Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MAQOSYID SYARI’AH : ANTARA TEORI DAN APLIKASI Dalam Pandangan Hamdy Zaqzuq zain zuhri sholeh
Kurikula : Jurnal Pendidikan Vol 5 No 1 (2020): Kurikula: Jural Pendidikan Vol 5 No 1 Tahun 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.002 KB) | DOI: 10.56997/kurikula.v5i1.496

Abstract

wahyu sudah berhenti turun seiring meninggalnya Rosulullah SAW.,satu sisi, disisi lain pelbagai problematika terus muncul, sedangkan fikih terbukti kualahan dalam menghadapinya. Kemunculan konsep maqasyid syari’ah menjadi satu solusi dalam menghadapi problematika yang ada, namun masih banyak kalangan yaang dalam ranah aplikasinya masih menggunakan pendekatan contoh-contoh konvensional sehingga maqosyid terkesan hanya sebuah konsep teoritis saja. Mahmud Hamdy zaqzuq hadir menyajikan dengan pendekatan agak berbeda, membuat maqosyid syari’ah terasa lebih aplikatif.
SUNNAH; ANTARA PEMIKIRAN KLASIK DAN KONTEMPORER Tinjauan Kritis Seputar Pemikiran Imam Syafi'I Terhadap Sunnah Zain Zuhri Sholeh
Investama : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 7 No 1 (2022): Investama : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Investama : Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.28 KB)

Abstract

Keyakinan mapan bahwa Imam Al Syafi’I adalah seorang mujaddid dan nashir sunnah merupakan keyakinan mainstream yang hamper mustahil di tiadakan dan dengan keyakinan ini, umat islam, selama berabad-abad di tundukkan dalam sebuah doktrin bahwa syafi’I dengan segala kiprahin telektualnya merupakan sosok sarjana muslim yang layak mendapatkan penghargaan dan apresiasi mendalam. Realitas semacam ini bukan saja membelengguakan kemunculan penilaian objektif terhadap figure syafi’I, tapi dengan pesat malah menyuburkan sebentuk keimanan baru bahwa segala konsepsi yang ditawarkannya mutlak benar dan karenanya harus ditaati, tabu untuk dikritisi. Bisa saja, apresiasi memang harus disematkan kepada syafi’I untuk segala inovasinya dalam ranah intelektual islam klasik. Betapapun, sebagai sarjana muslim tersohor dizamannya ,syafi’I dikenal sebagai sosok prolific dan diberi label moderat oleh Sebagian kalangan. Penilaian yang terakhir ini mungkin lebih karena factor adanya qoul qodim dan qoul jadid yang dicetuskannya sebagai penyikapan terhadap perbedaan sosio kultur masyarakat yang diahadapi dalam kapasitasnya sebagai seorang faqih.