Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR KEPUASAN KERJA DAN IMPLIKASINYA PADA KINERJA PEGAWAI PT. MITRAKARYA SOLUSINDO UTAMA (MSU) Dedeh Komalasari; Fajar Rahardian
Jurnal TEDC Vol 12 No 3 (2018): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.673 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor kepuasan kerja terhadap kerja pegawai pada PT. Mitrakarya Solusindo Utama (MSU). Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif research dengan menggunakan path analisis. Hasil penelitian ini menyatakan variabel Pengembangan Karir (X1) mempunyai pengaruh langsung sebesar 23,27% dan pengaruh tidak langsung melalui hubungannya dengan Motivasi (X2) sebesar 15,33%, Sehingga total pengaruhnya adalah sebesar 38,60%. Variabel Motivasi (X2) mempunyai pengaruh langsung sebesar 17,65% dan pengaruh tidak langsung melalui hubungannya dengan Pengembangan Karir (X1) sebesar 15,33%, sehingga total pengaruhnya sebesar 32,98%. Hasil perhitungan Koefisien determinasi (R kuadrat) yang dinyatakan dalam persentase mengambarkan besarnya kontribusi semua variabel bebas yaitu Pengembangan Karir (X1) dan Motivasi (X2) dalam menentukan variasi Kepuasan Kerja (Y) adalah sebesar 71,58%. Sedangkan faktor lain yang tidak diteliti dan turut mempengaruhi Kinerja pada PT. MITRAKARYA SOLUSINDO UTAMA (MSU) ditunjukan sebesar 28,421%. Kata kunci: pengembangan karir, motivasi, kepuasan kerja, kinerja
Kegiatan Cooking Class Sebagai Upaya Pemahaman Gizi Seimbang Anak Dedeh Komalasari
Jurnal Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan Kuningan Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNISA Kuningan
Publisher : Universitas Islam Al-Ihya Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakang oleh banyaknya anak di kelompok usia 4-5 tahun di PAUD Cempaka Taraju Kabupaten Kuningan yang tidak mau memakan bekalnya dan lebih memilih jajan sembarangan. Sehingga guru merasa perlu untuk mengupayakan bagaimana cara memberikan pemahaman kepada anak dan orang tua tentang gizi seimbang melalui kegiatan Cooking Class. Tujuan dari penelitian ini adalah agar Orang tua dan siswa memahami pentingnya pemahaman gizi seimbang melalui kegiatan Cooking Class. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskritif kualitatif dengan objek penelitian 25 anak dikelompok usia 4-5 tahun di PAUD Cempaka Taraju Kabupaten Kuningan. Penelitian menggunakan 2 indikator kegiatan yaitu kegiatan Cooking Class serta pemahaman gizi seimbang dimana hasil penelitian menunjukan tingkat keberhasilan dari Upaya gizi seimbang mencapai 96 % dari jumlah anak yang diteliti. Anak merasa senang dengan kegiatan memasak dan makan Bersama. Pengalaman nyata anak saat pemilihan menu dan keterlibatan anak dalam kegiatan membuat anak-anak memakan makanan yang sudah dibuat. Begitupun orang tua yang jadi lebih paham bahwa intuk menyediakan makanan bergizi perlu melibatkan anak dalam kegiatan memilih makanan serta pada saat proses memasaknya.
Implementing Edupreneurship in Early Childhood Education: Enhancing Holistic Development through Creative Learning Projects Dedeh Komalasari; Darmayanti; Lena Ahdiani
International Journal of Education and Humanities Vol. 5 No. 4 (2025): International Journal of Education and Humanities (IJEH)
Publisher : Ilmu Inovasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58557/(ijeh).v5i4.360

Abstract

Early Childhood Education requires learning aids, including instructional tools and media for delivering messages, to support children's need for concrete learning experiences. Teacher creativity and innovation are crucial, and one approach that enhances this is edupreneurship. This study aims to describe the implementation of edupreneurship by teachers and analyze its positive impact on early childhood development. Using a qualitative descriptive method, the research explored how teachers implement edupreneurship to support the learning process and stimulate child development in various domains. The learning activities were conducted through project-based approaches such as the Children's Market and Kartini Day Parade. In preparing for these events, teachers created learning media using recycled materials like cardboard, newspapers, plastic, and fabric scraps. The process involved both parents and children as active participants in the learning experience. Assessment indicators referred to four areas of child development: cognitive, language, physical-motor, and social-emotional. Findings indicate that through the edupreneurship approach, teachers acted not only as instructors but also as facilitators who effectively stimulated children's development. Children showed significant improvement in logical-mathematical thinking and problem-solving (cognitive), increased vocabulary and expressive ability (language), active participation in movement and role-play (physical-motor), and better emotional regulation and social interaction (social-emotional). Edupreneurship thus supports meaningful and holistic learning while enhancing both teacher professionalism and child development
DEEP LEARNING PEDAGOGY IN SBDP INSTRUCTION FOR THE 6C SKILL IN ELEMENTARY SCHOOL Shinta Marina; Heni Komalasari; Dedeh Komalasari
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v12i2.17851

Abstract

Abstract Current curriculum developments in Indonesia require that SBDP instruction in elementary schools focus not only on artistic skills but also on 21st-century skills. The Merdeka Curriculum calls for the 6C competencies to be developed more meaningfully through an approach that enhances skills using Deep Learning Pedagogy. This study aims to analyze the role of Deep Learning Pedagogy in SBDP instruction for the development of the 6C competencies in elementary schools under the Merdeka Curriculum. The method used is a literature review, analyzing various relevant scientific articles, books, and conference proceedings, followed by a descriptive-qualitative analysis to identify relationships among the variables. The findings indicate that Deep Learning Pedagogy in SBDP instruction emphasizes active, reflective, contextual, and meaningful learning experiences. This approach provides students with opportunities to develop creativity, critical thinking, communication, collaboration, character, and integrated citizenship. SBDP learning designed through exploration, appreciation, creation, and reflection is proven to be relevant to the 6C competency dimensions as it encourages students to express ideas, solve problems, work together, and foster social and cultural awareness. This research contributes to a conceptual synthesis that affirms the relevance of Deep Learning Pedagogy in SBDP learning as a reference for developing the 6C competencies in elementary schools and as a guide for teachers and researchers in designing learning aligned with the Merdeka Curriculum. SBDP serves as a space for the development of transformative competencies in response to current learning challenges and the strengthening of the Pancasila Student Profile, which emphasizes adaptability, creativity, collaboration, and competitiveness. Keywords: Deep Learning Pedagogy; SBDP Learning; 6C Skills; Elementary School; Merdeka Curriculum
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL WARNA MELALUI FINGER PAINTING UNTUK ANAK USIA DINI KELAS B DI RA PUI AL-ISTIQOMAH DESA PAKUBEUREUM Nina Herlina; Maria Hidayanti; Dedeh Komalasari
Jurnal Mahasiswa Sosial Humaniora Vol 3 No 1 (2026): Vol 3 No 1 2026
Publisher : LP2MI Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jumash.v3i1.16541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal warna pada anak usia dini melalui metode finger painting di RA PUI Al-Istiqomah, Desa Pakubeureum. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan anak dalam mengenal warna dasar yang disebabkan oleh kurangnya variasi metode pembelajaran yang digunakan guru. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian adalah anak kelompok B berjumlah 12 anak usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan tes kemampuan mengenal warna. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan mengenal warna anak setelah diterapkan metode finger painting. Pada siklus I, sebagian besar anak mulai berkembang (MB) dan berkembang sesuai harapan (BSH), sedangkan pada siklus II mayoritas anak mencapai kategori berkembang sangat baik (BSB). Kegiatan finger painting terbukti efektif dalam menstimulasi kemampuan kognitif, motorik halus, serta minat belajar anak terhadap warna. Dengan demikian, metode finger painting dapat dijadikan strategi pembelajaran yang menyenangkan dan bermanfaat dalam pengenalan warna bagi anak usia dini.