Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Optimalisasi Pengelolaan Media Informasi Di Organisasi Pramuka Man 2 Banyumas Pundra Rengga Andhita; Ratna Suminar; Meyra Nanda Vianka
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 5, No 3 (2022): September 2022
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v5i3.1615

Abstract

Abstract: The Scout Movement is one of the major organizations in Indonesia. However, this greatness can fade if young people are not familiar with the scouting movement. This condition is currently being experienced by the Ambalan Scout Organization of Sunan Kalijaga and Dewi Masitoh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyumas. Although participation is mandatory, the number of those who remain in this organization is decreasing. The scouting movement is considered less popular than others. Based on this, the Ambalan Scouts Sunan Kalijaga and Dewi Masitoh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyumas collaborated with the Communication Studies Program at University of Amikom Purwokerto to optimize the management of their information media (website, social media and wall magazines) through comprehensive training with the group achievement method. A mentoring method that emphasizes efforts to build group productivity by referring to input from group members and the achievement of output targets that were prepared jointly between the Ambalan Scouts Sunan Kalijaga and Dewi Masitoh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyumas and the Communication Studies Program at the University of Amikom Purwokerto. The training, which was held on February 5, 2022, was a success with more than 39 participants. The final result of this activity shows that the participants' cognitive needs regarding media management have begun to be fulfilled, the ability of participants to develop media content and distribute it appropriately, and the formation of members' commitment to maintaining the continuity of media management has begun. However, to achieve even better results, this activity requires continuous training, particularly related to aspects of media technology and media visibility strategies.Keywords: Communication; Madrasah; Media; Organization; Scout            Abstrak: Gerakan pramuka merupakan salah satu organisasi besar di Indonesia. Namun kebesaran tersebut berpotensi pudar jika anak muda mulai tidak mengenal gerakan pramuka. Kondisi inilah yang dialami Organisasi Pramuka Ambalan Sunan Kalijaga dan Dewi Masitoh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyumas. Meski keikutsertaannya bersifat wajib namun diisinyalir jumlah yang bertahan di organisasi ini semakin menurun. Gerakan pramuka dinilai kalah populer dibandingkan lainnya. Salah satu penyebabnya adalah belum optimalnya pengelolaan media informasi. Berdasarkan hal tersebut, Pramuka Ambalan Sunan Kalijaga dan Dewi Masitoh MAN 2 Banyumas menggandeng Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto untuk melakukan optimalisasi pengelolaan media inofrmasinya (website, media sosial dan mading) melalui pelatihan komprehensif dengan metode group achievement. Sebuah metode pendampingan yang menekankan upaya membangun produktivitas kelompok dengan mengacu pada input dari anggota kelompok dan pencapaian target output yang disusun bersama antara mitra dan anggota kelompok. Pelatihan yang diadakan tanggal 5 Februari 2022 ini berjalan sukses dengan diikuti oleh lebih dari 39 peserta. Hasil akhir kegiatan ini memperlihatkan mulai terpenuhinya kebutuhan kognisi peserta mengenai pengelolaan media, terbentuknya kemampuan peserta dalam menyusun konten media serta mendistribusikannya dengan tepat, dan terbentuknya komitmen anggota untuk menjaga kontinuitas pengelolaan medianya.Kata Kunci: Komunikasi; Madrasah; Media; Organisasi; Pramuka
Pengambilalihan Fungsi Kehumasan di Instalasi Humas Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Arif Zainudin Surakarta Pundra Rengga Andhita; Yossi Adilia Rahmawati
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v20i2.4689

Abstract

Problematika kehumasan sering terjadi di instansi publik. Khususnya ketika fungsi humas hanya ditempatkan sebatas tingkat pelaksana komunikasi, sedangkan fungsi manajemen strategisnya diambil alih personel yang tidak memiliki latar belakang relevan. Praktik inilah yang disinyalir terjadi pada Instalasi Humas dan Pemasaran RSJD Dr. Arif Zainudin. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengambilalihan (Encroachment) fungsi kehumasan di Instalasi Humas dan Pemasaran RSJD Dr. Arif Zainudin. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menekankan perspektif encroachment theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instalasi Humas dan Pemasaran RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta memiliki persoalan unik, yakni peran manajerial kehumasan dipegang personel dengan latar belakang pendidikan non-kehumasan (Ilmu komunikasi) dan letak posisi Instalasi Humas dan Pemasaran tidak strategis, terletak di struktur organisasi terbawah. Kedua permasalahan tersebut berimplikasi pada pengambilalihan wewenang, struktural dan fungsi kehumasan di bagian Instalasi Humas dan Pemasaran. Dalam tahap lebih lanjut, jika kondisi ini tidak ditindaklanjuti dengan baik dan cepat oleh manajemen maka akan memengaruhi kinerja organisasi. Kontribusi penelitian ini ingin memberikan masukan bagi RSJD Dr. Arif Zainudin agar lebih mengoptimalkan peran kehumasan di Instalasi Humas dan Pemasaran dengan cara melakukan perubahan holistik terkait penguatan wewenang, struktural dan fungsional dari Instalasi Humas dan Pemasaran.
PENDAMPINGAN PROGRAM ANTENATAL CARE (ANC) TERPADU MELALUI MEDIA (KIE) KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI DI PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA II DALAM ERA ADAPTASI KEBIASAAN BARU Prita Suci Nurcandrani; Pundra Rengga Andhita; Yusyida Mun Saidah; Rizki Ardhi Rahman; Raden Endah Nurkhalida
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Volume 3, No 2 Oktober 2022
Publisher : LP3M STKIP MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.36 KB) | DOI: 10.52060/jppm.v3i2.847

Abstract

The priority of the Integrated Antenatal Care (ANC) program is aimed at reducing maternal mortality and morbidity, preparing the role of mothers and families to accept the birth of children so that they experience normal growth and development, and enabling mothers to exclusively breastfeed their babies. The results of the Weighing Operation for the North Purwokerto 2 Health Center in February 2021 showed that out of a total of 593 toddlers aged 0-23 months, 58 or 9.78% of them were stunted, while in September 2021 it showed that of a total of 523 toddlers aged 0-23 months, 71 or 13 ,58% of them experienced stunting. Facing this reality, proper tools, media, and communication channels are needed for the Integrated ANC Program so that the North Purwokerto 2 Health Center can still provide education and information when the face-to-face interaction model is not recommended. Assistance in IEC activities (Communication, Information and Education) is seen as very urgent considering the high stunting rate so that more in-depth intervention through the program is needed. This partnership program uses a mentoring method that begins with making a tool in the form of videography as the main guide for teams and midwives in a sustainable Integrated ANC Program. This activity resulted in six IEC media used by partners and socialization of these media to midwives in the working area of ​​the North Purwokerto 2 Health Center which includes the villages of Grendeng, Sumampir, Pabuwaran, and Karang Wangkal.
Analisis konten instagram bupati Banyumas terkait penanganan krisis hoaks Covid-19 Pundra Rengga Andhita; Rasyid, Muhammad Rafi Ar; Hartanto, Yohanna Tania
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v7i1.5134

Abstract

The problem of the information crisis caused by the Covid-19 hoax has caused several polemics in the Banyumas community. The Covid-19 hoax has made people confused and ignored health protocols. The implication leads to an increase in the death rate in Banyumas. However, this condition was quickly realized by the Ir. Achmad Husein, Regent of Banyumas Regency. Achmad Husein actively clarifies the Covid-19 hoax by uploading content on his Instagram account, namely @ir_achmadhusein. His post shows Achmad Husein's efforts in managing the COVID-19 hoax crisis communication which is quite interesting. This is an important value in this research. Through the Mayring content analysis method, this research dissects the Instagram content of Ir. Achmad Husein, Banyumas Regent, through several units of analysis contained in the Situational Crisis Communication Theory (SCCT). The results showed that the implementation of the three crisis response strategies by Ir. Achmad Husein succeeded in providing comparative and holistic information for the people of Banyumas. Furthermore, through this strategy, Husein also succeeded in turning the information crisis caused by the Covid-19 hoax into a strategic opportunity in building his positive reputation.
Keberhasilan Media Handling Satgas Covid-19 Pemkab Tegal Dalam Menekan Pandemi Aufia Maula Kamal; Pundra Rengga Andhita
IKOMIK: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/ikomik.v3i1.4866

Abstract

This study aims to examine the management of media handling through a two way symmetric model that was previously carried out by the Tegal Regency Government through the Covid-19 Task Force Public Relations in communicating health protocols during theco-19 pandemic. The results of the study show that in the efforts to public relations for the Covid-19 Task Force, the Tegal Regency Government in dealing with the covid-19 pandemic is carried out by implementing a two-way symmetric model in informingabout the role of implementing the 3M health protocol (wearing a mask, maintaining distance and washing hands regularly) to reduce the speed of spread of covid-19. The implementation of the two-way symmetric model is carried out through several consistent emphasis strategies such as media handling, complaint handling, agenda setting and monitoring. These five emphases went well. This is marked by a change in people’s cognition who are increasingly convinced that implementing health protocols can reduce the rate of transmission of Covid-19 in Tegal Regency. This change in cognition ultimately shapes people’s behavior to make a positive contribution in suppressing the spread of Covid-19. Furthermore, this research also wants to convey that the two-way symmetric model strategy can be an effective solution in media handling activities for the success of the continuation program to suppress the rate of Covid-19 which is still running today, namely, the national vaccination program. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengelolaan media handling melalui two way symmetric model yang pernah dilakukan Pemkab Tegal melalui Humas Satgas Covid-19 dalam mengomunikasikan protokol kesehatan selama pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan studi literasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan validasi datanya menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam upaya Humas Satgas Covid-19 Pemerintah Kabupaten Tegal dalam menghadapi pandemic covid-19 dilakukan dengan mengimplementasikan two way symmetric model dalam menginformasikan mengenai peran penerapan prototokol kesehatan 3M (Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan secara teratur) untuk menkan laju penyebaran covid-19. Implementas two way symmetric model dilakukan melalui sejumlah strategi penekanan yang konsisten seperti media handling, complain handling, penyusunan agenda setting dan monitoring. Kelima penekanan tersebut berjalan dengan baik. Hal itu ditandai dengan adanya perubahan kognisi masyarakat yang semakin yakin bahwa penerapan protokol kesehatan dapat menekan laju penularan covid-19 di Kabupaten Tegal. Perubahan kognisi ini yang akhirnya membentuk perilaku masyarakat untuk berkontribusi positif dalam menekan laju penyebaran covid-19. Lebih lanjut, penelitian ini juga ingin menyampaikan bahwa strategi two way symmetric model bisa menjadi solusi efektif dalam aktivitas media handling untuk menyukseskan program lanjutan penekanan laju covid-19 yang masih berjalan hingga saat ini, yakni, program vaksinasi nasional.
Urgensi Peningkatan Kompetensi Literasi Media Bagi Pengurus IPM Banyumas Terkait Penelaahan Hoaks Di Media Daring Pundra Rengga Andhita
Jurnal Komunitas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 1: Juli 2023
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen Stiami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31334/jks.v6i1.3083

Abstract

Derasnya arus informasi di era digital menghadirkan sejumlah problematika di masyarakat. Salah satunya adalah keberadaan produk non jurnalisme yang sporadis, seperti, hoaks. Peredaran hoaks di masyarakat perlu disikapi dengan cepat. Ini penting agar generasi mendatang tidak mendapatkan warisan wawasan dan pengetahuan yang bersumber dari hoaks. Salah satu upaya solutif untuk mengatasi hoaks adalah gerakan literasi media. Kompetensi literasi media perlu digalakkan sejak dini pada masyarakat, khususnya pelajar. Kompetensi tersebutlah yang juga mendesak diperlukan bagi pengurus Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Banyumas sebagai representasi dari generasi muda yang sadar akan informasi digital. Metode peningkatan kompetensi literasi media yang perlu dilakukan adalah group achievement. Pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2021 di Gedung PD Aisyiyah Kabupaten Banyumas ini telah berjalan tuntas dengan diikuti oleh lebih dari 30 pengurus PD IPM Banyumas. Hasil kegiatan ini memperlihatkan adanya peningkatan kompetensi literasi media bagi kader PD IPDM Banyumas. Hanya saja kegiatan ini baru menekankan kompetensi literasi media dengan pendekatan manual. Untuk mendapatkan hasil yang lebih positif masih diperlukan adanya pendampingan pelatihan berkelanjutan yakni pelatihan kompetensi literasi media berbasis teknologi informasi.     
Narasi Demokrasi Dalam Buletin Al Islam Pundra Rengga Andhita; Ade Tuti Turistiati
Jurnal Spektrum Komunikasi Vol 10 No 3 (2022): Jurnal Spektrum Komunikasi
Publisher : LPPM Stikosa - AWS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37826/spektrum.v10i3.234

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang narasi demokrasi yang tersirat dari teks dalam Buletin Al Islam dengan memerhatikan struktur makro, superstruktur dan struktur mikro. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis model Van Dijk. Dari analisa tersebut berhasil diungkapkan bahwa struktur makro dalam buletin Al Islam menyajikan tema saling mengait satu sama lain, dengan implikasi pada konklusi ide yang ditawarkan oleh pemilik buletin. Tema mampu disusun melalui eksplorasi dinamika sosial masyarakat dengan sasaran terbangunnya proksimitas sosial antara teks dan pembacanya. Melalui proksimitas itulah diharapkan akan terbangun kesadaran kritis pembaca yang sesuai dengan pemilik teks. Adapun dilihat dari superstruktur, teks dalam bulletin ini memiliki judul, lead dan muatan story telling yang memunculkan suasana kegetiran. Suasana tersebutlah yang berpotensi menyentuh sisi sensitif pembaca. Suasana ini berimplikasi pada lahirnya rasa skeptisme pembaca dalam menilai realitas di luar teks. Nantinya skeptisme itu bisa memudahkan pembaca untuk menerima gagasan utama yang disampaikan dalam teks tersebut. Kemudian, dari struktur mikro, teks dalam buletin ini mengupayakan produksi wacana yang membentuk pemahaman pada gambaran ideal masyarakat yang komparatif antara kondisi di dalam dan di luar teks. Persinggungan antar keduanya dilakukan secara komparatif dan bisa melahirkan kompetisi gagasan tertentu.
Pemanfaatan Media Sosial Antenatal Care Terpadu sebagai Tools KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) pada Puskesmas Purwokerto Utara II Prita Suci Nurcandrani; Yusyida Munsaidah; Pundra Rengga Andhita; Ayu May Lisa
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 2, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v2i1.1425

Abstract

Kebutuhan informasi mengenai Antenatal Care (ANC) atau Pemeriksaan Kehamilan yang cepat, akurat, dan mudah diakses semakin dibutuhkan oleh ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan sedini mungkin di Puskesmas. Media teknologi informasi yang sudah digunakan oleh Puskesmas, bidan, dan ibu hamil adalah Instagram, namun pengelolaannya dalam memberikan informasi dan edukasi mengenai program ANC belum optimal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengedukasi ibu hamil mengenai program ANC Terpadu serta meningkatkan pengelolaan media sosial Instagram di Puskesmas Purwokerto Utara II dalam mengampanyekan program ANC. Hasilnya menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial Instagram dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pemeriksaan kehamilan. Dengan demikian, ibu hamil menjadi lebih peduli terhadap kehamilannya dengan memaksimalkan penggunaan fitur Instagram, seperti tampilan unggahan (feeds), caption, hashtag, reels dan fitur kolaborasi akun. Selain itu, waktu posting juga penting dalam pengelolaan Instagram untuk menaikkan engagement.Kata kunci: ANC, Instagram, Media Sosial, Puskesmas
STRATEGI DIFUSI INOVASI PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA 2 DALAM DISEMINASI PROGRAM ANTENATAL CARE TERPADU Rizki Ardhi Rahma; Prita Suci Nurcandrani; Pundra Rengga Andhita
Jurnal Ilmu Komunikasi PROGRESSIO Vol 4, No 2 (2023): September
Publisher : Jurnal Ilmu Komunikasi PROGRESSIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/progressio.v4i2.1185

Abstract

Purwokerto Utara 2 Health Center is carrying out audiovisual innovations by using Instagram and TikTok as a means of disseminating integrated antenatal care checks with the aim of reducing stunting rates and supporting a demographic bonus in 2045. What time is needed and what is the social system like. This research is based on the theory of Everett M. Rogers which discusses innovation, communication channels, time, social systems, sociotechnology models, health communication, and new media. Therefore used descriptive qualitative analysis with observation, interviews, and documentation. The results show that the innovations carried out by Puskesmas 2 Purwokerto Utara are going well. Acceptance of the innovation took 3 months, but further efforts are still needed. Of the 7 selected informants, 6 accepted and 1 rejected the innovation because of the social norms they adhered to.