Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Indonesian Psychological Research

Interpretative Phenomenological Analysis: Kebahagiaan di Tempat Kerja pada Karyawan di Divisi Sumber Daya Manusia Desi Wulandri; Megawati Batubara
Indonesian Psychological Research Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/ipr.v4i1.651

Abstract

Happiness at work is a positive emotion in a journey to grow and develop so that individuals can maximize performance at work and reach their potential. Happiness at work is a mindset that allows individuals to maximize their potential. This study aims to understand how happiness at work portrays for employees who work in the field of human resources development (HRD). HRD plays an important role in supporting the company's agenda so it is important for the HRD division to manage all human resources in the company so that it runs effectively and efficiently. Three participants in this study were recruited purposively were interviewed using a semi-structured interview. Four quality criteria are used as a form of research credibility. Transcripts were analyzed qualitatively using the interpretative phenomenological analysis (IPA), IPA explores in detail the processes that participants go through to understand their own experiences. Data analysis raises five superordinate themes: (1) employee assessment of the company, (2) satisfaction with the company and the environment, (3) dedication or a sense of company ownership, (4) difficulties faced, (5) resilience. The findings of this study indicate that each participant has difficulties and challenges faced, but how can participants continue to carry out activities despite the difficulties and challenges they face so that individuals can develop by overcoming negative emotions and giving their best ability to help themselves when facing difficulties and challenges.
Menemukan Dukungan Sosial Yang Paling Berkontribusi Terhadap Psychological Well-Being Mahasiswa Yang Sedang Menyusun Skripsi, Dosen Pembimbing atau Orang Tua? Megawati Batubara; Auliani Meidina; Shahnaz Salsabila Rahman
Indonesian Psychological Research Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/ipr.v4i2.729

Abstract

Penyusunan skripsi merupakan salah satu tuntutan bagi setiap mahasiswa yang berada pada jenjang perguruan tinggi. Proses penyusunan skripsi ini seringkali dirasa menekan dan menjadi sumber stres yang berpengaruh pada kondisi kesejahteraan psikologis (psychological well-being) mahasiswa. Untuk itu, agar mahasiswa dapat menghadapi tuntutan/sumber stres saat sedang menyusun skripsi, mahasiswa membutuhkan dukungan sosial dari orang terdekat, yaitu dosen pembimbing dan orang tua. Dengan adanya dukungan dari lingkungan akademik dan keluarga, mahasiswa lebih merasa sejahtera, mampu menghadapi tantangan dan kesulitan, serta dapat menyelesaikan skripsi dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode korelasional pada 104 mahasiswa yang sedang menyusun skripsi pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) X di Bandung. Teknik pengambilan data menggunakan dengan metode pengisian kuesioner. Alat ukur yang digunakan adalah dukungan sosial (Cobb, 1976) dan The Ryff Scale of Psychological Well-Being (1996). Pengolahan data dilakukan dengan uji normalitas dari masing-masing variabel menggunakan kolmogorov-smirnov dan uji non-parametrik rank spearman correlation. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa nilai kontribusi yang diberikan dukungan sosial dosen pembimbing dan orang tua terhadap psychological well-being mahasiswa yang sedang menyusun skripsi tergolong lemah, meskipun kedua varibel tersebut memiliki hubungan yang signifikan. Ditemukan pula bahwa dukungan sosial dari dosen pembimbing lebih berkontribusi memberikan psychological well-being pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, dibandingkan dukungan sosial dari orang tua. Secara lebih spesifik, dimensi dukungan penghargaan dari dosen pembimbing dan orang tua memiliki korelasi yang paling baik terhadap dimensi-dimensi psychological well-being.