Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN TROPIS

UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT MELALUI TEKNOLOGI BUDIDAYA DAN PEMANFAATAN BAMBU OLAHAN DI KECAMATAN TANRALILI KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN Muthmainnah Muthmainnah
Jurnal Hutan Tropis Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Hutan Tropis Volume 5 Nomer 1 Edisi Maret 2017
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v5i1.4050

Abstract

The general purpose of this study was to build the management and utilization of the bamboo economically. The specific purpose of this research (1) was to know the techniques of cultivation and utilization of the bamboo in the community, (2), the incomes from the utilization of the bamboo, and (3) the marketing of the bamboo. The population that used in this research was the whole area of the bamboo utilization in Tanralili districts that consists 16 villages. The sample that used was the community who lives in Toddopulia and Lekopancing, Tanralili. Results of the research showed that the bamboo cultivation techniques by the community consist of some activities; preparation,planting, maintenance, fertilization, pest and disease control, and logging (harvesting). The revenue of the bamboo are; the bamboo merchants are Rp. 53.658 million/year, the meatball skewer makers/skewers are Rp. 39.0391 million/year and the manufacturer of bale-bale are Rp. 15.6666 million/year. The trade channel for the bamboo traders are from the owner to traders then to consumers. The trade channel for the meatball skewer makers/skewers and bale-bale are from the owner of the bamboo to the skewermeatball makers and the bale-bale then to consumers.Tujuan umum penelitian, adalah membangun pengelolaan dan pemanfaatan bambu secara ekonomi.  Adapun tujuan khusus dalam penelitian ini (1) mengetahui teknik budidaya dan pemanfaatan bambu dimasyarakat, (2) pendapatan masyarakat dari pemanfaatan bambu, (3)  saluran tataniaga (pemasaran) bambu.Populasi penelitan adalah seluruh areal pemanfaatan bambu yang berada di Kecamatan Tanralili. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berada di Kecamatan Tanralili yang terdiri dari 16 desa yang diambil untuk sampel sebanyak 2 desa yaitu Desa Toddopulia dan Desa Lekopancing.  Hasil penelitian Teknik budidaya bambu yang dilakukan masyarakat terdiri dari kegiatan persiapan penanaman, penanaman, pemeliharaan,pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, dan penebangan (pemanenan).  Pendapatan yang diperoleha dari bambu adalah pedangang bambu sebesar Rp. 53.658.000/tahun, pembuat tusuk bakso/tusuk sate sebesar Rp. 39.039.100/tahun dan pembuat bale’-bale sebesar  Rp. 15.666.600/tahun  Jalur tata niaga untuk pedagang bambu adalah dari pemilik bambu ke pedagang pengumpul kemudian ke konsumen.  Jalur tata niaga untuk pembuat tusuk bakso/tusuk sate dan bale’-bale’ adalah dari pemilik bambu ke pembuat tusuk bakso dan bale’-bale kemudian ke konsumen.
NILAI MANFAAT EKONOMI DIVERSIFIKASI PRODUK BAMBU PADA HUTAN RAKYAT DI KECAMATAN KULAWI KABUPATEN SIGI Irma Sribianti; Muhammad Tahnur; Muthmainnah Muthmainnah; Muh. Lutfi Maulana
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 2 Edisi Juli 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v10i2.14127

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui nilai manfaat ekonomi diversifikasi produk bambu. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan di Desa Namo Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi, dengan pertimbangan bahwa didesa tersebut terdapat hutan bambu rakyat yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memproduksi bambu. Berdasarkan hasil identifikasi diperoleh 25 responden. Analisis nilai manfaat ekonomi produk olahan tanaman bambu menggunakan metode valuasi ekonomi dengan menghitung pendapatan masyarakat berdasarkan harga pasar (market price). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman bambu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk diproduksi menjadi meja, kursi dan rak TV. Nilai manfaat ekonomi tanaman bambu yang diproduksi menjadi meja sebesar Rp. 15.113.000/tahun dengan persentase produk 44,50%, nilai manfaat ekonomi tanaman bambu yang diproduksi menjadi kursi sebesar Rp. 10.577.750/tahun dengan persentase produk 31,15%, nilai manfaat ekonomi tanaman bambu yang diproduksi menjadi rak TV sebesar Rp. 8.268.500/tahun dengan persentase produk 24,35%, sehingga total nilai manfaat ekonomi diversifikasi produk bambu menjadi meja, kursi dan rak TV sebesar Rp. 33.959.250/tahun
NILAI MANFAAT EKONOMI TANAMAN NIPAH (Nypa Fruticans) DESA LAKKANG KECAMATAN TALLO KOTA MAKASSAR Muthmainnah Muthmainnah; Irma Sribianti
Jurnal Hutan Tropis Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 2 Edisi Juli 2016
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v4i2.3600

Abstract

According to this, this study is intended to determine the economic benefit value of nipa palm that used by the community. The research was carried out for 2 months from August to September 2015. The preparation phase wasto determine the research location which is in LakkangVillage TalloDistrict Makassar. Considering there are many Nipa Palms in the village, the next step is to identify how many people use nipa palms to process a refined Nipa palm product. Based on the results obtained by 15 respondents, the calculation of economic value of nipa palm is performed by calculating income based on market prices. The results reveal that the economic banefit value of nipa palm processed into broomstick, roof, and palm juice/tuak namely are IDR 2,055,333 with product persentage (13.57%), IDR 8,350,000 with product percentage 55.14%, and IDR 4,738,857 with product percentage 31.29%, thus total economic benefit value of nipa palm is IDR 15,142,190.Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui nilai manfaat ekonomi tanaman nipah yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan mulai bulan Agustus sampai September 2015. Tahap persiapan yang dilakukan adalah penentuan lokasi penelitian yaitu di Desa Lakkang Kecamatan Tallo Kota Makassar. Dengan pertimbangan bahwa di Desa tersebut banyak terdaoat tanaman nipah, tahap selanjutnya dilakukan identifikasi untuk melihat seberapa banyak masyarakat yang mengelolah tanaman nipah untuk menghasilkan produk nipah olahan. Berdasarkan hasil identifikasi diperoleh 15 responden, Perhitungan nilai ekonomi tanaman nipah dilakukan dengan menghitung pendapatan berdasarkan harga pasar (Market Price). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman nipah telah diolah menjadi Sapu Lidi, Atap dan Nira/Tuak. Nilai manfaat ekonomi tanaman nipah yang diolah menjadi Sapu Lidi sebesar Rp. 2.055.333 dengan persentase produk 13,57 %. Nilai manfaat ekonomi tanaman nipah yang diolah menjadi Atap sebesar Rp. 8.350.000 dengan persentase produk 55,14 %. Nilai manfaat ekonomi tanaman nipah yang diolah menjadi Nira/Tuak sebesar Rp. 4.738.857 dengan persentase produk 31,29 %. sehingga total Nilai Manfaat Ekonomi Nipah sebesar Rp. 15.142.190.
VALUASI EKONOMI PADA BERBAGAI PENUTUPAN LAHAN DI KEBUN RAYA MASSENREMPULU KABUPATEN ENREKANG Irma Sribianti; Sultan Sultan; Hasanuddin Hasanuddin; Muthmainnah Muthmainnah; Jusmiati Jusmiati
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 2 Edisi Juni 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i2.16762

Abstract

Keberadaan KRME mempunyai nilai ekonomi yang sangat penting bagi masyarakat sekitar kawasan baik secara langsung maupun tidak langsung termasuk jasa lingkungannya, sehingga pengelolaan KRME harus benar-benar terkelola secara terpadu dan berkelanjutan. Salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan pengelolaan sumber daya hutan adalah nilai (valuasi) ekonomi yang dapat memberikan sumber informasi serta membantu pemerintah dalam menetapkan kebijakan pemanfaatan hutan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai manfaat ekonomi pada berbagai penutupan lahan di Kebun Raya Massenrempulu Kabupaten Enrekang. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan di Kebun Raya Massenrempulu Desa Milla, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling pada tiga penutupan lahan, yaitu hutan campuran, semak belukar dan padang rumput. Metode analisis data menggunakan analisis valuasi ekonomi dimana nilai manfaat ekonomi hutan campuran dihitung dari nilai tegakannya, nilai manfaat ekonomi penutupan lahan semak belukar dihitung berdasarkan nilai pemeliharaan keanekaragaman hayati dengan menggunakan pendekatan nilai rehabilitasi lahan dan nilai manfaat ekonomi penutupan lahan padang rumput dihitung berdasarkan nilai pengganti sebagai pakan ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai manfaat ekonomi hutan campuran sebesar Rp 1.863.234.354/tahun, nilai manfaat penutupan lahan semak belukar sebesar Rp. 171.293.584/tahun dan nilai manfaat penutupan lahan padang rumput sebesar Rp. 111.838.388/tahun, sehingga total nilai manfaat ekonomi lahan di Kebun Raya Massenrempulu sebesar Rp. 2.146.366.326/tahun.
KELAYAKAN EKOWISATA MANGROVE LUPPUNG BERBASIS POTENSI KEANEKARAGAMAN HAYATI Irma Sribianti; Hikmah Hikmah; Muthmainnah Muthmainnah; Andi Azis Abdullah; Muhammad Tahnur; Reski Melati
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 3 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi September 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i3.17627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kelayakan ekowisata Hutan Mangrove Luppung.  Metode analisis data berpedoman pada Pedoman Analisis Wilayah Kerja Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Tahun 2003 dianalisis menggunakan skoring sesuai dengan kriteria yang terdapat dalam Pedoman Analisis Objek Daerah Operasi dan Daya Tarik Wisata Alam dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Alam Konservasi tahun 2003. Perhitungan untuk masing-masing kriteria ini menggunakan tabulasi dimana diperoleh angka dari hasil penilaian yang nilai bobotnya berpedoman pada Penilaian Wilayah Kerja Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi 2003. Metode Penilaian Kelayakan Ekowisata dengan nilai yang telah ditentukan untuk setiap kriteria.  Nilai kelayakan ekowisata Hutan Mangrove sebesar 70,8% masuk dalam kategori layak untuk dikembangkan sebagai objek wisata