Muammar Hasri
Institut Agama Islam Negeri Bone

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYALURAN ZAKAT SECARA LANGSUNG TANPA MELALUI BADAN AMIL ZAKAT (PERSPEKTIF YURIDIS DAN MASLAHAT) Hamzah Hamzah; Muammar Hasri
AL-KHARAJ Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : IAIN BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.34 KB) | DOI: 10.30863/alkharaj.v1i1.1546

Abstract

Kajian ini bertujuan menganalisis penyaluran zakat secara langsung dengan tidak melalui Badan Amil Zakat. Urgensi kajian ini adalah memberikan penegasan akan penyaluran zakat yang tepat dengan pertimbangan maslahat. Kajian ini tergolong telaah konseptual dalam bidang kajian yuridis dan teologis. Pendekatan dalam melihat pokok persmalahan dengan menggunakan pendekatan maslahat mursalah. Metode analisis data yang digunakan dengan analisis kualitatif, hal itu dimaksudkan untuk dengan menganalisis permasalahan dan merasionalkan dengan teori maslahat. Temuan dalam kajian ini bahwa; peran amil telah disebutkan di dalam nash dan perundang-undangan zakat dan penyaluran zakat secara langsung oleh muzakki tidak diatur dalam UU zakat. Perundang-undagan zakat hanya menetapkan kewenangan Badan Amil Zakat dalam soal pengumpulkan, pengkoordinasia, pendistribusikan dan pendayagunaan zakat. Dalam konsepsi maslahat terhadap penyaluran zakat secara langsung, tidak kontributif dan produktif karena tidak terencana dengan baik. Implikasi temuan ini bahwa penyaluran zakat melalui Badan Amil Zakat, di samping itu Badan Amil Zakat melakukan pengelolaan zakat dengan baik dan tranfaran agar masyarakat percaya dan termotivasi untu berzakat melalui amil yang resmi.
PERPANJANGAN WAKTU DAN TAMBAHAN BIAYA GADAI EMAS PERSPEKTIF HUKUM ISLAM: (Studi Kasus di Peagadaian Syariah Unit Bone) Nuraini Firsan; Asni Zubair; Firdaus Firdaus; Muammar Hasri; A. Sultan Sulfian
Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : IAIN BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/alkharaj.v6i1.10464

Abstract

Abstract This study discusses the mechanism of extension of time and additional fees of pawning gold form an Islamic law perspective (case study at the bone unit of the Islamic pawnshop). The main focus is how the process is implemented and its compliance with sharia principles. The research method used is empirical juridical to analyse field practices and normative theological to assess sharia compliance. The results of the study indicate a lack of transparency and detailed information regarding the time extension mechanism and cost details for customers, even though the costs are claimed as mu'nah (maintenance/administrative) costs. This lack of detail and transparency creates gharar (uncertainty), which is prohibited under Islamic law due to its potential for harm and triggering disputes. This study recommends that Islamic pawnshop evaluate and revise their operational procedures, increasing transparency and clarity of information, to ensure full alignment with sharia principles that uphold fairness, openness, and the avoidance of gharar. Keywords: Gold pawn, time extension, Islamic law