Hotimayani Lubis
Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

VOCABULARY IMPROVEMENT OF ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN USING PUZZLE TECHNIQUE Salsa Dillah; Lollo Rosa Lubis; Friska Dani Hasibuan; Hotimayani Lubis
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Vol. 1 No. 2 Edisi Agustus 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.563 KB) | DOI: 10.37081/adam.v1i2.1134

Abstract

This community service focuses on learning to increase elementary school children's vocabulary using puzzle techniques. This service aims to increase the vocabulary in English for children at SD Negeri 200113 Tanobato. implementation method by learning while playing English puzzles and adding material orally and in writing. The service is carried out through three stages, namely the learning planning stage, the learning implementation stage and the learning evaluation stage. Vocabulary is important because learning vocabulary is the main capital for learning sentences and other skills in language. Mastering a lot of vocabulary will make it easier for them to read, write, listen and speak English. The success indicator in this learning is marked by the students' writing ability in learning English. At the implementation stage. The learning consists of three activities, namely opening activities, core activities and closing. This community service is carried out for three days. Some of the components that have been successfully achieved from this PKM include 1) the achievement of activity goals 2) the achievement of the material targets that have been planned.   Pengabdian kepada masyarakat ini fokus kepada pembelajaran peningkatan vocabularry anak sd menggunakan teknik puzzle. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan perbendaharaan kosakata dalam berbahasa Inggris anak anak di SD Negeri 200113 Tanobato. Metode pelaksanaan debgan cara belajar sambil bermain puzzle bahasa inggris serta menyampaikan materi secara lisan dan tulisan. pengabdian dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu tahap perencanaan pembelajaran, tahap pelaksanaan pembelajaran dan tahap evaluasi pembelajaran. Vocabulary sangatlah penting karena mempelajari kosakata adalah modal utama untuk mempelajari penyusunan kalimat dan kemampuan lain dalam bahasa. Dengan menguasai banyak kosakata akan memudahkan mereka untuk membaca, menulis, mendengar dan berbicara bahasa Inggris. Indikator keberhasilan dalam pembelajaran ini ditandai dengan meningkatnya kemampuan menulis siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Pada tahap pelaksanaan. Pembelajaran terdiri dari tiga kegiatan yaitu kegiatan pembukaan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan tiga hari. Beberapa komponen yang berhasil di capai dari PKM ini diantaranya 1) tercapainya tujuan kegiatan 2) tercapai target materi yang telah di rencanakan.
PEMANFAATAN BUAH SALAK (SALACCA ZALACCA) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN SAMBAL SALAK UNTUK PENINGKATAN UMKM DI DESA SIHOPUR Meliza Meliza; Isti Romadhani Sagala; Apriliya Parizki Simatupang; Aderiani Harahap; Arham Adnan; Samsia Harahap; Sopiyani Daulay; Lanni Masrida Lubis; Hotimayani Lubis; Alimatul Amaliyah Pasaribu; Nova Wahdina Harahap; Raudi Sukron Pohan
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Vol. 5 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v5i1.2212

Abstract

Pendapatan sebagian besar masyarakat desa Sihopur adalah petani salak, tetapi masyarakat desa Sihopur juga ada yang memiliki sawah dan pohon karet. Masyarakat menanam pohon salak sendiri dan menjualnya langsung kepembeli. Banyak masyarakat luar Sihopur yang memesan salak. Terkadang banyak salak yang busuk karena tidak sempat dipanen oleh masyarakat desa Sihopur. Harga buah salak juga terkadang naik turun dipasaran. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengembangkan produk olahan baru yang berbeda dari produk olahan buah salak yang sudah ada,sehingga dapat menambah pariasi kuliner dan menarik minat konsumen. Menyebar luaskan pengetahuan kepada masyarakat tentang cara mengolah buah salak menjadi produk yang bernilai tambah. Menciptakan resep sambal salak yang enak dan dapat diterima diberbagai kalangan, sekaligus memperluas wawasan mengenai potensi penggunaan buah lokal. Metode yang digunakan dari kegiatan ini adalah pelatihan dan edukasi. Masyarakat diberikan pelatihan pengolahan buah salak menjadi sambal. Agar masyarakat dapat memanfaatkan buah salak dengan baik. Adapun peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 25 orang. Untuk data dilakukan evaluasi kegiatan pembuatan produk sambal salak dari pemanfaatan buah salak (Salacca Zalacca). Berdasarkan hasil kegiatan pembuatan sambal salak dari buah salak (Salacca Zalacca) dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan mendapat respon yang baik sebagai peningkatan usaha kreatif masyarakat desa Sihopur. Melalui kegiatan ini, pengetahuan masyarakat semakin meningkat mengenai pemanfaatan buah salak (Salacca Zalacca) sebagai sambal salak sehingga dapat meningkatkan UMKM masyarakat desa Sihopur.