Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

MEMBANGUN LOYALITAS PELANGGAN MELALUI KEPUASAN PELANGGAN SQUIRICE Anggreni, Selvia Sri; Hendro Lukman
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.33570

Abstract

Food is a basic human need that is needed at all times to support human survival. However, most people often do not have enough time to prepare food. Moreover, in this era, many people decide to migrate and live alone away from their families, so they have to prepare their own food in the midst of their busy lives. Therefore, Food and Beverage businesses have begun to emerge. Due to the high level of competition in the Food and Beverage business, a strategy is needed to maintain customer loyalty. Customer loyalty is the trust that consumers give to a particular business or business brand that triggers repeated interactions. Usually this loyalty exists because of the emergence of satisfaction, positive experiences, or the value of the brand as a whole. Customer loyalty has a major influence on the development of a business that can increase profits and sales success. As a business actor, of course, you must always pay attention to and try to improve the quality of the products and services provided. Squirice is a business engaged in the Food and Beverage sector that strives to present practical products for its consumers. The author analyzed the results of sales for one month. The results obtained showed quite good results. Through the analysis of customer responses, it can be seen that Squirice is able to achieve customer satisfaction. In developing its business, Squirice strives to maintain customer loyalty by receiving input and evaluating products. Every input received will be evaluated and improved in the future production process. The evaluation carried out is useful for maintaining customer loyalty and improving product quality so that Squirice can meet consumer satisfaction and gain customer trust. ABSTRAK Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan setiap saat untuk menunjang keberlangsungan hidup manusia. Namun, kebanyakan orang sering kali tidak memiliki cukup waktu untuk menyiapkan makanan. Terlebih lagi pada era ini banyak orang memutuskan untuk merantau dan tinggal sendiri jauh dari keluarga, sehingga mereka harus menyiapkan makanannya sendiri di tengah kesibukan. Oleh karena itu, bisnis-bisnis Food and Beverage mulai bermunculan. Oleh karena tingginya tingkat persaingan dalam bisnis Food and Beverage ini, maka diperlukan strategi untuk mempertahankan loyalitas pelanggan. Loyalitas pelanggan adalah kepercayaan yang konsumen berikan kepada suatu merek usaha atau bisnis tertentu yang memicu terjadinya interaksi berulang. Biasanya loyalitas ini ada karena timbulnya kepuasan, pengalaman positif, atau nilai dari merek tersebut secara keseluruhan. Loyalitas pelanggan berpengaruh besar bagi perkembangan suatu bisnis yang dapat meningkatkan keuntungan dan keberhasilan penjualan. Sebagai pelaku usaha, tentunya harus selalu memperhatikan dan berusaha meningkatkan kualitas produk dan jasa yang diberikan. Squirice adalah suatu usaha yang bergerak di bidang Food and Beverage yang berusaha untuk menyajikan produk yang praktis bagi para konsumennya. Penulis menganalisis hasil dari penjualan selama satu bulan ini. Hasil yang didapatkan menunjukkan hasil yang cukup baik. Melalui analisis respons para pelanggan, dapat dilihat bahwa Squirice mampu meraih kepuasan pelanggan. Dalam mengembangkan bisnisnya, Squirice berusaha untuk mempertahankan loyalitas pelanggan dengan cara menerima masukan dan mengevaluasi produk. Setiap masukan yang diterima akan dievaluasi dan diperbaiki pada proses produksi kedepannya. Evaluasi yang dilakukan bermanfaat mempertahankan loyalitas pelanggan serta meningkatkan kualitas produk sehingga Squirice dapat memenuhi kepuasan konsumen dan mendapatkan kepercayaan pelanggan.
PENGGUNAAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PEMASARAN DAN MENINGKATKAN BRAND ENGAGEMENT PADA USAHA KULINER ONE MORE Khowili, Nathalivia; Hendro Lukman
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.33579

Abstract

In the increasingly competitive culinary industry, food businesses must adopt strategies to differentiate themselves in what is often referred to as a “red ocean” market. This Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) project focuses on enhancing consumer engagement and brand loyalty for One More, a culinary business offering churros that blend international culinary trends with local flavors. The project employs a digital marketing strategy through Instagram, utilizing interactive features such as Stories and Reels to engage consumers actively. The implementation of this strategy has led to a significant increase in consumer engagement, evidenced by higher interaction rates and a growing number of followers on Instagram, along with positive word-of-mouth promotion. This social media-based marketing strategy is anticipated to effectively build brand loyalty for One More, thereby strengthening its position in the competitive market. Additionally, it emphasizes the importance of ethical branding practices in gaining consumer trust and loyalty. By leveraging modern digital tools, One More aims to create meaningful connections with its audience, fostering a sense of community around the brand. This approach not only enhances market presence but also ensures that One More remains responsive to consumer needs and preferences. This version retains the essence of your original abstract while adhering to the word limit. ABSTRAK Di tengah persaingan yang semakin ketat dalam industri kuliner, usaha kuliner perlu mencari dan mengimplementasikan berbagai strategi inovatif untuk membedakan diri mereka dalam pasar yang sering kali disebut sebagai “red ocean”. Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan konsumen dan membangun loyalitas merek pada usaha kuliner bernama One More, yang menawarkan churros unik dengan memadukan tren kuliner internasional serta selera lokal yang disukai oleh banyak orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah strategi pemasaran digital melalui platform Instagram, dimana usaha ini memanfaatkan fitur interaktif seperti stories dan reels untuk mengajak konsumen berpartisipasi secara aktif dalam setiap kampanye yang dijalankan. Penerapan strategi ini menunjukkan peningkatan keterlibatan konsumen secara signifikan, yang dapat dilihat dari kenaikan interaksi, komentar, dan jumlah pengikut di Instagram, serta munculnya promosi positif dari mulut ke mulut yang sangat berharga. Melalui strategi pemasaran berbasis media sosial ini, diharapkan One More dapat membangun loyalitas merek yang kuat, sekaligus memperkuat posisinya di pasar yang sangat kompetitif. Usaha One More juga memastikan bahwa praktik branding yang diterapkan bersifat etis, dengan menjunjung tinggi nilai transparansi dan tanggung jawab sosial dalam memenuhi harapan konsumen modern yang semakin kritis dan selektif terhadap produk dan merek yang mereka pilih, sehingga menciptakan hubungan yang saling menguntungkan.
Evaluasi Implementasi Pengendalian Intern atas Pelaporan Keuangan terhadap Akun Persediaan untuk Meningkatkan Kualitas Laporan Keuangan di Lingkungan Badan Pusat Statistik Tahun 2021-2024 Ivana Aulia Zahra; Hendro Lukman
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.13563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Pengendalian Intern atas Pelaporan Keuangan (PIPK) terhadap akun persediaan serta implikasinya terhadap kualitas laporan keuangan di Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode 2021–2024. Latar belakang penelitian adalah adanya temuan berulang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kelemahan pengelolaan akun persediaan, antara lain tidak dilaksanakannya stock opname, terdapat selisih antara catatan fisik dan pembukuan, ketiadaan label barang, belum tersedianya kartu kendali per jenis barang, serta persediaan usang yang masih tercatat dalam neraca. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data dokumenter berupa laporan keuangan BPS, Laporan Hasil Pemeriksaan BPK, Standard Operation Procedures (SOP) pengelolaan persediaan, laporan hasil penilaian PIPK, dan laporan hasil reviu PIPK. Indikator disusun berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17 Tahun 2019 dan kerangka pengendalian internal COSO, kemudian dinilai menggunakan skala Guttman (ya/tidak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2021–2022 seluruh indikator dalam kategori PIPK maupun komponen COSO bernilai 0, yang mencerminkan lemahnya pengendalian intern atas akun persediaan. Sejak PIPK terbentuk dan diimplementasikan pada tahun 2023, terjadi penguatan pengendalian secara sistematis melalui penetapan akun signifikan, penyusunan tabel risiko dan pengendalian, pelaksanaan stock opname berkala, rekonsiliasi antara fisik dan sistem, serta perbaikan dokumentasi. Meskipun demikian, masih terdapat kesenjangan, antara lain belum diterapkannya Pengendalian Umum Teknologi Informasi dan Komunikasi (PUTIK) dan perlunya pemutakhiran serta standardisasi SOP serta kartu kendali di seluruh satuan kerja. Secara keseluruhan, PIPK terhadap akun persediaan berkontribusi pada penurunan risiko salah saji material dan peningkatan keandalan laporan keuangan BPS.