Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EDIKASI: Empowering Data Integrity and Knowledge on Health Information Release in the Digital Era Susanto, Edy; Windari, Adhani; Amalia, Rizkiyatul
Jurnal LINK Vol 20, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12317

Abstract

Transformasi digital memudahkan akses terhadap data kesehatan, namun juga meningkatkan risiko kebocoran informasi medis. Maraknya telemedicine telah meningkatkan potensi penyalahgunaan data, karena konsultasi online dapat menyebabkan akses yang tidak sah dan pelanggaran data jika tidak dikelola dengan baik. Masyarakat seringkali kurang memahami hak mereka terkait data kesehatan dan proses pelepasan informasi yang aman, dapat menimbulkan risiko privasi dan keamanan. Kurangnya pemahaman tersebut menyebabkan pelanggaran kerahasiaan dan kebocoran data. Angka kebocoran data kesehatan di Indonesia mencakup 1,4 juta catatan yang bocor. Salah satu penyebabnya kesalahan manusia/pengguna system itu sendiri. Untuk mengatasi permasalahan ini, program edukasi yang dirancang khusus untuk masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Padangsari akan dilaksanakan. Program mencakup penyuluhan mengenai pentingnya kerahasiaan data medis, serta prosedur yang tepat untuk pelepasan informasi. Dengan pendekatan yang berbasis pada teknologi informasi, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami hak dan kewajiban mereka terkait pengelolaan data kesehatan. Evaluasi pretest dan posttest, peningkatan pengetahuan masyarakat akan diukur, sehingga efektivitas program dapat diketahui. Kegiatan ini dihadiri oleh 41 kader Kesehatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kader mengetahui terkait pentingnya informasi medis dan resiko kebocoran data Kesehatan. Edukasi yang komprehensif menjadikan masyarakat untuk dapat lebih berdaya dalam melindungi data kesehatan mereka dan berpartisipasi aktif dalam era digital yang terus berkembang. Kegiatan berikutnya dapat melibatkan vendor teknologi kesehatan untuk mengadakan lokakarya tentang solusi inovatif dalam pengelolaan data medis dan perlindungan privasi.
The Effect of Financing Maturity and Network Technology Infrastructure on the Digitalization of Hospital Management Information System Windari, Adhani; Kismartini, Kismartini; Luqman, Yanuar; Wijanarko, Bagoes
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 18 No. 4 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v18i4.3559

Abstract

The Hospital Management Information System (HMIS) is an integral information system used in hospitals, significantly impacting the performance of both service providers and patients. Enhancing the implementation of HMIS, particularly through system updates, can facilitate easier processes and access for patients and service providers. Digitalizing HMIS enables the production of highly useful information that can be more effectively shared among healthcare workers at all levels of the healthcare organization. The current study utilized a cross-sectional design, involving a sample of 639 hospital employees from various districts and cities in Indonesia. The independent variables examined were the maturity of financing and network technology, while the dependent variable was the digitalization of the HMIS. Data collection was conducted via a structured questionnaire, and the collected data were analyzed using a linear regression test. The analysis revealed that both financing maturity (b= 1.24; 95% CI= 0.59 to 1.89; p<0.001) and network technology infrastructure (b= 1.64; 95% CI= 0.96 to 2.33; p<0.001) had a significant positive effect on HMIS digitalization. These results underscore the importance of adequate financing and robust network technology in advancing the digitalization of HMIS. The findings suggest that hospital administrators should prioritize securing mature financing mechanisms and investing in advanced network technology infrastructure to enhance HMIS digitalization. Improved digitalization of HMIS can lead to better information sharing and coordination among healthcare providers, ultimately improving hospital performance and patient care.
EDIKASI: Empowering Data Integrity and Knowledge on Health Information Release in the Digital Era Susanto, Edy; Windari, Adhani; Amalia, Rizkiyatul
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12317

Abstract

Transformasi digital memudahkan akses terhadap data kesehatan, namun juga meningkatkan risiko kebocoran informasi medis. Maraknya telemedicine telah meningkatkan potensi penyalahgunaan data, karena konsultasi online dapat menyebabkan akses yang tidak sah dan pelanggaran data jika tidak dikelola dengan baik. Masyarakat seringkali kurang memahami hak mereka terkait data kesehatan dan proses pelepasan informasi yang aman, dapat menimbulkan risiko privasi dan keamanan. Kurangnya pemahaman tersebut menyebabkan pelanggaran kerahasiaan dan kebocoran data. Angka kebocoran data kesehatan di Indonesia mencakup 1,4 juta catatan yang bocor. Salah satu penyebabnya kesalahan manusia/pengguna system itu sendiri. Untuk mengatasi permasalahan ini, program edukasi yang dirancang khusus untuk masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Padangsari akan dilaksanakan. Program mencakup penyuluhan mengenai pentingnya kerahasiaan data medis, serta prosedur yang tepat untuk pelepasan informasi. Dengan pendekatan yang berbasis pada teknologi informasi, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami hak dan kewajiban mereka terkait pengelolaan data kesehatan. Evaluasi pretest dan posttest, peningkatan pengetahuan masyarakat akan diukur, sehingga efektivitas program dapat diketahui. Kegiatan ini dihadiri oleh 41 kader Kesehatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kader mengetahui terkait pentingnya informasi medis dan resiko kebocoran data Kesehatan. Edukasi yang komprehensif menjadikan masyarakat untuk dapat lebih berdaya dalam melindungi data kesehatan mereka dan berpartisipasi aktif dalam era digital yang terus berkembang. Kegiatan berikutnya dapat melibatkan vendor teknologi kesehatan untuk mengadakan lokakarya tentang solusi inovatif dalam pengelolaan data medis dan perlindungan privasi.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM PEMANTAUAN STUNTING DI KELURAHAN JABUNGAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG Lestari, Sri; Windari, Adhani; Asrining Hapsari, Meilinda; Sugiarto, Puput
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/ji-somba.v4i1.1789

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Kota Semarang. Pemantauan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak balita sangat penting untuk mencegah terjadinya stunting. Dalam rangka meningkatkan pemantauan stunting di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, pemberdayaan kader Kesehatan menjadi strategi yang efektif. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader Kesehatan dalam pemantauan stunting melalui pelatihan dan pendampingan. Metode yang dilakukan melalui pendidikan kesehatan dan pelatihan kepada kader kesehatan. Hasil kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dalam memantau dan mendeteksi stunting pada anak balita. Program ini berhasil meningkatkan cakupan pemantauan dan kesadaran Masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting.