Seks adalah sesuatu yang sangat naluriah dan semua manusia akan melewatinya. Tapi seks juga sangat berkaitan dengan lingkungan, norma masyarakat, faktor fsikologis maupun fisik seseorang. Artinya dorongan seks bias berubah setiap saat. Begitu seorang wanita melewati masa nifas, hubungan seks sudah boleh dilakukan, tentunya dengan frekuensi dan kekuatan yang tidak sekuat sebelum hamil. Karena masih dalam proses penyesuaian. Kadang masih sering muncul ketakutan, cemas atau takut jahitan robek, sering kali akan sedikit mengurangi kenikmatan berhubungan seks, bahkan tidak jarang justru menimbulkan rasa sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan turunnya aktivitas seksual ibu post partum. Berdasarkan hasil penelitian dari 36 orang di dapatkan 32 orang (88,9%) yang mengalami penurunan aktivitas seksual, diantaranya dipengaruhi oleh faktor stress dan troumatik yaitu sebanyak 12 orang (33,3%), faktor luka episiotomi 21 orang (58,3%), faktor keletihan 20 orang (55,65%) dan faktor Depresi sebanyak 10 orang (27,8%). Dari hasil penelitian yang telah di jelaskan dapat di tarik kesimpulan bahwa luka episiotomi merupakan faktor yang paling mempengaruhi turunnya aktivitas seksual ibu post partum di BPS Diah Sholihah. Maka dari hasil penelitian diatas disarankan kepada petugas kesehatan agar dapat memberikan pengertian dan penjelasan mengenai hal ini terutama kepada ibu post partum yang mengalami masalah seksual.
Copyrights © 2022