Roichatul Djannah
Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA Roichatul Djannah; Deastri Pratiwi
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.264 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v7i2.56

Abstract

Perilaku seksual remaja disalah satu daerah Tangerang dengan sampel berjumlah 1.350 orang terdiri dari 711 laki-laki dan 639 perempuan menyatakan bahwa sebagian besar remaja pernah melakukan ciuman bibir 10,53%, melakukan ciuman dalam 5,6%, melakukan onani atau masturbasi 4,23%, dan melakukan hubungan seksual sebanyak 3,59%. Dari perilaku seksual remaja di ketahui dampak yang akan terjadi pada remaja tersebut yaitu kehamilan yang tidak di inginkan dan penyakit menular seksual. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja di Kelurahan Bojong Jaya Tahun 2020. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional. Lokasi penelitiqn dikellurahan Bojong Jaya yang diambil pada Bulan Mei 2021. Populasi sebanyak 149 orang dengan pengambilan sampel sebanyak 60 orang dengan menggunakan Teknik sistematik random sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara perilaku seksual remaja dengan jenis kelamin (P value 0.013) pengetahuan (Pvalue 0.046), sikap (pvalue 0.027) dan paparan media massa (0.047). Maka diperlukan adanya pendekatan kepada remaja dengan mengaktifkan kembali wadah informasi mengenai kesehatan khususnya perilaku seksual.
PERUBAHAN POLA AKTIFITAS SEKSUAL PADA IBU PASCA MELAHIRKAN Roichatul Djannah; Dewi Susanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56861/jikkbh.v8i1.92

Abstract

Seks adalah sesuatu yang sangat naluriah dan semua manusia akan melewatinya. Tapi seks juga sangat berkaitan dengan lingkungan, norma masyarakat, faktor fsikologis maupun fisik seseorang. Artinya dorongan seks bias berubah setiap saat. Begitu seorang wanita melewati masa nifas, hubungan seks sudah boleh dilakukan, tentunya dengan frekuensi dan kekuatan yang tidak sekuat sebelum hamil. Karena masih dalam proses penyesuaian. Kadang masih sering muncul ketakutan, cemas atau takut jahitan robek, sering kali akan sedikit mengurangi kenikmatan berhubungan seks, bahkan tidak jarang justru menimbulkan rasa sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan turunnya aktivitas seksual ibu post partum. Berdasarkan hasil penelitian dari 36 orang di dapatkan 32 orang (88,9%) yang mengalami penurunan aktivitas seksual, diantaranya dipengaruhi oleh faktor stress dan troumatik yaitu sebanyak 12 orang (33,3%), faktor luka episiotomi 21 orang (58,3%), faktor keletihan 20 orang (55,65%) dan faktor Depresi sebanyak 10 orang (27,8%). Dari hasil penelitian yang telah di jelaskan dapat di tarik kesimpulan bahwa luka episiotomi merupakan faktor yang paling mempengaruhi turunnya aktivitas seksual ibu post partum di BPS Diah Sholihah. Maka dari hasil penelitian diatas disarankan kepada petugas kesehatan agar dapat memberikan pengertian dan penjelasan mengenai hal ini terutama kepada ibu post partum yang mengalami masalah seksual.
FAKTOR PENENTU RENDAHNYA PENGGUNAAN KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI BPS K KOTA TANGERANG Roichatul Djannah
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56861/jikkbh.v8i2.99

Abstract

Alat kontrasepsi jangka panjang (MKJP) adalah alat kontrasepsi yang digunakan untuk menunda, menjarangkan kehamilan, serta menghentikan kesuburan, yang digunakan dengan jangka panjang. Dari data yang didapat dari BPS “K” bulan April tahun 2022 didapatkan bahwa masih rendahnya akseptor KB yang menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang hanya 0,7 %. Tujuan penelitian ini untuk meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang di BPS “K” Kota tangerang Periode Bulan Mei-Juni Tahun 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analitik, dengan desain penelitian cross sectional pada 74 responden. Pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan kuesioner atau data primer. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat (chi square test dan Odds Ratio) dengan p value = 0,05 dan derajat kepercayaan 95%. Dari hasil penelitian yang didapat, variabel yang mempunyai hubungan bermakna dengan rendahnya penggunaan MKJP yaitu umur, pendidikan, pekerjaan, dukungan suami, dan pengetahuan sedangkan yang tidak memiliki hubungan yang bermakna yaitu paritas dan riwayat penyakit. Hasil uji statistik menunjukan bahwa dari 7 variabel yang diteliti variabel dukungan suami lebih mempengaruhi rendahnya penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang pada pasangan usia subur. Sehingga diperlukan adanya pendekatan untuk penggunaan metode kontrasepsi jangka Panjang.
Pengaruh Pendidikan Gizi dan Anemia Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Pencegahan Anemia Roichatul Djannah; Wida Wisudawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56861/jikkbh.v9i1.105

Abstract

Remaja mengalami perubahan biologis, kognitif, dan emosional. Masalah gizi dan kesehatan yang dihadapi pada masa remaja salah satunya adalah anemia. Remaja perempuan beresiko lebih tinggi dibandingkan remaja laki-laki, karena remaja perempuan mengalami menstruasi setiap bulan sehingga banyak kehilangan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pendidikan gizi dan anemia pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah “Pretest Posttest with Control Group”, untuk menganalisa variabel independen yaitu pendidikan gizi dengan variabel dependen yaitu pengetahuan remaja tentang pencegahan anemia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di Kelurahan Bojong Jaya Kota Tangerang. Sampel yang digunakan adalah remaja yang memenuhi kriteria inklusi penelitian yaitu remaja putri dengan usia 12 – 14 tahun yang dibagi menjadi 2 kelompok intervensi dan kelompok kontrol yang terdiri dari 22 orang pada masing masing kelompok. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah dilakukan pendidikan gizi dan anemia selama 1 bulan pada kelompok intervensi, terdapat perubahan pada tingkat pengetahuan responden dimana sebelumnya mayoritas dengan pengetahuan cukup menjadi mayoritas dengan pengetahuan baik. Berdasarkan uji statistik didapatkan nilai p=0,007 yang menunjukan bahwa terdapat peningkatan tingkat pengetahuan remaja tentang gizi dan anemia setelah dilakukan pendidikan gizi dan anemia.