Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analysis of the Effect of Government Spending on Development Economy and Poverty Reduction in Indonesia Eka Purwanda
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 2 (2022): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i2.5762

Abstract

Basically, various countries in the world cannot be separated from the problem of poverty. Poverty is generally described as a person's low income to meet the basic needs of his life, and in Indonesia itself the measurement of the poverty rate is calculated through criteria from the BPS survey agency using the basic needs approach, as for the three Key indicators in formulating poverty crises that are often involved by BPS, include the poverty depth index, poverty severity index and poverty line index. There are several macro factors that are often associated with the poverty crisis, namely, economic growth, unemployment and human development. This research is based on descriptive and explanatory research, then there are several variables to be studied including, unemployment rate, poverty rate of economic growth, realization of capital expenditure, and Human Development Index. The results of this study explain that, economic development is one of the main goals for a country in its efforts to form a community lifestyle that is much more developed than before, but in fact economic development is not only focused on economic growth but also on improving welfare. , security, and quality of resources including human resources. Conducive policies are needed in order to achieve an increase in economic growth every year in accordance with the target. This is because the targeted economic growth each year reflects the economic performance of that year, while the economic performance itself is highly dependent on the internal and external conditions of the country concerned.
Analisis Pengelolaan Keuangan Dana Desa Pada Aspek Perencanaan Di Desa Pataruman Ai Nunung, Firli Ramdani; Eka Purwanda
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 10 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Sekretariat Pusat Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jemsi.v10i3.2441

Abstract

Pengelolaan keuangan desa merupakan semua kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan keuangan pada aspek perencanaan di Desa Pataruman sudah sesuai dengan asas-asas pengelolaan keuangan desa berdasarkan Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 dan untuk mengetahui hambatan apa saja yang ada di Desa Pataruman . Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif menekankan pada asas-asas pengelolaan keuangan desa berdasarkan Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 seperti Transparansi, Akuntabilitas dan Partisipasi Masyarakat. Data dikumpulkan berdasarkan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan peneliti adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengelolaan keuangan desa di Pataruman sudah sesuai dengan asas-asas pengelolaan keuangan desa seperti transparansi, akuntabilitas dan partispasi masyarakat walaupun masih belum maksimal. Adapun hambatan yang terjadi dalam pengelolaan keuangan desa di Desa Pataruman yaitu sumber daya manusia yang masih lemah dan masyarakat yang belum sepenuhnnya percaya kepada pemerintahan desa selain itu proses pencairan yang tidak sesuai. kata kunci : Pengelolaan Keuangan, Aspek, Dana Desa
Analisis Pengunaan Sistem Rektutmen SDM Kinerja PT. Rima Estetika Diagonal Bandung, Indonesia muhammad akmal patwanudin; Eka Purwanda
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 10 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : Sekretariat Pusat Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jemsi.v10i4.2558

Abstract

Penelitian ini didasari oleh adanya tugas akhir untuk membuat jurnal mengenai sistem rekrutmen yang digunakan pada PT Rima Estetika Diagonal. Sehingga penelitian ini hadir dengan tujuan untuk mengungkap sejauh mana penerapan sistem rekrutmen apa yang digunakan PT Rima Estetika Diagonal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan cara melakukan pengumpulan data informasimelalui wawancara, dokumentasi, observasi, kuisioner. Jenis data penelitian inimenggunakan data Primer dan data Sekunder. Data primer, merupakan data yangdikumpulkan dengan cara melakukan wawancara dan observasi langsung darisumbernya. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dalam bentuk sudah jadi, seperti internet dan berbagai dokumen yang sudah ada. Hasil penelitian menunjukkan sistem seperti apa yang di gunakan PT Rima untuk meningkatkan kinerja karyawan pada Poshbrain & Mypride yang selama ini dilakukan, sudah sangat sesuai. Karena sistem rekrutmen yang dilakukan. disesuaikan dengan standar perusahaan. Kata Kunci: Rekrutmen,Metode,Poshbrain,Mypride
Analisis Peran Komunikasi Internal Dalam Meningkatkan Efektivitas Kinerja Pegawai ( Studi Kasus Di Cabang Retail Griya Grand “X” ) Diah fatimah, nadia oktaviana; Eka Purwanda
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 10 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : Sekretariat Pusat Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jemsi.v10i4.2639

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran komunikasi internal terhadap kinerja pegawai, kendala-kendala dalam pelaksanaan komunikasi internal terhadap kinerja pegawai dan solusi dalam meningkatkan komunikasi internal terhadap kinerja pegawai pada Griya Grand “X”. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara dengan pada pegawai Griya Grand “X”. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa komunikasi internal pegawai pada Griya Grand “X” sudah berjalan dengan baik karena para pegawai menerapkan rasa kekeluargaan namun memiliki batasan antara pimpinan dan bawahan. Kinerja pegawai pada Griya Grand “X” sangat baik dengan melihat pencapaiannya hasil dari masing-masing karyawan, mengamati langsung cara kerja karyawan dan melihat absensi dari karyawan itu sendiri. Kendala-kendala dalam pelaksanaan komunikasi internal terhadap kinerja pegawai pada Griya Grand “X” yaitu rasa egois dan adanya pebedaan pendapat antara pegawai Griya Grand “X”. Solusi dalam meningkatkan komunikasi internal terhadap kinerja pegawai pada Griya Grand “X” yaitu menjaga kekompakan meningkatkan motivasi, saling memahami satu sama lain dan menyatukan visi dan misi dalam menjalankan semua pekerjaannya Kata Kunci : komunikasi internal, kinerja pegawai
Analisis Kelayakan Pendirian Usaha Ardjuna Laundry di Padalarang Berdasarkan SWOT dan Indikator Finansial Reta Herliyani; Sigit Djalu Purwoko; Eka Purwanda
Evolusi : Jurnal Sains dan Manajemen Vol. 14 No. 1 (2026): Periode Maret 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Kabupaten Banyumas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/evolusi.v14i1.11851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan pendirian usaha Ardjuna Laundry di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Studi ini mengevaluasi enam aspek utama: manajemen, pemasaran, produksi, sumber daya manusia, keuangan, serta aspek hukum dan lingkungan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kelayakan, melalui pengumpulan data survei, observasi, dan studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa Ardjuna Laundry memiliki potensi pasar yang tinggi, didukung oleh gaya hidup urban, adaptasi digital, serta meningkatnya kesadaran higienitas pasca-pandemi. Analisis keuangan menunjukkan investasi sebesar Rp 61.000.000 yang bersumber dari modal pribadi, dengan hasil NPV positif, ROI yang baik, serta payback period dalam 2 tahun sehingga dinyatakan layak secara finansial. Ardjuna Laundry juga memenuhi prinsip ramah lingkungan melalui penggunaan deterjen biodegradable dan mesin hemat energi. Dengan demikian, pendirian Ardjuna Laundry dinyatakan layak dan prospektif untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Hubungan Antara Faktor Penghambat Dengan Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit Tri Utami, Ari; Farida Yuliaty; Eka Purwanda
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5434

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara factor penghambat dengan pelaksanaan sistem manajemen keselamatan dan Kesehatan kerja di rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor penghambat dengan pelaksanaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di rumah sakit. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berasal dari kuesioner yang disebarkan kepada karyawan rumah sakit yang berhubungan langsung dengan pelaksanaan K3, seperti tenaga medis, paramedis, dan staf administrasi. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, di mana kriteria responden adalah mereka yang terlibat dalam kegiatan K3. Faktor-faktor penghambat seperti kurangnya pemahaman, dukungan manajemen, sumber daya, atau pelatihan yang minim sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan SMK3 di rumah sakit. Faktor-faktor ini menciptakan kondisi di mana standar keselamatan tidak dapat diterapkan secara efektif, yang pada akhirnya meningkatkan risiko kecelakaan dan penyakit kerja. Untuk memastikan pelaksanaan SMK3 yang optimal, hambatan-hambatan tersebut harus diidentifikasi dan diatasi dengan langkah-langkah strategis seperti pelatihan intensif, alokasi sumber daya yang memadai, serta peningkatan budaya keselamatan di lingkungan kerja.