kayu memiliki konsumsi energi yang rendah dan aman terhadap kondensasi dan korosi dibandingkan berbahan logam. Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi tipe kerusakan dari sambungan kayu dengan pasak kayu ulin menggunakan metode analisis deskriptif dan korelatif dari pendekatan data sekunder yang didapatkan. Berdasarkan hasil analisis tipe kerusakan yang berlaku pada sambungan termasuk kedalam moda kegagalan IV yaitu alat sambung yang terletak pada kayu utama dan kayu samping mulai gagal dengan prediksi nilai tahanan lateral rata-rata pasak berdiameter 12mm, 16mm dan 20mm secara berturut-turut yaitu 1210,2N, 1863,2N dan 2603,8N.
PEMASANGAN PIPA GAS BAKAR MENARA OBOR DI LEPAS PANTAI DENGAN ALAT ANGKAT NON CRANE Sulardi Sulardi; Lukman Lukman; Basyaruddin Basyaruddin
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 4, No 2 (2022): October
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v4i2.123

Abstract

The aim of the study is to provide an overview of the installation of a torch tower fuel gas distribution pipe offshore non using crane. The problem faced in the implementation of the installation is the difficulty of installing the fuel gas distribution pipe because there is no conventional crane lifting equipment that can be used at a height of 175 meters, weighing 115 tons and in very limited work locations. The solution to overcome the problem is to divide the gas distribution pipe into several trunks and install it on the derick structure by lifting the pulley system (non crane). The results showed that the lifting method using a pulley was proven to be suitable and safe to use for installing a gas pipeline for torch towers offshore. The results of this study also recommend that work methods can be replicated by other work units that experience similar problems.