Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PARTISIPASI MASYARAKAT DAN PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN SEKTOR PARIWISATA KABUPATEN BONE, SULAWESI SELATAN Andi Hasbi; Muh Zainuddin Badollahi
Pusaka: Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Vol 1 No 2: Agustus – Januari 2019
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.763 KB) | DOI: 10.33649/pusaka.v1i2.15

Abstract

The tourism sector is indeed quite promising to help increase foreign exchange reserves and pragmatically also able to increase people's incomes, sustainable tourism development is defined as a tourism development process oriented to the preservation of resources needed for future development where the surrounding community acts as a provider of tourist needs services. Humanitarian factors and local cultural entities should not be ignored, meaning that community life should not be uprooted from its cultural roots only because of the commercial emphasis of tourism, the lifestyle and culture of local communities, so researchers want to see how the role of community and government participation in development tourism as a leading destination and how tourism development is realized as a superior destination.
Analisis Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah dalam Pengembangan Sektor Pariwisata Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan Andi Hasbi; Muh. Zainuddin Badollahi
Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Vol. 1, No 2 August (2019)
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/pusaka.v1i2.15

Abstract

The tourism sector is indeed quite promising to help increase foreign exchange reserves and pragmatically also able to increase people's incomes, sustainable tourism development is defined as a tourism development process oriented to the preservation of resources needed for future development where the surrounding community acts as a provider of tourist needs services. Humanitarian factors and local cultural entities should not be ignored, meaning that community life should not be uprooted from its cultural roots only because of the commercial emphasis of tourism, the lifestyle and culture of local communities, so researchers want to see how the role of community and government participation in development tourism as a leading destination and how tourism development is realized as a superior destination.
Penguatan Pengalaman Belajar Pelaku UMKM melalui Pelatihan Tata Hidang dan Inovasi Minuman Lokal untuk Mendukung Coffee Shop Berkelanjutan di Kabupaten Pinrang Muh Arif; Andi Hasbi; Muh Arifin; Rita Rita
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 2 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengelola coffee shop memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan pariwisata kuliner melalui penyediaan produk dan layanan yang berkualitas. Namun, masih terdapat keterbatasan keterampilan dalam tata hidang dan inovasi produk minuman yang berdampak pada daya saing usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pengalaman belajar dan meningkatkan kompetensi pelaku UMKM melalui pelatihan tata hidang dan inovasi minuman lokal guna mendukung pariwisata kuliner berkelanjutan di Kabupaten Pinrang. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Juli 2025 dengan melibatkan pemilik UMKM dan pengelola coffee shop sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi workshop, demonstrasi, praktik langsung, pelatihan inovasi minuman berbasis bahan lokal, serta diskusi dan sharing session. Materi pelatihan mencakup standar tata hidang industri pariwisata, teknik penyajian minuman, pengembangan resep minuman berbasis kopi lokal, nenas, mangga, dan markisa, serta penguatan kreativitas dalam pengembangan produk kuliner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mempraktikkan teknik tata hidang yang lebih profesional, memahami pentingnya standar resep dalam usaha minuman, serta menghasilkan berbagai inovasi produk berbasis bahan lokal seperti minuman kopi kreasi, infused herbal drink, dan mocktail lokal. Selain itu, kegiatan ini memperluas wawasan peserta mengenai pentingnya inovasi produk dan kualitas pelayanan dalam meningkatkan daya saing usaha. Program ini juga mendorong terbentuknya jejaring kolaborasi antar pelaku UMKM yang berpotensi memperkuat pengembangan pariwisata kuliner di Kabupaten Pinrang. Kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha sekaligus mendukung pengembangan pariwisata kuliner yang berkelanjutan.