Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOMPOSISI PAKAN TIKUS EKOR PUTIH (Maxomys hellwandii) DI KANDANG Fernandez T. Upa; Saroyo Saroyo; Deidy Y. Katili
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 17 Nomor 1, April 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.504 KB) | DOI: 10.35799/jis.17.1.2017.14900

Abstract

ABSTRAK Tikus ekor putih (Maxomys hellwandii) adalah hewan endemik Sulawesi dengan status konsevasinya yaitu least concern yang keberadaannya masih kurang diperhatikan. Ancaman utama tikus ekor putih adalah perburuan untuk dijual penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis-jenis pakan tikus ekor putih dan porsinya. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan informasi tentang komposisi pakan tikus ekor putih sehingga dapat dimanfaatkan dalam upaya konservasi terutama dalam kegiatan penangkaran dengan upaya domestikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah ad libitum sampling dengan menghitung berat pakan yang dikonsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis pakan tikus ekor putih terdiri dari: pepaya (51,3%), umbi singkong (15,7%), buah kelapa (15,6%), serangga (belalang) (13,9%),  daun sirih (2,9%),  kulit buah ketapang (0,4%), buah sirih (0,2%), buah beringin (0,1%). Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tikus ekor putih mengonsumsi buah pepaya lebih dari 50% dari total pakan dan tikus ekor putih bukan spesies herbivora sejati, tetapi cenderung omnivora. Kata kunci: tikus ekor putih (Maxomys hellwandii), endemik, Sulawesi, komposisi pakan COMPOSITION OF FEED WHITE-TAIL RAT (Maxomys hellwandii) IN THE CAGE ABSTRACT White-tailed Rat (Maxomys hellwandii) is an endemic species from Sulawesi with least concern (LC) conservation status. The existence of this species is still less attention. The main threat is hunting White-tailed rats for sale, this research aims to inventory the types of feed and the white rat tail portion. This study was conducted to provide information on the composition of the feed white-tailed rats that can be utilized in conservation efforts, especially in the activities of breeding with domesticated effort. The method used in this study was ad libitum sampling to calculate the weight of feed consumed.From the results obtained that the composition of White-tailed Rat feed types such as: papaya (51.3%), cassava tubers (15.7%), coconuts (15.6%), insects (grasshoppers) (13.9% ), leaf Piper beetle (2.9%), fruit peel Terminalia catappa (0.4%), vine Pieper beetle (0.2%), fruit Ficus sp. (0.1%). From these results it can be concluded that the white-tailed rat eating papaya fruit of more than 50% of the total feed and white-tailed rat is not true herbivorous species, but tend to be omnivorous. Keywords: white-tailed rat (Maxomys hellwandii), endemic to Sulawesi, feed composition
Pemanfaatan Kotoran Ayam sebagai Subtitusi Sebagian Pakan Ternak dengan Teknologi Effective Microogranism (EM4) Deidy Y. Katili; Marnix L. D Langoy; Stella D. Umboh
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/dcxn0a34

Abstract

Permasalahan utama sedikitnya keuntungan para peternak di Kelurahan Molas Kecamatan Bunaken Kota Manado adalah permasalahan pakan ternak yang sulit diperoleh dan harganya cukup mahal. Kotoran ternak sampai saat ini masih terbatas pemanfaatanya yaitu sebagai pupuk kandang dan biasanya peternak yang memerlukannya hanya meminta tanpa membeli. Jika tidak dipakai sebagai pupuk kandang, kotoran ayam ini hanya dibuang sebagai limbah saja. Kotoran ayam ini masih memiliki potensi sebagai bahan substitusi pakan ternak dengan pengolahan menggunakan Effective Microorganism (EM4). Tujuan dan target khusus yang ingin dicapai pada kegiatan PKM ini adalah peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat peternak dalam pemanfaatan kotoran ayam sebagai subtitusi pakan ternak dengan menggunakan teknologi Effective Microorganism (EM4). Untuk mengatasi permasalahan kurangnya pengetahuan masyarakat peternak tentang pemanfaatan kotoran ayam, akan digunakan metode penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan kotoran ayam sebagai subtitusi pakan ternak dengan menggunakan teknologi Effective Microorganism (EM4). Kegiatan PKM ini dilaksanakan selama 8 bulan. Dari hasil analisis nilai pretest ternyata nilai yang tertinggi berada pada interval nilai 21-30 dengan 7 peserta (23.34%). Hasil ini sangat rendah bahkanpun ternyata tidak ada peserta yang sampai pada nilai 50. Hasil postest nilai dibawah 50 sudah tidak ada lagi, nilai sudah berada di atas 50 bahkan nilai sudah berada di interval 91-100 (43.34%) dengan jumlah peserta 13 orang. Interval terendah pada 71-80 (10.00%) dengan 3 orang peserta. Dari rekapan evaluasi topik belajar terdapat nilai yang tertinggi pada aspek motivasi dengan jumlah peserta 13 orang yang memiliki kriteria sangat baik. Dari analisis evaluasi topik belajar ini, hanya terdapat 1 orang yang memiliki kriteria kurang pada aspek pemahaman akan materi.