Masalah kematian bayi yang masih tinggi di Indonesia menjadi prioritas utama Depkes RI periode2005-2009. Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia pada tahun 2007 mencapai 26,9% per 1000 kelahiranhidup. Di Indonesia pada tahun 2007 jumlah balita yang menderita gizi buruk sekitar 21,3% dari seluruhanak balita yang ada. Sementara itu survei rumah tangga Departemen Kesehatan mencatat masalah gizisebagai salah satu penyebab kematian balita sebesar 0,5%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian makanan pendamping ASIdengan status gizi pada bayi usia 6-12 bulan, di desa Gogik, kecamatan Ungaran Barat.Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan metode croos sectional danpengambilan data menggunakan data primer. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi berusia 6-12 bulan,bulan Juni-Agustus 2009. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh yaitu semua bayiusia 6-12 bulan dari responden yang berjumlah 22 bayi.Hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada hubungan pemberian makanan pendamping ASI denganstatus gizi pada bayi usia 6-12 bulan, dan menggunakan uji statistik chi-square (X2) diperoleh nilai X2 0,936lebih besar dari X2 tabel 0,349. Dengan demikian Ho ditolak dengan ρ value kurang dari (0,000-0,005).Sebagian besar bayi yang diberi MP-ASI sesuai dengan umur, jenis, jumlah pemberiannya dan berstatus gizibaik.Diharapkan unit pelayanan kesehatan dalam pelaksanaan posyandu tidak hanya melakukan kegiatanmenimbang dan memberikan MP-ASI saja, tetapi juga memberikan informasi dan edukasi tentang MP-ASIdan status gizi bayi sesuai dengn pertumbuhan dan perkembanganya.
Copyrights © 2012