Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : MUSTEK ANIM HA

PERILAKU LENTUR BALOK CASTELLATED MODIFIKASI DENGAN PENGAKU TULANGAN BAJA DAN KOMPOSIT MORTAR SERTA TULANGAN LONGITUDINAL Doloksaribu, Budi
MUSTEK ANIM HA Vol 4 No 1 (2015): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekuatan balok dengan material baja dalam aplikasinya sebagai elemen strukturdapat dinaikkan dengan cara membuat balok castellated dan menggabungkannya denganmaterial beton sehingga terjadi aksi komposit. Balok castellated dapat dimodifikasidengan menggunakan pengaku tulangan baja. Penelitian ini melakukan modifikasi balokcastellated yang digabungkan dengan mortar dan menggunakan tulangan longitudinal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku lentur, pola keruntuhan dandisplacement yang terjadi pada balok castellated modifikasi dengan pengaku tulanganbaja dan komposit mortar serta tulangan longitudinal. Hasil penelitian diperoleh nilaiPmaks= 216,315 kN. Lendutan yang terjadi pada saat Padalah 43,19 mm. Penggunaanbalok castellated modifikasi dengan pengaku tulangan baja dan komposit mortar sertatulangan longitudinal, dari segi kapasitas momen mengalami penurunan sebesar 12,47%dibandingkan balok modifikasi penyambung siku
ANALISIS DIMENSI MEDIAN PADA U - TURN DI RUAS JALAN BRAWIJAYA KABUPATEN MERAUKE Nababan, Dewi Sriastuti; Doloksaribu, Budi
MUSTEK ANIM HA Vol 6 No 1 (2017): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v6i1.671

Abstract

Beberapa tahun terakhir ini kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat di Kota Merauke mengalami perkembangan cukup pesat hingga memberi dampak pada sektor transportasi. Salah satu perubahan yang terjadi di Kota Merauke adalah terjadi perubahan tipe jaringan jalan dari yang semula tidak terbagi menjadi tipe terbagi. Pada jalan terbagi seringkali terjadi gangguan arus lalu lintas pada fasilitas putaran balik arah. Salah satu Putaran Balik Arah di Merauke yang baru dibangun terdapat di Jalan Brawijaya. Putaran balik arah tersebut dibangun dengan dimensi median yang lebih besar dibanding dimensi median pada ruas jalan lainnya. Penelitian ini dilakukan guna memeperoleh gambaran pengaruh dimensi median terhadap kinerja ruas jalan pada ruas Jalan Brawijaya tersebut.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah survei lapangan. Hasil yang didapatkan (a) Lebar median sebesar 1,95 meter dan lebar bukaan median 32,9 meter. Dimensi lebar median telah memenuhi standar jalan perkotaan. (b) Derajat jenuh untuk jalur A sebesar 0,2 dan jalur B sebesar 0,4 masuk dalam kategori tingkat pelayanan sangat baik yang berarti lalu lintas kendaraan berjalan lancar. (c) Waktu tempuh rata-rata kendaraan untuk sepeda motor, kendaraan ringan dan kendaraan berat masing-masing sebesar 3,4 detik, 4,2 detik, 5,2 detik. Sedangkan dalam kondisi terganggu menyebabkan terjadinya tundaan untuk sepeda motor, kendaraan ringan dan kendaraan berat masing-masing sebesar 1,2 detik, 3,4 detik, 3,9 detik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dimensi median yang ada tidak mengurangi kinerja ruas jalan Brawijaya.
PENGARUH PENGGUNAAN VISCOCRETE TERHADAP KUAT TEKAN BETON MORTAR MENGGUNAKAN PASIR LOKAL MERAUKE Doloksaribu, Budi; Hairulla, Hairulla
MUSTEK ANIM HA Vol 6 No 1 (2017): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v6i1.674

Abstract

Pemilihan jenis konstruksi untuk pembangunan didasarkan pada ketersediaan material bahan bangunan di lokasi pekerjaan seperti halnya material bahan bangunan untuk jenis konstruksi beton. Kabupaten Merauke relatif datar dan berawa sehingga material beton khususnya agregate susah dijumpai di lapangan dan bahkan harus mendatangkannya dari luar pulau dengan harga yang cukup mahal. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan penelitian untuk memaksimalkan material pasir lokal yang ada dengan menggunakan bahan tambah jenis Viscocrete-1003 untuk meningkatkan mutu beton mortarnya.Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan menggunakan perbedaan persentasi kadar Viscocrete-1003 terhadap berat semen yang digunakan.Hasil penelitian diperoleh kadar optimum Viscocrete-1003 dengan menggunakan pasir lokal Merauke adalah sebesar 1,1% dan peningkatan kuat tekan mortar beton tanpa menggunakan Viscocrete-1003 dan dengan menggunakan Viscocrete-1003 pada kadar optimum adalah sebesar 138,5%.
PENGARUH FAKTOR AIR SEMEN TERHADAP NILAI KUAT TEKAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN MATERIAL PASIR LOKAL MERAUKE DAN KERIKIL YANG DIDATANGKAN Doloksaribu, Budi; Nababan, Dewi Sriastuti
MUSTEK ANIM HA Vol 7 No 1 (2018): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v7i1.884

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi bangunan yang diperoleh dengan cara mencampurkan semen, air, agregat, dan dalam kondisi tertentu bisa menggunakan bahan tambahan (admixture) yang berupa bahan kimia, serat, dan bahan lainnya dengan perbandingan tertentu. Penggunaan beton sebagai bahan konstruksi harus didukung oleh besarnya nilai dari kuat tekan betonnya (f’c) yang dinyatakan pada umur 28 hari dengan menggunakan benda uji berbentuk silinder. Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai kuat tekan beton adalah faktor air semen (fas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fas terhadap nilai kuat tekan beton dengan menggunakan pasir lokal Merauke dan kerikil yang didatangkan. Metode perencanaan campuran untuk memperoleh mutu beton yang ditargetkan sebesar 20 MPa adalah dengan menggunakan metode ACI. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa semakin besar nilai faktor air semen (fas) mengakibatkan semakin rendahnya nilai kuat tekan beton (f’c) yang dihasilkan. Gradasi agregat halus lokal Merauke tergolong dalam pasir halus (zona III) sementara agregate halus yang didatangkan tergolong dalam pasir agak kasar (zona II). Kata kunci: Kuat tekan beton, fas, dan pasir lokal Merauke
STUDI KUAT TEKAN MORTAR DENGAN MENGGUNAKAN PASIR LOKAL MERAUKE DAN BAHAN TAMBAH ADMIXTURE BETON MIX Suyadi, Suyadi; Doloksaribu, Budi; Massy, Miranda
MUSTEK ANIM HA Vol 7 No 1 (2018): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v7i1.1501

Abstract

Ketersedian material beton di Merauke cukup sulit sehingga harus didatangkan dari luar Merauke yang mengakibatkan harganya menjadi mahal. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan pengujian dengan menggunakan material lokal yang dicampurkan dengan bahan tambah admixture beton mix berguna untuk meningkatkan kekuatan beton dan untuk workability. Penelitian dilakukan dengan menggunakan mortar dan bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perbandingan kekuatan kuat tekan mortar normal dengan mortar yang menggunakan bahan tambah beton mix. Pengujian mortar normal dan mortar dengan presentasi bahan tambah kimia beton mix menggunakan presentasi 1%; 1,5%; 2% dengan metode eksperimental yang dilakukan menggunakan perbandingan campuran mortar 1 semen : 1,5 pasir. Agregat halus (pasir) lokal yang digunakan berasal dari kampung Kumaaf Distrik Ulilin. Berdasarkan analisa perhitungan hasil pengujian kuat tekan mortar normal pada umur 28 hari sebesar fc‘= 13,21 MPa. Hasil uji kuat tekan mortar (fc‘) penggunaan bahan tambah Admixture beton mix pada umur 28 hari dengan presentasi 1%; 1,5%; 2% diperoleh nilai masing-masing sebesar 22,27 MPa, 26,04 MPa, 26,80 MPa dengan peningkatan kuat tekan masing-masing sebesar 40,69%; 14,48% dan 2,84%. Kenaikan signifikan terjadi pada penambahan bahan tambah beton mix 1% dimana pada umur mortar dengan penambahan beton mix 14 hari melebihi kuat tekan mortar normal dengan umur 28 hari. Kata kunci: Admixture Beton Mix, Mortar, Kuat Tekan.
PEMETAAN DAYA DUKUNG TANAH DAN PEMILIHAN JENIS FONDASI KONSTRUKSI BANGUNAN DI DISTRIK MERAUKE Doloksaribu, Budi; Nababan, Dewi Sriastuti
MUSTEK ANIM HA Vol 7 No 3 (2018): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v7i3.1733

Abstract

Pemilihan jenis fondasi pada bangunan gedung dipengaruhi oleh nilai daya dukung tanah. Daya dukung tanah berpengaruh terhadap kekuatan bangunan diatasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan nilai daya dukung tanah di Distrik Merauke berdasarkan hasil sondir. Penelitian dilakukan dengan pengujian langsung di lapangan pada titik-titik koordinat yang sudah ditetapkan pada peta berdasarkan skala gambar dengan jarak antar titik yang sama. Uji kohesi dan sudut geser tanah dilakukan di laboratorium. Daya dukung tanah yang diperoleh berdasarkan penelitian sampai dengan kedalaman 20 meter adalah sangat rendah dan nilai daya dukung tertinggi tanah pada kedalaman 1 meter 2,05 kg/cm2 dengan ketebalan ≤ 20 cm sehingga jenis fondasi yang cocok untuk digunakan pada pembangunan gedung bertingkat di Merauke adalah fondasi dalam. Kata kunci: Daya dukung tanah, Fondasi bangunan, dan Sondir
EVALUASI BEBAN LAYAN JALAN BETON X KABUPATEN ASMAT Doloksaribu, Budi
MUSTEK ANIM HA Vol 9 No 01 (2020): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v9i01.3244

Abstract

Kontur tanah di wilayah Kabupaten Asmat adalah daerah datar dan berawa dengan jenis tanah yang berlumpur sehingga pembangunan jalan - jalan dilakukan dengan menyerupai model dermaga. Ketersediaan material bahan bangunan juga, terutama bahan pembuat beton bertulang, harus didatangkan dari luar pulau sehingga biaya pembangunan cukup mahal. Selama ini pembangunan jalan dilakukan dengan menggunakan material kayu namun dengan semakin sulitnya mendapatkan kayu dengan kualitas yang baik dan umur bangunan yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan menggunakan material beton maka belakangan ini pembangunan jalan mulai ditingkatkan dengan menggunakan material beton. Pembangunan jalan dengan menggunakan material beton yang sudah dilakukan perlu dilakukan evaluasi terhadap beban layan berdasarkan analisis perhitungan yang dilakukan terhadap pelat dan balok dengan menggunakan SNI 03 2847 – 2002 sehingga diperoleh beban hidup yang diizinkan. Besar beban hidup yang diijinkan berdasarkan analisis adalah sebesar 225 kg/m2.
STUDI EKPERIMENTAL KEKUATAN STRUKTUR RANGKA BATANGDENGAN MENGGUNAKAN KAYU BUS MERAUKE Doloksaribu, Budi; Nababan, Dewi Sriastuti
MUSTEK ANIM HA Vol 10 No 3 (2021): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v10i3.4187

Abstract

Ketersediaan bahan pembangunan di lokasi pekerjaan dapat meminimalisir biaya pekerjaan konstruksi. Kayuumumnya mudah diperoleh di wilayah-wilayah tropis sehingga pemilihan bahan kayu berpengaruh terhadapefisiensi biaya bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat dari kayu Bus (Melaleucacajuputi) dan kayu Rahai (Acacia auriculiformis), yang banyak terdapat di wilayah Kabupaten Merauke, dankekuatan struktur rangka batang dengan menggunakan kayu Bus. Hasil penelitian pada konstruksi rangkabatang menunjukkan bahwa kegagalan konstruksi rangka batang dengan bentang 6 meter terjadi akibatterjadinya tekuk torsi lateral pada konstruksi rangka batang. Penambahan pengaku lateral pada lokasipembebanan dengan jarak 2,2 meter dari tumpuan (model-2) dibandingkan dengan pengaku lateral hanyapada kedua tumpuan (model-1) dapat meningkatkan kekuatan struktur rangka batang. Peningkatan kekuatanstruktur rangka batang model-2 terhadap model-1 adalah sebesar 186,16% dengan kekuatan benda uji model1sebesar 751,51 kg dan benda uji model-2 sebesar 2.150,705 kg.
STUDI KASUS ASPEK PENILAIAN DAN KINERJA PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK) PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN ANAK NYUM Rahayu, Mathilda Octaviani; Doloksaribu, Budi; Pasalli, Daud Andang
MUSTEK ANIM HA Vol 12 No 03 (2023): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v12i03.6260

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) merupakan pemenuhan standar keamanan, keselamatan, kesehatan. Penelitian dilakukan meninjau kelengkapan dokumen SMKK serta implementasinya berupa penyediaan APD dan fasilitas K3 serta kebijakan SMKK pada pembangunan Jembatan Nyum serta penilaian terhadap dokumen kelengkapan SMKK dengan menggunakan judgement experiments. Jembatan Anak Nyum ini terletak pada jalur Trans Papua yang menghubungkan Iwur (Kab. Pegunungan Bintang) menuju Pusat Kegiatan Strategis Nasional Tanah Merah dan Pusat Kegiatan Strategis Nasional Merauke dan memiliki isu terkait keamanan. Hasil dalam penelitian ini, dalam penyusunan Dokumen SMKK, penyedia jasa konstruksi sudah menyusun sesuai dengan Permen PUPR 10 Tahun 2021 dan mendapat nilai 79,33 yang masuk dalam kriteria. Dalam menyediakan kelengkapan alat pelindung diri (K3) dan fasilitas K3 di lapangan, telah dilakukan kuisioner kepada 20 orang tenaga kerja didapatkan skor total 91,09%, namun terlihat masih ada kekurangan pada beberapa alat pelindung diri dan fasilitas pengaman proyek, dengan skor paling rendah pada lampu peringatan, jaring pengaman, dan masker.
Pengaruh Bentangan Regel Terhadap Kekuatan Dinding Kancingan Boruk, Eusabius Yandianus Dala; Doloksaribu, Budi; Utary, Chitra
MUSTEK ANIM HA Vol 13 No 03 (2024): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v13i03.6615

Abstract

Dinding merupakan komponen non-struktur pada gedung yang berfungsi sebagai penyekat atau pemisah ruangan, untuk melindungi atau membatasi di alam terbuka dan sebagai penyokong struktur dalam memikul beban yang biasanya terbuat dari pasangan bata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat geser dinding kancingan sebagai opsi yang layak dalam mempertahankan beban lateral. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen, dimana dinding dimodelkan dengan ukuran panjang dan lebar masing-masing 1mx1m, 1,25mx1,25m dan 1,50mx1,50m. Pengujian ini dilakukan dengan memberikan beban lateral pada dinding. Berdasarkan hasil penelitian eksperimen dapat disimpulkan bahwa dinding kancingan 1mx1m dan 1,25mx1,25m memiliki pola retak diagonal (diagonal cracking) dan pada dinding kancingan 1,50mx1,50 mengalami getas sehingga menghasilkan pola retak diagonal compression (DC). Kuat geser yang dihasilkan dari masing-masing dinding sebesar 20 kN, 13,6 kN, dan 8 kN dan daktilitas yang dihasilkan dari dinding 1mx1m, 1,25mx1,25m dan 1,50mx1,50m sebesar 13,48 mm, 7,94 mm dan 3,86 mm. Benda uji dengan ukuran 1mx1m memiliki daktilitas yang lebih baik. Peningkatan dari dinding kancingan 1mx1m ke dinding 1,25mx1,25m sebesar 0,48, sedangkan peningkatan daktilitas dari dinding kancingan 1,25mx1,25m ke dinding kancingan 1,50mx1,50m sebesar 0,58. Hal ini menunjukan semakin besar jarak dinding kancingan maka semakin kecil nilai kuat geser dan daktilitas yang dihasilkan sebaliknya semakin kecil dinding kancingan maka semakin besar nilai kuat geser dan daktilitas yang dihasilkan.