Wisnu Broto
Prodi S-Tr Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Departemen Teknologi Industri, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pembuatan Parfum Anti Bakteri dari Biji Kopi dengan Metode Konvensional Wisnu Broto; Siti Fatimah; Fahmi Arifan; Muhammad Yusuf
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 2, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.589 KB)

Abstract

Kopi merupakan salah satu hasil perkebunan yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Tanaman kopi sendiri termasuk kedalam family Rubiaceae dan genus Coffea. Sebagian besar masyarakat Dieng terutama di Dusun Ngandam, Desa Sikunang mata pencaharian utamanya adalah petani. Bertani menjadi salah satu mata pencaharian penunjang perekonomian penduduk Desa Sikunang dengan produk pertanian berupa kopi, carica, terong belanda, kentang dan cabai bandung. Kebanyakan masyarakat Dusun Ngandam tidak memanfaatkan limbah ampas kopi dengan optimal hanya dibuang dan tidak dipotimalkan menjadi sebuah produk yang dapat bernilai jual tinggi. Desa Sikunang merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah Indonesia. Desa ini merupakan desa yang terkenal dengan hasil pertanian nya seperti kentang, kubis, bawang, wortel, kopi dan sayuran lainnya. Maka dari itu hasil komiditi yang terdapat di desa Sikunang bisa dimanfaatkan dalam pembuatan parfum anti bakteri dari biji kopi yang merupakan hasil dari pertanian desa tersebut.
Uji Kadar Air Varietas Jagung untuk Keripik Jagung di Desa Sugihmanik Fahmi Arifan; Wisnu Broto; Siti Fatimah; Vinsensius Aldi
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 2, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.409 KB)

Abstract

Tanaman jagung memiliki banyak manfaat dan fungsi serta merupakan salah satu tanaman yang dapat menggantikan padi menjadi bahan pokok utama. Salah satu desa yang menjadikan jagung sebagai komoditas utamanya yaitu Desa Sugihmanik yang berlokasi di kabupaten Grobogan. Jagung sudah menjadi bahan dasar dari berbagai produk makan olahan dimana salah satunya adalah keripik jagung. Pada penelitian ini dilakukan penggunaan beda varietas jagung yang terdapat di Desa Sugihmanik untuk meningkatkan kualitas produk makanan Keripik Jagung pada desa tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode kadar air dan uji organoleptic keripik jagung. Hasil Penelitian menyatakan bahwa varietas jagung manis memiliki kadar air yang lebih banyak dibandingkan varietas jagung brondong namun tekstur keripik jagung yang dihasilkan varietas jagung manis lebih bagus daripada varietas jagung brondong.
Karakterisasi Kimia Keripik Terung Belanda (Solanum Betaceum) Berbasis Ketahanan Pangan Berkelanjutan Fahmi Arifan; Wisnu Broto; Siti Fatimah; Oktaviani Kusuma Wardani
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.496 KB)

Abstract

Terong Belanda memiliki nutrisi yang cukup tinggi dan dibutuhkan oleh tubuh salah satunya vitamin, mineral, lemak, antioksidan dan serat. Dalam setiap 100gram terong belanda terdapat 85gram air, 1,5gram protein, 0,006-1,28gram lemak, 10gram karbohidrat, 1,4-4,2gram serat, vitamin A, dan vitamin C. Buah ini juga mengandung flavonoid yang bermanfaat untuk melawan berbagai penyakit kronis. Terong belanda sering diolah menjadi selai, sirup, namun pada penelitian ini terong belanda diinovasi menjadi keripik. Keripik terong belanda diolah menggunakan variabel bebas waktu pematangan terong belanda, suhu oven dan lama oven yang menggunakan metode RAL design (RAL) dengan pengolahan data statistik menggunakan aplikasi SPSS. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa lama penggorengan 10 menit, terong belanda matang 0 hari dan suhu oven 90 oC, kadar air 18,8%, sedangkan lama penggorengan 30 menit, terong belanda matang 0 hari dan suhu oven 90 oC. 10,2% kandungan air. Waktu penggorengan dan suhu penggorengan menjadi salah satu variabel yang paling berpengaruh terhadap karakterisasi keripik terong belanda.
Efektifitas Ampas Kopi dalam Pembuatan POC untuk Meningkatkan Kualitas Tanah Desa Lerep Wisnu Broto; Siti Fatimah Pradigdo; Fahmi Arifan; Ahmad Walihul Mahalli
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.338 KB)

Abstract

Kopi merupakan salah satu komuditas yang terdapat pada Desa Wisata Lerep. Kopi memiliki nama latin Coffea sp dapat tumbuh subur di kawasan Desa Wisata Lerep karena Desa Wisata Lerep memiliki ketinggian yang berkisar 343-940 mdpl. Sebagian besar masyarakat Desa Wisata Lerep memiliki banyak perkebunan, perkebunan yang ada di Desa ini merupakan salah satu penunjang perekonomian penduduk Desa Wisata Lerep dengan hasil perkebunan berupa kopi, durian, nangka, buah naga, cengkeh dan masih banyak rempah yang lain. Dari perkebunan yang begitu banyak Desa Wisata Lerep terknel dengan kopinya karena pada perkebunan kopinya ada beberapa jenis kopi yang sesuia dengan ketinggian tanahnya. Masyarakat Desa Wisata Lerep masih sangat minim dalam memanfaatkan kopi hanya mengambil bijinya untuk diseduh di rumah masing- masing warga dan membuang ampasnya. Disamping itu ampas kopi memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik baik itu pupuk cair maupun pupuk kompos karena pada kandungan ampas kopi memiliki banyak nutrisi yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman dan dapat untuk menyuburkan tanah juga. Dalam rangka pengoptimalan potensi desa khususnya dalam pengolahan limbah ampas kopi, maka dibuatlah suatu penelitian berupa pembuatan Pupuk cair dari ampas kopi dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas tanah dan juga pertumbuhan tanaman yang dapat memabntu masyarakat dalam bertani agar dapat meningkatkan perekonomian di Desa Wisata Lerep. Selain itu, juga dapat meningkatkan pemanfaatan limbah ampas kopi yang terdapat di Desa Wisata LerepKata Kunci : Ampas Kopi, Pupuk Organik Cair, Bahan Alami
Pemanfaatan Kulit Kentang dalam Pembuatan Bioetanol dengan Metode Hidrolisa Asam di Desa Sikunang Siti Fatimah; Fahmi Arifan; Wisnu Broto; Siti Nurlaela Noviana
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 2, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.397 KB)

Abstract

Masyarakat Desa Sikunang pada umumnya memanfaatkan kentang untuk dijadikan bahan pangan sementara kulitnya akan dibuang. Pemanfaatan limbah kulit kentang untuk dijadikan sebagai bioetanol tidak akan mempengaruhi keamanan pangan nasional serta dapat mengurangi dampak negatif pencemaran lingkungan dari limbah itu sendiri. Kulit kentang dipilih sebagai bahan utama pembuatan etanol dikarenakan banyak mengandung pati, gula, selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Produksi bioetanol dari sumber tanaman yang memiliki kandungan pati atau karbohidrat, dicapai dengan proses biokonversi karbohidrat menjadi gula (glukosa) dengan beberapa metode antara lain metode hidrolisa asam atau enzimatis. Di era new normal, etanol dapat digunakan sebagai antiseptik guna meminimalisisr penyebaran covid-19. Proses pembuatan bioetanol dapat dilakukan dengan 5 proses, antara lain proses pembuatan starter, proses delignifikasi atau pretreatment dengan larutan NaOH, proses hidrolisa asam dengan larutan HCl, proses fermentasi selama 4,5, dan 6 hari, dan proses detilasi untuk menghasilkan etanol yang murni. Kemudian dilanjutkan dengan uji penentuan kadar glukosa dan uji kadar etanol menggunakan alat alkoholmeter.
Formulasi Sediaan Lulur Krim Ampas Kopi Arabika Desa Gunungsari, Kecamatan Pulosari, Pemalang Wisnu Broto; Fahmi Arifan; Siti Fatimah; Nadya Permata Kamila
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.244 KB)

Abstract

Ampas kopi merupakan residu yang didapat selama proses menyeduh bubuk kopi dengan air panas. Selama ini pemanfaatan ampas kopi belum optimal. Oleh karena itu peneliti ingin mengoptimalkan hal tersebut dengan membuat lulur krim. Lulur krim di buat dengan bahan utama ampas kopi dan bahan berbagai bahan kimia seperti Asam stearate, Cetil alcohol, Paraffin cair, Span 80, Tween 80, Propil paraben, Metil paraben, Propilen glikol, a- tocopherol. Bahan kimia tersebut memiliki manfaat seperti melembutkan, mecerahkan dan melembabkan kulit. Dalam penelitian ini dilakukan beberapa analisis yaitu pH, kadar air dan organoleptik. Berdasarkan hasil penelitian, hasil uji lulur krim dari ampas kopi memiliki nilai pH 6; uji organoleptik dengan hasil analisis berwarna coklat muda, berbau kopi dan bertekstur kasar ; Kadar air yang didapat sebesar 55,91.
Pengaruh Komposisi dan Waktu Fermentasi Terhadap Karakteristik Pupuk Organik Limbah Cair Tahu Fahmi Arifan; Wisnu Broto; Siti Fatimah; Ektanisa Salsabila
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.721 KB)

Abstract

Produksi tahu secara massal setiap harinya menghasilkan residu berupa limbah cair dengan bau tidak sedap dan mencemari lingkungan. Oleh karena itu diperlukan upaya pengolahan limbah cair tahu sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu alternatif pengolahan limbah cair tahu yang potensial adalah pemanfaatan limbah cair tahu menjadi produk pupuk. Limbah cair tahu mengandung zat-zat yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman jika diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Penelitian ini mendesain produksi suatu pupuk organik cair (POC) menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan masyarakat untuk mempermudah proses produksi. POC diproduksi dengan memanfaatkan limbah cair tahu sebagai bahan baku POC. Inovasi pemanfaatan limbah cair tahu menjadi POC dibuat dengan variabel yang berbeda pada komposisi bahan dan waktu fermentasi. Produksi POC dimonitor oleh pelaksana untuk kemudian disosialisasikan kepada pelaku usaha home industry tahu sugihmanik. Diharapkan kegiatan ini dapat memotivasi pelaku usaha tahu sugihmanik untuk dapat memanfaatkan limbah cair tahu menjadi pupuk organik cair (POC) untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Sugihmanik.
Pemanfaatan Ekstrak Batang Serai dan Limbah Kulit Jeruk Sebagai Obat Spray Anti Nyamuk Wisnu Broto; Siti Fatimah; Fahmi Arifan; Elvina Kiki Damayanti
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 2, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.509 KB)

Abstract

Nyamuk termasuk ke dalam jenis serangga yang sering kita jumpai peranannya sebagai vektor pembawa penyak. Salah satunya, Demam Berdarah Dengue (DBD). Upaya pengendalian penyebaran nyamuk sebagai vektor pembawa penyakit dapat dilakukan dengan memutus siklus hidupnya yang dapat dilakukan dengan menggunakan anti nyamuk kimia sintetis atau reppelent. Zat aktif yang biasanya terkandung dalam repellent adalah diethyltoluamide (DEET). Namun, zat kimia tersebut akan memberikan dampak buruk untuk kesehatan jika digunakan secara terus menerus. Oleh karena itu dibutuhkan penggunaan bahan alami dari tumbuhan yang memiliki kemampuan insektisida alami seperti serai wangi dan juga kulit jeruk yang dapat mencegah serangan gigitan nyamuk karena kandungan sitronelal, sitronelol dan geraniol di dalamnya. Ekstraksi batang serai wangi dan kulit jeruk dilakukan dengan metode maserasi perendaman bahan menggunakan etanol. Terdapat 3 sampel spray anti nyamuk dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda-beda. Dari hasil analisa didapatkan hasil uji pH sampel yang sudah sesuai dengan SNI. Pada uji daya sebar didapatkan bahwa semakin kecil konsentrasi ekstrak diameter daya sebar yang dihasilkan semakin besar. Sedangkan untuk uji organoleptik didapatkan hasil bahwa Sampel 2 merupakan sampel terbaik karena tidak mengiritasi kulit.
“Avicennia-Hand Sanitizer” dari Ekstrak Daun Api-Api sebagai Antiseptik Non-Allergic Fahmi Arifan; Siti Fatimah; Wisnu Broto; Ni Putu Adeyani
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.208 KB)

Abstract

Pada pandemi Covid-19 ini pemerintah menganjurkan untuk selalu patuh pada kebersihan. Salah satu caranya adalah menggunakan Hand Sanitizer. Bahan dasar pembuatannya harus memiliki kandungan aniseptik. Kelurahan Karya Makmuir merupakan salah satu daerah yang mempunyai berbagai potensi seperti perikanan, pertanian serta hutan mangrove. Pada penelitian ini, sumber daya mangrove di Keluarahan Karya Makmur. Salah satu jenis mangrove yaitu jenis api-api memiliki bahan antiseptic alami berupa etanol, flavonoid, fenol dan polifenol saponin Berdasarkan penelitian ini menjelaskan bahwa dari segi uji organoleptik, Avicennia Hand Sanitizer sudah sesuai dengan SNI dan Hand Sanitizer yang beredar dipasaran