Dewa Made Joni Ardana
Universitas Panji Sakti

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA (MUSRENBANGDES) DI MASA PANDEMI COVID19 DI DESA PADANGBULIA KECAMATAN SUKASADA Ni Ketut Sudianing; Dewa Made Joni Ardana
Locus Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.361 KB) | DOI: 10.37637/locus.v14i2.1024

Abstract

Musyawarah desa merupakan utama dalam  perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa hal ini dituangkan dalam peraturan menteri Peraturan Menteri Desa No 19 Tahun 2019, tentang  Musyawarah Desa. Dalam peraturan ini juga pemerintahan desa diwajibkan untuk melibatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan desa. Namun keterlibatan masyarakat beberapa tulisan menyebutkan bahwa partisipasi masyarakat dalam perencanaan belum sepenuhnya dilakukan, sebab masih tertuju pada kepentingan memenuhi syarat undang-undang, sehingga sebenarnya masyarakat hanya sebagai pelengkap dalam perencanaan. Terlebih dalam masa pandemi, pembatasan terhadap aktifitas pertemuan dengan masyarakat mempengaruhi efektifitas pelaksanaan muyawarah perencanaan pembangunan. Disisi lain pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam perencanaan pembangunan juga masih lemah, berakibat pada perencanaan yang tidak dapat merumuskan isu-isu strategis yang perlu menjadi prioritas pembangunan. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti mengajukan permasalahan penelitian sebagai berikut: 1) Bagaimana Efektifitas Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa Padangbulia di Masa Pandemi Covid19?, dan 2) Faktor-Faktor Pendukung dan  penghambat apa saja yang dihadapi dalam Pelaksanaan Musrembangdes di desa Padangbulia?. Untuk memperoleh jawaban atas permasalahan penelitian, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dan model analisis Miles Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 1) pelaksanaan musyawarah desa dapat dilaksanakan secara efektif, meskipun terdapat pengaruh yang siginfikan dari pandemic covid19. Kejelasan sasaran dan capaian pembangunan, kejelasan proses pengambilan keputusan melalui musrenbangdes, dan kesesuaian perencanaan dengan visi misi desa dan kemampuan merealisasi perencanaan menandakan bahwa perencanaan pembangunan melalui musrenbangdes dapat dilaksanakan secara efektif. 2) Sinergitas dan kemampuan komunikasi antar aktor perencana di desa  menjadi solusi yang tepat dalam menghadapi berbagai kendala perencanaan pembangunan di desa. 3) Sosialisasi dan komunikasi perencanaan pembangunan tidak dapat dilaksanakan secara optimal, berdampak pada menurunnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Rekomendasi penelitian: 1) perlu dilakukan upaya peningkatan kemampuan perencana di tingkat desa, baik melalui pelatihan, pembinaan bidang perencanaan, proses pengambilan keputusan dan administrasi publik. 2) Desa perlu didukung oleh kemampuan teknologi informasi dan tatakelola pemerintahan yang baik (good governance).
BUDAYA ORGANISASI DAN KEDISIPLINAN PEGAWAI DI KANTOR CAMAT SUKASADA Komang Linda Ferawati; Dewa Made Joni Ardana
Locus Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.92 KB) | DOI: 10.37637/locus.v14i2.1021

Abstract

Suatu instansi didirikan karena memiliki suatu tujuan, yang mana dalam mencapai tujuanya setiap instansi dipengaruhi oleh prilaku dan sikap orang - orang yang tergabung dalam instansi tersebut. Sumber daya manusia dibentuk oleh sifat dan karakter yang melekat pada diri masing - masing individu yang tergabung dalam organisasi, budaya organisasi memberikan pengaruh terhadap terbentuknya disiplin kerja karyawan, yang mana idealnya apabila budaya organisasi dan kedisiplinan pegawai baik maka akan memberikan suatu Outcome yang baik pula. Berdasarkan hal yang telah diuraikan diatas maka penelitian ini merumuskan beberapa permasalahan yaitu : 1. Bagaimanakah Budaya organisasi di Kantor Camat Sukasada?. 2. Bagaimanakah Kedisiplinan pegawai di Kantor Camat Sukasada?. 3.Apa saja pencapaian yang telah di raih dengan budaya organisasi dan kedisiplinan yang di terapkan di Kantor Camat Sukasada? Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan maksud memperoleh gambaran secara mendalam mengenai Budaya Organisasi Dan Kedisiplinan Pegawai. Penentuan informan melalui teknik purposive sampling , kemudian metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Dari penelitian ditemukan bahwa : 1) Budaya Organisasi di Kantor Camat Sukasada dalam meningkatkan kedisiplinan pegawai secara umum sudah dapat berjalan dengan baik, dimana budaya organisasi berperan sebagai norma, norma kelompok, sebagai prinsip - prinsip dan nilai, sebagai aturan hukum, juga kemampuan khusus. 2) Kedisiplinan Pegawai di Kantor Camat Sukasada sudah baik di lihat dari segi prilaku kendali positif pegawai, pengendalian kerja, serta perbaikan prilaku dari pegawai. 3) Dengan budaya organisasi dan kedisiplinan pegawai yang baik di terapkan memberikan dampak baik bagi Kantor Camat Sukasada dari segi cepatnya pelayanan serta ketepatan pelayanan yang mereka berikan. Hal tersebut dapat di lihat dari ketidak adaanya keluhan masyarakat bagi pelayanan yang diberikan oleh pegawai di Kantor Camat Sukasada.
PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK RADIO REPUBLIK INDONESIA SINGARAJA Gusti Ngurah Mardika Seputra; Dewa Made Joni Ardana
Locus Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i2.1487

Abstract

Pengadaan barang/jasa berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah meliputi pengadaan barang, pekerjaan konstruksi,jasa konsultansi dan jasa lainnya yang dilaksanakan dengan swakelola dan/atau penyedia.Penelitian ini meneliti: pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, kendala yangdihadapi, dan upaya.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, informan adalah Pengelola PengadaanBarang dan Jasa LPP RRI Singaraja, penelitian menggunakan sumber data informan dan datacatatan, dokumen, dan laporan, fokus penelitian ini adalah pelaksanaan Pengadaan Barangdan Jasa, kendala serta upaya penyelesaian, lokasi penelitian di LPP RRI Singaraja, tiga carayang digunakan mengumpulkan data yaitu wawancara, observasi, dan metode dokumentasi,analisis data adalah metode kualitatif.Dalam pelaksanaan pengadaan barang jasa pada LPP RRI Singaraja menggunakandasar pelaksanaan yaitu Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang PengadaanBarang/Jasa dan pelaksanaannya mengikuti petunjuk teknis. Dalam proses pengadaanbarang/jasa ada tahapan yaitu analisis kebutuhan, melaksanakan rapat perencanaan, KPA danPPK menugaskan kepada operator SIRUP untuk melaksanakan penginputan data, PPBJmembuat HPS untuk melakukan Pengadaan, Kendala yaitu sering terjadi trouble systemdikarenakan ada perbaikan system, kurangnya sumber daya manusia yang berkompeten.Upaya penyelesaian masalah yaitu dengan mengikutkan beberapa karyawan untuk mengikutiberbagai pelatihan dibidang pengadaan barang dan jasa pemerintah, berupaya memfasilitasipegawai yang akan mengikuti pelatihan.