Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA PENYEBAB TINGGINYA SUHU GAS BUANG DUAL FUEL DIESEL ENGINE DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS Nono Sukirno; Dwi Prasetyo; Moh. Aziz Rohman
Dinamika Bahari Vol 9 No 1 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.002 KB) | DOI: 10.46484/db.v9i1.82

Abstract

Dual Fuel Diesel Engine (Mesin Bahan Bakar Ganda) merupakan mesin denganpemanfaatan dua bahan bakar dalam proses pembakarannya untuk memperoleh tenaga kerjapada mesin. Jenis bahan bakar yang digunakan meliputi bahan bakar Methane Gas (CH4)dan MGO (Marine Gas Oil). Methane (CH4) dihasilkan dari Vapour Cargo Tank LNG(Liquified Natural Gas). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa sajapenyebab tingginya suhu gas buang terhadap kinerja Dual Fuel Diesel Engine di MV.Tangguh Palung dengan menggunakan metode analisis data Fault Tree Analysis. Darianalisis data penelitian di hasilkan beberapa rumusan masalah yaitu, faktor-faktor yangdapat menyebabkan tingginya suhu gas buang pada Dual Fuel Diesel Engine adalahkurangnya suplai udara pembakaran dalam ruang pembakaran mesin, komposisipembakaran yang tidak sesuai antara bahan bakar minyak dan gas, serta suhu Engine Roomyang terlalu panas. Dampak yang di timbulkan adalah kerusakan pada komponen-komponenpermesinan dan penurunan kinerja dari Dual Fuel Diesel Engine. Untuk mengatasipenurunan kerja pada Dual Fuel Diesel Engine adalah dengan melaksanakan perawatan danperbaikan pada setiap komponen permesinan yang mengalami masalah dan kerusakan sesuaidengan Running Hours dan Instruction Manual Book.
TERLEPASNYA JANGKAR KIRI PADA SAAT BERLABUH JANGKAR DI ANCHORAGE AREA PELABUHAN TANJUNG INTAN CILACAP Priyangga Aji Nugroho; Moh. Aziz Rohman; Nur Rohmah
Dinamika Bahari Vol 9 No 2 (2019): Edisi Mei 2019
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.689 KB) | DOI: 10.46484/db.v9i2.102

Abstract

Jangkar kiri MV. DK 01 terlepas pada saat berlabuh jangkar di anchorage areaPelabuhan Tanjung Intan Cilacap sehingga perlu diketahui faktor-faktor yang menyebabkanterlepasnya jangkar kiri pada saat berlabuh jangkar dan upaya yang perlu dilakukan setelahterlepasnya jangkar kiri pada saat open brake tersebut agar proses berlabuh jangkar dapatdilaksanakan dengan baik. Metode yang digunakan adalah fishbone analysis untuk mencari faktor-faktorpermasalahan dan USG analysis untuk menghasilkan perioritas masalah. Faktor-faktorpenyebab yaitu kurangnya kesadaran crew kapal akan pentingnya proses berlabuh jangkar,pemilihan metode berlabuh jangkar yang kurang efektif, kurangnya perawatan danpengecekan windlass, kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Upaya yang perlu dilakukan adalah Second Officer langsung memplotting posisi jangkarkiri yang terjatuh untuk menghindari jangkar kiri tersebut hilang dan Nahkoda sebagaipemimpin kapal langsung mengambil kebijakan untuk menggunakan jangkar kanan denganmetode walk back ship anchoring method dimana jangkar kanan diturunkan dengan hati-hatimenggunakan rem untuk menghindari kejadian yang sama.