Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Midwifery Health Journal

HUBUNGAN USIA DAN PREEKLAMSI DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT RADEN MATTAHER JAMBI Dwi Haryanti; Lili Nurdiani
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 6 No 1 (2021): Midwifery Health Journal
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.063 KB) | DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v6i1.52

Abstract

Menurut WHO pada tahun 2015 di dunia terdapat kejadian BBLR adalah 15,5%, yang berarti sekitar 20,6 juta bayi tersebut lahir setiap tahun, 96,5% di antaranya di negara-negara berkembang. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyatakan bahwa persentase balita (0-59 bulan) dengan BBLR di Indonesia sebesar 8,9%. Data yang diperoleh dari rekam medik RSUD Raden Mattaher diketahui bahwa kasus BBLR pada tahun 2017 sebanyak 41 kasus dan pada tahun 2018 sebanyak 96 kasus. Usia dan preeklampsia merupakan penyebab BBLR, hal ini disebabkan karena usia di bawah usia 20 tahundan di atas 35 tahun dapat menimbulkan banyak permasalahan yang bisa mempengaruhi tubuh seperti rahim bahkan bayi bisa prematur dan berat badan lahir kurang. Sedangkan pre-eklampsia dapat mengakibatkan berkurangnya aliran darah uteroplasenta.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan preeklampsia dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi tahun 2020.Penelitian ini merupakan penelitian analitik case control.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan pada tahun 2018 di RSUD Raden Mattaher Jambi yang berjumlah 762 orang. Sampel masing-masing sebanyak 96 orang yang diambil dengan teknik total sampling pada sampel kasus dan simple sampling pada sampel kontrol . Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Raden Mattaher Jambi pada bulan April-Mei 2020
HUBUNGAN USIA IBU BERSALIN TERHADAP KEJADIAN PREEKLAMPSIA BERAT DI RSUD RADEN MATTAHER PROVINSI JAMBI Dwi Haryanti; Maratun Hasanah
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2020): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.128 KB)

Abstract

Menurut WHO, preeklamsia merupakan salah satu penyebab dari kematian perinatal dan kehamilan diseluruh dunia. Insidensi preeklampsia diperkirakan sebesar 3-10% dari seluruh kehamilan.Angka kejadian preeklampsia di Indonesia sekitar 7-10% dari seluruh kehamilan. Data yang diperoleh dari RSUD Raden Mattaher Jambi, diketahui kasus preeklampsia berat dari bulan Januari-Desember 2018 terdapat 76 kasus preeklampsia berat dengan jumlah ibu yang meninggal sebanyak 2 orang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik case control. Populasi dalam penelitian ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kasus (case) adalah ibu yang mengalami preeklampsia berat pada tahun 2018 sebanyak 76 orang dan kelompok kontrol (control) adalah ibu bersalin normal yang tidak mengalami preeklampsia berat pada tahun 2018 yang diambil dengan teknik total sampling pada sampel kasus dan purposive sampling pada sampel kontrol. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Raden Mattaher Jambi pada tanggal 27-29 Maret 2019. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok kasus dengan usia beresiko sebanyak 42 responden (55,3%) dan pada kelompok kontrol dengan usia tidak beresiko sebanyak 57 responden (75%). Ada hubungan usia ibu dengan preeklampsia berat dengan p-value 0,000 dan nilai OR = 3,706. Dapat disimpulkan bahwa usia ibu mempengaruhi kejadian preeklampsia berat.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Askeptor KB Suntik Medrodxiprogesteron Acetat Terhadap Peningkatan Berat Badan di Puskesmas Pembantu Desa Lubuk Bernai Ayu Mustika Handayani; Dwi Haryanti
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 6 No 1 (2021): Midwifery Health Journal
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.024 KB) | DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v6i1.50

Abstract

Indonesia merupakan Negara dengan laju pertumbuhan penduduk yang cukup cepat., jumlah ini meningkat menjadi 238.518 jiwa. Pada tahun 2015, diperkirakan jumlah ini akan meningkat menjadi 252.370.792 jiwa. Jumlah akseptor KB Medrodxiprogesteron pada bulan januari-april Tahun 2020 di Puskesmas Pembantu Desa Lubuk Bernai cukup tinggi yaitu 38 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap akseptor KB suntik Medrodxiprogesteron Acetat tentang peningkatan berat badan di Puskesmas Pembantu Desa Lubuk Bernai Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Suban Kecamatan Batang asam periode januari-april Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectiona. Populasi penelitian ini adalah seluruh akseptor KB suntik medroxyprogesterone acetate di Puskesmas Pembantu Desa Lubuk Bernai Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Suban Kecamatan Batang Asam Bulan Januari – April Tahun 2020. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Pembantu Desa Lubuk Bernai Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Suban Kecamatan Batang Asam Bulan Januari – April Tahun 2020. Data analisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 18 responden (47,4%) dan yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 20 responden (52,6%). Terdapat hubungan pengetahuan dan sikap akseptor kb suntik medrodxiprogesteron Acetat dengan peningkatan berat badan dengan nilai p-value 0,012 < 0,05 dengan nilai OR = 0,167.
Hubungan Paritas Dan Berat Bbl Terhadap Kejadian Ruptur Perineum Pada Persalinan Dipuskesmas Gajahmada Tembilahan Dwi Haryanti; Dahliana Dahliana
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 7 No 1 (2022): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.859 KB) | DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v7i1.108

Abstract

Ruptur perineum adalah perlukaan jalan lahir yang terjadi pada saat kelahiran bayi, baik menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Ruptur perineum disebabkan paritas, jarak kelahiran, berat badan bayi, pimpinan persalinan tidak sebagaimana mestinya,ekstraksi cunam, ekstraksi fakum, trauma alat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Paritas Dan Berat Badan Lahir Terhadap Kejadian Ruptur Perineum Pada Persalinan Di Puskesmas Gajah Mada Tembilahan. Metode Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Puskesmas Gajah Mada Tembilahan sampel 74. Ibu persalinan yang mengalami ruptur perineum 74 orang dan ibu persalinan yang tidak mengalami ruptur perineum 74 orang dengan penelitian ini menggunakan analisa data secara Univariat dan Bivariat. Teknik total sampling. Diketahui adanya hubungan antara parits dan berat badan lahir dengan kejadian ruptur perineum pada persalinan di puskesmas gajah mada tembilahan
Hubungan Kehamilan Kembar dan Polihidramnion dengan Kejadian lilitan Tali Pusat di RSUD H.Abdul Manap Kota Jambi Dwi Haryanti; Wulan Inayah
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 7 No 2 (2022): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.332 KB) | DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v7i2.126

Abstract

Menurut WHO (World Health Organization) pada tahun 2018 Angka Kematian bayi (AKB) di dunia yaitu 289 per 100.000 persalinan dengan lilitan tali pusat. Lilitan tali pusat dikarenakan beberapa faktor salah satunya yaitu kehamilan kembar dan polihidramnion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kehamilan kembar dan polihidramnion dengan kejadian lilitan tali pusat.Penelitian ini merupakan rancangan case control dengan pendekatan retrospektif. Populasi pada peneltian ini adalah semua ibu bersalin dengan lilitan tali pusat sebanyak 32 responden dan populasi kontrol yaitu ibu bersalin yang tidak mengalai lilitan tali pusat sebanyak 32 responden dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar ceklist. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kehamilan kembar (p=0,016 & OR=12,13) dan polihidramnion (p=0,000 & OR=7,667) dengan kejadian lilitan tali pusat di RSUD H.Abdul Manap Kota Jambi Tahun 2022
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD H.ABDUL MANAP KOTA JAMBI TAHUN 2022 Dwi Haryanti; Siti Zahara
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 8 No 1 (2023): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v8i1.189

Abstract

World Health Organization (WHO) melaporkan, BBLR berkontribusi sebanyak 60 hingga 80% dari seluruh kematian neonatus dan memiliki risiko kematian 20 kali lebih besar dari bayi dengan berat normal. RISKESDAS memperkirakan setiap tahun sekitar 400.000 bayi lahir dengan berat badan rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini menggunakan case control dengan populasi kasus 30 ibu bersalin yang memiliki bayi BBLR dan populasi kontrol 30 ibu bersalin yang tidak memiliki bayi BBLR di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 73% ibu dengan paritas berisiko, 76% ibu dengan usia beresiko, dan 80% ibu dengan usia kehamilan beresiko, dengan nilai p-value dan OR paritas (p=0,001-OR=0,82), usia (p=0,001-OR=0,45), dan usia kehamilan (p=0,004-OR=0,60). Berdasarkan nilai tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor hubungan yang menjadi sebab terjadinya BBLR di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi. Pentingnya upaya pemerintah dan tenaga kesehatan dalam menanggulangi kejadian BBLR dengan cara memberikan edukasi terkait pentingnya pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan, ANC, dan KB.