Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Metode Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART) Pada Pemilihan Studio Photo Terbaik Di Kota Medan Maulana Aras Mubaraq; Rizal Ardiansyah; Ajie Pramadhan Hasibuan; Diki Septrian
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 1 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.632 KB) | DOI: 10.62712/juktisi.v1i1.11

Abstract

Banyaknya studio photo yang dibutuhkan pada kalangan orang - orang yang sangat mahir dalam bidang profesi photographymenjadikan sebuah alasan mengapa studio photo tersebut harus lebih baik. Karena permasalahan tersebut menyebabkanbeberapa kalangan bingung harus memilih studio photo yang berada di kota medan. Hal ini disebabkan karena banyaknyapilihan pelanggan yang ingin memilih tempat terbaik untuk sekedar berphoto dan mengabadikan bersama sehingga padapenelitian ini memerlukan pemilihan studio photo terbaik di kota medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantuklien mendapatkan informasi dan saran studio foto yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kebutuhan mereka. Klienmenerima informasi dan rekomendasi studio foto melalui sistem pendukung keputusan yang menggunakan Simple MultiAttribute Rating Technique (SMART) untuk menyelesaikan proses pemilihannya Penelitian ini merupakan tahapan dimanapenulis menggambarkan proses yang harus ditempuh untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi di studio fhoto jpprojectserta proses pengolahan data yang diperoleh agar menghasilkan laporan penelitian yang baik.pelaksanaan ini dilakukan padabulan November sampai bulan desember 2021 yang mana awal pelaksanaan nya di mulai dari perencanaanpenelitian,pelaksanaan penelitian sampai pembuatan laporan penelitian.yang di mana metode ini menggunakan metodeSMART.Dengan kriteria dan bobot yang di gunakan Harga(30), Kualitas(20), Fasilitas Studio(25), Pelayanan(15),Kepuasan (10). Dalam penelitian ini terdapat beberapa kriteria yang digunakan sebagai data perhitungan dalam prosespemeringkatan. Hal ini dilakukan untuk memilih studio foto terbaik yang dipilih dari beberapa alternatif studio foto.Sistempendukung keputusan menggunakan metode SMART ini merupakan solusi terbaik untuk memecahkan permasalahan yangada di studio photo Jjproject.dengan adanya sistem pendukung keputusan ini sangat membantu untuk memutuskan alternatifpada studio photo tersebut.
Analisis Kesehatan Mental Mahasiswa Menggunakan Kuesioner PHQ-9 Dengan Metode Hierarchical Clustering Diki Septrian; Suendri Suendri
JISTech (Journal of Islamic Science and Technology) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jistech.v11i1.29833

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa merupakan isu penting yang perlu mendapat perhatian karena tekanan akademik dan sosial yang dihadapi dapat memicu berbagai gangguan psikologis, termasuk depresi. Penelitian ini bertujuan mengelompokkan tingkat risiko kesehatan mental mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara menggunakan Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) dan metode Hierarchical Clustering. Data penelitian diperoleh dari 50 mahasiswa yang memenuhi kriteria penelitian. Proses clustering dilakukan menggunakan Ward’s Method dengan pengukuran jarak Euclidean Distance untuk mengidentifikasi kelompok mahasiswa berdasarkan kemiripan gejala depresi yang dialami, dan hasilnya divisualisasikan melalui dendrogram. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya lima cluster, yaitu cluster 1 sebanyak 10 mahasiswa (20%), cluster 2 sebanyak 8 mahasiswa (16%), cluster 3 sebanyak 15 mahasiswa (30%), cluster 4 sebanyak 9 mahasiswa (18%), dan cluster 5 sebanyak 8 mahasiswa (16%). Cluster 3 merupakan kelompok dengan anggota terbanyak, sedangkan sebagian anggota cluster tergolong dalam kategori Moderate Severe Depression. Hasil pengelompokan menunjukkan adanya variasi tingkat risiko kesehatan mental yang relatif merata pada populasi penelitian serta memperlihatkan pola kemiripan gejala depresi antaranggota dalam setiap cluster. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi institusi pendidikan dalam merancang program deteksi dini dan intervensi kesehatan mental yang lebih terarah bagi mahasiswa.