p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JKK
Tri Puspa Kusumaningsih
Akademik Kebidanan Bhakti Putra Bangsa Purworejo

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DENGAN STATUS GIZI PADA BAYI USIA 6 – 12 BULAN DI DESA GOGIK KECAMATAN UNGARAN BARAT Tri Puspa Kusumaningsih
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v3i1.38

Abstract

Masalah kematian bayi yang masih tinggi di Indonesia menjadi prioritas utama Depkes RI periode2005-2009. Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia pada tahun 2007 mencapai 26,9% per 1000 kelahiranhidup. Di Indonesia pada tahun 2007 jumlah balita yang menderita gizi buruk sekitar 21,3% dari seluruhanak balita yang ada. Sementara itu survei rumah tangga Departemen Kesehatan mencatat masalah gizisebagai salah satu penyebab kematian balita sebesar 0,5%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian makanan pendamping ASIdengan status gizi pada bayi usia 6-12 bulan, di desa Gogik, kecamatan Ungaran Barat.Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan metode croos sectional danpengambilan data menggunakan data primer. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi berusia 6-12 bulan,bulan Juni-Agustus 2009. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh yaitu semua bayiusia 6-12 bulan dari responden yang berjumlah 22 bayi.Hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada hubungan pemberian makanan pendamping ASI denganstatus gizi pada bayi usia 6-12 bulan, dan menggunakan uji statistik chi-square (X2) diperoleh nilai X2 0,936lebih besar dari X2 tabel 0,349. Dengan demikian Ho ditolak dengan ρ value kurang dari (0,000-0,005).Sebagian besar bayi yang diberi MP-ASI sesuai dengan umur, jenis, jumlah pemberiannya dan berstatus gizibaik.Diharapkan unit pelayanan kesehatan dalam pelaksanaan posyandu tidak hanya melakukan kegiatanmenimbang dan memberikan MP-ASI saja, tetapi juga memberikan informasi dan edukasi tentang MP-ASIdan status gizi bayi sesuai dengn pertumbuhan dan perkembanganya.
EFFECT OF ASTRIGEN HERBAL PIPERBETLE LINN AGAINST ACCELERATING WOUND HEALING PERINIEUM AGAINST MOTHER IN RULING ON WORKING AREA HEALTH CENTER BANYUURIP KABUPATEN PURWOREDJO Tri Puspa Kusumaningsih
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v5i1.58

Abstract

Background: Childbirth is a physiological process that often cause injuries to the birth canalcan potentially cause infection. Prevention of infection can be done by washing using theconservative anti-septic liquid on dirty wound contamination and wound infection by usingboiled water betel leaf.Objektive: To determine the effect of betel leaf decoction (astrigen Herbal Piperbetle Linn)Against Accelerating Wound Healing perinium On Mother's Ruling On Working Area HealthCenter Banyuurip Kabupaten Purworejo.Methods: This study is the study design Quasy experimental research Measure RandomizedControl Group Design. Research was using the intervention group 17 respondents with theapproach of Post Test Only Control Group.Results: The frequency of the old perineal healing in group betel leaves largely recoveredbetween 3-7 days to as much as 82.4 % , while in the same group also providin iodine largelyrecovered between 3-7 days to as much as 88.2 % . There is the influence of betel leafdecoction (astrigen Herbal Piperbetle linn) to accelerate wound healing perinium puerperalwomen Puskesmas Banyuurip Purworejo.Conclusion: There is an effect of betel leaf decoction (astrigen Herbal Piperbetle linn) toaccelerate wound healing perinium puerperal women Puskesmas Banyuurip Purworejo.Suggestion: for the people need to independently perform perineal wound care with existingresources in the vicinity. For educational institutions need to improve laboratory testresearch on betel leaf decoction.
GAMBARAN PELAKSANAAN KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS PADURESO KABUPATEN KEBUMEN Tri Puspa Kusumaningsih
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v6i1.72

Abstract

Kelas Ibu Hamil merupakan sarana belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu mengenai perawatan kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran. Kegiatan ini di fasilitasi oleh bidan/tenaga kesehatan di mana buku KIA menjadi salah satu bagian dari paket Kelas Ibu Hamil. Kelas ini diikuti oleh ibu-ibu hamil dengan umur kehamilan antara 20 minggu s/d 32 minggu dengan jumlah peserta maksimal 10 orang
HUBUNGAN PELAKSANAAN ASUHAN SAYANG IBU DENGAN KECEMASAN PROSES PERSALINAN DI BPM HESTI UTAMI DESA GRANTUNG KECAMATAN BAYAN KABUPATEN PURWOREJO Tri Puspa Kusumaningsih; Astuti Yuliningsih
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 6 No 2 (2015): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v6i2.77

Abstract

Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah penyebab kematian ibu hamil dan melahirkan pada tahun 2011 telah bergeser dari penyebab karena perdarahan menjadi eklamsia. Salah satu upaya untuk menurunkan kematian ibu adalah melalui Gerakan Sayang Ibu dan Bayi (GSIB), yang merupakan gerakan bersama pemerintah dan masyarakat untuk menurunkan kematian ibu dan bayi. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Desa Grantung Kecamatan Bayan pada tanggal 04 Desember 2013, Secara keseluruhan emosional dalam menghadapi persalinan, hampir semua perasaan subyek mengalami cemas, dan takut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pelaksanaan Asuhan Sayang Ibu dan Kecemasan Proses Persalinan di BPM Hesti Utami Desa Grantung Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo. Jenis penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel total sampling dimana semua jumlah ibu nifas <40 hari yang datang ke BPM Hesti Utami di Desa Grantung Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo. Hasil uji statistic Chi Square diperoleh p= 0,000 (p< 0,05). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pelaksanaan asuhan sayang ibu dengan kecemasan proses persalinan di BPM Hesti Utami Desa Grantung Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo
HUBUNGAN PEMENUHAN GIZI SEIMBANG DENGAN PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH DI TAMAN KANAK- KANAK SIWI UTOMO KECAMATAN LOANO KABUPATEN PURWOREJO Romiyati; Tri Puspa Kusumaningsih
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v7i1.89

Abstract

Di Indonesia terdeteksi gangguan perkembangan pada anak usia prasekolah mencapai angka 12,8%- 28,5%. Berdasarkan studi pendahuluan di Taman Kanak-Kanak dari 10 anak terdapat masalah mengenai perkembangan personal sosial diantaranya anak masih ditunggui oleh orang tuanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemenuhan gizi seimbang dengan perkembangan personal sosial anak usia prasekolah di Taman Kanak- Kanak Siwi Utomo. Desain Penelitian dengan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan kuesioner. Uji Validitas mengunakan Pearson Product Moment. Uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Uji statistik menggunakan Chi Square dengan pendekatan kemaknaan α < 0,05.Hasil Penelitian didapatkan hasil Uji Chi Square terhadap pemenuhan gizi seimbang dengan perkembangan personal sosial mendapatkan p value 0,007 (< 0,05) yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemenuhan gizi seimbang dengan perkembangan personal sosial anak usia prasekolah di Taman Kanak-Kanak Siwi Utomo Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo dengan nilai p value sebesar 0,007.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN DENGAN TUMBUH KEMBANG BALITA DI POSYANDU DESA KALIKOTES, KECAMATAN PITURUH, KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2017 Tri Puspa Kusumaningsih; Novia Ayunita
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v8i2.109

Abstract

Latar belakang penelitian: Dari beberapa anak di posyandu desa kalikotes terdapat satu anak gizi buruk dan satu anak gizi kurang. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini sangat pentingTujuan penelitian: Diketahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan dengan tumbuh kembang balita Di Posyandu Desa Kalikotes Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo.Metode penelitian: Jenis penelitian deskriptif korelasional. Populasi berjumlah 122 anak, pengambilan sample secara purposive sampling, analisis menggunakan univariat dan bivariat.Hasil penelitian: sebagian besar berpengetahuan cukup sebanyak 50% dan tumbuh kembangnya sebagian besar normal sebanyak 60%. Korelasi antar variabel sebesar 0,452 (cukup erat) signifikan pada tingkat signifikansi 5 persen karena 0,01 <0,05.Simpulan: Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan dengan tumbuh kembang balita di Posyandu Desa Kalikotes Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo Tahun 2012.Saran: masyarakat sebaiknya perlu mengetahui pentingnya memantau pertumbuhan dan perkembangan anak melatih ketrampilan anak sesuai dengan umur.
HUBUNGAN PENGADAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF OLEH KELUARGA DENGAN PERKEMBANGAN BALITA DI DESA SEMAWUNG DALEMAN KECAMATAN KUTOARJO KABUPATEN PURWOREJO Dwi Rosnaeli; Tri Puspa Kusumaningsih
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v10i1.145

Abstract

Keterlambatan perkembangan merupakan keadaan keterlambatan pada dua atau lebih ranah perkembangan, sekitar 1-3% anak dibawah 5 tahun mengalami keterlambatan perkembangan umum. Dari hasil studi pendahuluan terdapat 36 balita dengan gangguan perkembangan di wilayah kerja Puskesmas Semawung Daleman 2 diantaranya bertempat tinggal di desa Semawung Daleman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara Pengadaan Alat Permainan Edukatif dengan Perkembangan Balita di Desa Semawung Daleman Kutoarjo.Metode yang digunakan survey analitik dengan pendekatan crosssectional. Instrument pengumpulan data menggunakan ceklis dan kuesioner dengan teknik pengambilan sampel quota sampling, jumlah 55 sampel dan uji statistic yang digunakan Fisher. Hasil penelitian dengan uji fisher didapatkan p value 0,000 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak atau bias dikatakan ada hubungan antara pengadaan alat permainan edukatif oleh keluarga dengan perkembangan balita di Desa Semawung Daleman dengan hubungan sedang dan nilai coeficient contingentcy 0,484. Dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pengadaan alat permainan edukatif oleh keluarga dengan perkembangan balita di Desa Semawung Daleman Kutoarjo. Peneliti berharap dengan telah dilakukannya penelitian ini petugas kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan anak khususnya pada pemeriksaan KPSP dan kelas balita.
GAMBARAN TUMBUH KEMBANG PADA ANAK BALITA USIA 36-60 BULAN DI PAUD PELITA HARAPAN DUSUN TUBANSARI DESA MARGOYOSO KECAMATAN SALAMAN KABUPATEN MAGELANG Tri Puspa Kusumaningsih; Siti Magfiroh
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v11i1.166

Abstract

Latar belakang penelitian : Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Pada masa balita, perkembangan kemampuan bahasa, kretivitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan selanjutnya. Pertumbuhan dan perkembangan mengalami peningkatan yang pesat pada usia dini yaitu 0-5 tahun yang disebut fase Golden Age.Tujuan Penelitian : Mengetahui gambaran tumbuh kembang pada anak balita usia 36-60 Bulan di PAUD Pelita Harapan Dusun Tubansari Desa Margoyoso Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang.Metode Penelitian : Menggunakan metode deskriptif, Populasi 32 balita dan sampel 32 balita. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Waktu penelitian Maret 2019. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis menggunakan teknik prosentasi dan central tendency dengan menggunakan SPSS 13.Hasil Penelitian : Berdasarkan analisa univariat mayoritas balita pertumbuhannya mengalami peningkatan untuk kategori meningkat prosentasenya 69% dan untuk perkembangan mayoritas berkategori sesuai dengan prosentase 63%.Simpulan : Tumbuh kembang balita tingkat pertumbuhannya meningkat dan untuk perkembangan mayoritas berkategori sesuai.Saran : Diharapkan orang tua yang memiliki balita selalu memberikan makanan yang bergizi agar pertumbuhan balita meningkat dan selalu memberikan stimulasi agar perkembangannya normal.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIGESING PURWOREJO Tri Puspa Kusumaningsih; Jihan Hudan Lailla
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v11i2.171

Abstract

Latar Belakang: Studi pendahuluan di Puskesmas Kaligesing pada bulan Desember 2019 terdapat 349 balita usia 0-59 bulan yang mengalami stunting. Sedangkan balita yang berusia 24-59 bulan yang mengalami stunting sebanyak 229 balita.Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Kaligesing Kabupaten PurworejoMetode Penelitian: Design penelitin yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel sebanyak 120 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling. Pengumpulan data dari data primer melalui cheklist wawancara terstruktur, microtoise dan Buku KIA. Teknik uji statistik menggunakan Chi Kuadrat dan Fisher Exact.Hasil Penelitian: Ada hubungan antara status ekonomi (p value=0,001), pendidikan ibu (p value = 0,024), atinggi badan ibu (p value = 0,005), ASI Ekslusif (p value = 0,001), dan BBLR (p value = 0,001) dengan kejadian stunting pada baita.Kesimpulan: Terdapat hubungn antara status ekonomi, pendidikan ibu, tinggi badan ibu, ASI Ekslusif, dan BBLR dengan kejadian stunting pada balita.Saran: Tenaga kesehatan dan masyarakat berperan aktif bersama-sama mencegah terjadinya stunting, dan apabila ada kejadian di sekitar kita untuk dapat mengatasi secara berkesinambungan dan bersama.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CANGKREP KECAMATAN PURWOREJO KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2020 Dinda Oktaria Azzahra; Tri Puspa Kusumaningsih
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v11i2.177

Abstract

Latar Belakang: Target SDGs yaitu menurunkan angka kematian bayi (AKB) 12/1.000 kelahiran hidup tahun 2030. Riskesdas 2018 melaporkan di Indonesia pemberian susu formula pada bayi baru lahir (79,8%). Target ASI eksklusif di Puskesmas Cangkrep yaitu (80%) namun cakupan ASI eksklusif tahun 2019 dibawah target (74,5%).Tujuan Penelitian: Mengetahui Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ibu dalam Pemberian Susu Formula pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Cangkrep Kecamatan Purworejo.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian dengan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 16,18,23 dan 24 Maret. Jumlah populasi 42 ibu dan sampel seluruh ibu bayi usia ≤6 bulan. Uji statistik menggunakan Chi Square.Hasil Penelitian: Hasil analisis data didapatkan ada hubungan antara pendidikan dengan pemberian susu formula (p value 0.003), pengetahuan dengan pemberian susu formula (p value 0.012), pekerjaan dengan pemberian susu formula (p value 0,011), hubungan antara produksi ASI dengan pemberian susu formula (p value 0.000), dan hubungan antara peran tenaga kesehatan dengan pemberian susu formula (p value 0,04).Kesimpulan: Ada hubungan antara pendidikan, pengetahuan, pekerjan, produksi ASI dan peran tenaga kesehatan dengan pemberian susu formula.Saran: Penyuluhan ASI eksklusif, pijat oksitosin, teknik memeras ASI dan penyimpanan ASI oleh tenaga kesehatan.