Tasya Kartika Chandra
Universitas Negeri Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sinkretisme budaya dan agama: Tradisi Selamatan dan Pagelaran Wayang Pesarean Gunung Kawi Tasya Kartika Chandra; Nur Hadi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.86 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p135-141

Abstract

One of the diversity that Indonesia has is in terms of local culture. This culture can be in the form of tangible and intangible culture. One of the intangible cultures is the tradition Selamatan by most of the Javanese Muslim community, one of which is in Wonosari Village, Malang. Selamatan is held to fulfill someone's nadzar or for the purpose of connecting humans and the god to ask for salvation in life and the next life. In addition to Selamatan, there is also a puppet tradition that is held to tell various kinds of stories according to the request of the respondent and for the purpose of ruwatan. The purpose of this study was to determine the syncretism of culture and religion in the tradition of Selamatan and wayang performances. Where syncretism can be seen in the food served, the scripts and mantras that are read, as well as the stories on the puppets that are delivered. The sample used was purposive sampling and data collection methods were observation and interviews. This study uses qualitative research methods and data processing uses Miles and Huberman's analysis. Dalam keanekaragaman yang dimiliki Indonesia salah satunya yaitu dalam hal kebudayaan lokal. Kebudayaan ini dapat berupa budaya benda dan tak benda. Salah satu budaya tak benda adalah tradisi selamatan yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Islam suku Jawa, salah satunya di Desa Wonosari, Malang. Selamatan ini diadakan untuk memenuhi nadzar dari seseorang atau untuk tujuan penghubung antara manusia dengan sang pencipta untuk memohon keselamatan dalam hidup dan kehidupan selanjutnya. Selain selamatan juga ada tradisi pewayangan yang digelar untuk menceritakan berbagai macam cerita sesuai permintaan penanggap dan untuk tujuan ruwatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai sinkretisme budaya dan agama dalam tradisi selamatan dan pagelaran wayang. Dimana sinkretisme terlihat pada makanan yang disajikan, skrip dan mantra yang dibacakan, serta cerita pada pewayangan yang dibawakan. Sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan metode pengumpulan data adalah observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pengolahan data menggunakan analisis Miles dan Huberman.
Interelasi kecerdasan sosial dengan interaksi sosial mahasiswa luar Jawa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang Mochamad Ilham Akbar; Tasya Kartika Chandra; Riska Ayu Setyowati; Faizah Isnaeni; Safira Lailatuz Zahro; Ananda Dwitha Yuniar
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.487 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i5p598-604

Abstract

Social intelligence is an individual's ability to take action and mindset in living life as a social being. Social intelligence is used by individuals to interact and understand other individuals, phenomena or the environment around them. This social intelligence consists of basic empathy, listening, empathic accuracy, and social understanding or cognition. Meanwhile, this social facility consists of synchrony, self-presentation, influence, and care. At this time in the world of academia, it focuses more on critical thinking which tends to lead to intellectual intelligence. Social intelligence is very important for students in the world of academia and for their adjustment to the social environment which is useful as a support for social life. It is important for a student to have social intelligence so that his life is balanced between his intellectual and social abilities. Because with social intelligence, students will find it easier to build good relationships with the community. the importance of social intelligence for students needs to be studied in academia at this time. To study this, the researcher examined the interrelation of social intelligence with the social interaction of students outside Java at the Faculty of Social Sciences, State University of Malang. The research method used was a qualitative method with a descriptive approach. The data collection techniques used were observation and interviews. Kecerdasan sosial merupakan kemampuan individu dalam melakukan tindakan dan pola pikir dalam menjalani kehidupan sebagai makhluk sosial. Kecerdasan sosial digunakan oleh individu untuk berinteraksi dan memahami individu lain, fenomena atau lingkungan disekitarnya. Kecerdasan sosial ini terdiri dari empati dasar, mendengarkan, ketepatan empatik, dan pengertian atau kognisi sosial. Sedangkan fasilitas sosial ini terdiri dari sinkroni, presentasi diri, pengaruh, dan kepedulian. Pada saat ini dalam dunia akademisi lebih menitik beratkan pada pemikiran kritis yang cenderung mengarah pada kecerdasan intelektual. Kecerdasan sosial sangat penting bagi mahasiswa dalam dunia akademisi dan untuk penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial yang berguna sebagai penunjang kehidupan bermasyarakat. Kecerdasan sosial penting dimiliki oleh seorang mahasiswa agar kehidupannya seimbang antara kemampuan intelektual dan sosialnya. Karena dengan adanya kecerdasan sosial maka mahasiswa akan lebih mudah membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. pentingnya kecerdasan sosial bagi mahasiswa ini perlu untuk dikaji dalam dunia akademisi pada saat ini. Untuk mengkaji hal ini, peneliti mengkaji interelasi kecerdasan sosial terhadap interaksi sosial mahasiswa luar jawa di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang dengan metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data.