Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FIGURE OF SPEECH IN ENGLISH CHILDREN SONG LYRICS Meriska Yosiana
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2022): Agustus : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.912 KB) | DOI: 10.56127/jushpen.v1i2.177

Abstract

Figure of speech or Figurative language, which is usually used in poem, prose, song lyrics and other literary works is interesting because it has implied meaning behind the words. The researcher chooses this topic because it is very unique and tricky to know the meaning not only literally, but also non-literally. This research has two aims, they are to find out the figure of speech found in English Children Song Lyrics and to find out the most dominant the figure of speech found in English Children Song Lyrics. This research was conducted by using descriptive qualitative method. In this research, the descriptive qualitative method was used to analyze figures of speech in English Children Song Lyrics. The sources of data in this research were taken from the lyrics of English Children songs. The results of this research are from the 10 English children song lyrics, there are 23 figures of speech which are found in the English children song lyrics.  The figures of speech that are found are similes (3 data), metaphors (4 data), personification (9 data), symbols (2 data), and hyperbole (5 data). The most dominant figure of speech found in the English Children Song Lyrics is personification.
MAJAS DAN CITRAAN DALAM LIRIK LAGU TULUS PADA ALBUM MANUSIA Meriska Yosiana; Ratna Wulandari
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 04 (2022): Juli : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.347 KB) | DOI: 10.56127/jukim.v1i04.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan majas dan makna yang ada pada lirik lagu Tulus dalam album “Manusia”. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan termasuk dalam jenis penelitian studi pustaka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik simak, teknik baca, teknik dengar, dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat interaktif yang terdiri tiga komponen penelitian, meliputi: reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Hasil penelitian ini pertama, menganalisis (50) kutipan lirik lagu Tulus dalam album “Manusia” dengan memanfaatkan beragam majas ditemukan, yakni majas perbandingan yang berjenis perumpamaan (1), metafora (1), dan personafikasi (6), majas perulangan yang berjenis aliterasi (7), asonansi (6), repetisi (6), pleonasme (3), dan parelisme, majas pertentangan yang berjenis hiperbola (5), litotes (2), oksimoron (2), dan majas pertautan yang berjenis sinekdoke; sinekdoke pars pro toto (1) dan sinekdoke totem pro parte (1). Kedua, lagu Tulus dalam album “Manusia” Kedua, terdapat empat jenis citraan, yaitu citraan pendengaran (2), citraan gerak (1), citraan perabaan (3), dan citraan penglihatan(3). Penulis berharap Penelitian ini berguna untuk menambah warna penelitian mengenai majas dan citraan dalam sastra.
REPRESENTASI STANDAR KECANTIKAN PEREMPUAN INDONESIA YANG TERCERMIN DI DALAM FILM IMPERFECT (PENDEKATAN HERMENEUTIKA J.E GRACIA) Meriska Yosiana
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 05 (2022): September: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v1i05.484

Abstract

Standarisasi kecantikan pada seorang perempuan menjadi permasalahan yang sangat serius dari waktu ke waktu. Standar cantik ini mengalami perubahan secara global yang juga berpengaruh terhadap standar perempuan cantik di Indonesia. Melalui film Imperfect penulis ingin menyingkap standar kecantiakan perempuan Indonesia yang sering sekali menjadi masalah bagi seorang perempuan. Tujuan penulisan ini adalah untuk melihat representasi kecantikan perempuan Indonesia yang tercemin di dalam film Imperfect dengan pendekatan Hermeneutika J.E. Gracia. Metode yang digunakan di dalam penulisan makalah ini yaitu deskriptif qualitative. Gracia menyebutkan sedikitnya ada tiga fungsi yang berkaitan dengan interpretasi yaitu fungsi sejarah, fungsi makna, dan fungsi implikasi. Namun penulis hanya menggunakan fungsi sejarah dan fungsi makna saja untuk menginterpretasikan standar kecantikan perempuan Indonesia di dalam film Imperfect.
TYPES OF DEIXIS IN SONG LYRICS SNOWMAN BY SIA Meriska Yosiana
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): April : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jushpen.v2i1.864

Abstract

 Deixis is words or phrases that are used as reference to something related to the speaker.  There are three types of deixis, namely personal deixis, temporal deixis, and spatial deixis. This study aims to find out types of Deixis and the dominant deixis used in Song Lyrics Snowman by Sia. Sia is an is an Australian singer and songwriter who has unique characteristics. The method used descriptive qualitative because the data are in the form of words and phrases. The source of the data was taken from Sia’s song entitled Snowman. After analyzing the data, the results of study showed that 65 words of deixis. 40 or 65.5% personal deixis, 15 or 23% spatial deixis, 10 or 15.5% temporal deixis in Sia's song lyrics Snowman. There are person deixis words used such as I, me, my, you, your, we, and Mrs. Snow. While in spatial deixis, there are some deixis words used such as this, that, where, below, home, in North pole, and From. Temporal deixis used in this song are now, forever, all seasons, till, and Christmas
HEGEMONI MEDIA SOSIAL TERHADAP MARAKNYA PINJAMAN ONLINE (PINJOL) Meriska Yosiana
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2023): November: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v2i6.1144

Abstract

Hegemoni adalah suatu cara atau ideologi untuk mendominasi tanpa adanya tindakan pemaksaan maupun kekerasan. Permasalahan pada penulisan ini adalah hegemoni media terhadap maraknya pinjaman online (pinjol) yang sering terjadi melalui aplikasi atau website. Tujuan dari penulisan ini melihat pengaruh media sosial terhadap pinjaman online dan dampak yang ditimbulkan dari pinjaman online tersebut. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan data sekunder melalui website quora mengenai pinjaman online. Pendekatan yang digunakan adalah Teori Hegemoni khususnya Hegemoni media sosial dari Antonio Gramsci. Hasil dari penelitian ini adalah Masyarakat tertarik dengan pinjol dikarenakan prosesnya tidak ribet dan iklan-iklan penawaran dari pinjol sangat menarik tanpa agunan, prosesnya juga cepat. Namun kekurangan dari pinjol ini data dari si peminjam dapat disalahgunakan, juga cara penagihan yang tidak sopan. Pinjol ini juga menyebabkan orang-orang jadi ketagihan melakukan hutang.