Hilmarni
Akademi Farmasi Imam Bonjol

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH INFUSA DAUN TORBANGUN (Plectranthus amboinicus (Lour.) Spreng.) TERHADAP LUKA BAKAR PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) Hilmarni; Novita Serly; Farizal
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v1i1.4

Abstract

Daun Torbangun telah banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia untuk pengobatan. Kandungan metabolit sekunder dari tumbuhan ini adalah senyawa flavonoid, fenolik, steroid, dan saponin yang bertanggungjawab terhadap aktivitas farmakologi diantaranya antibakteri dan anti radang. Aktifitas ini dapat membantu proses penyembuhan luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh infusa daun torbangun terhadap luka bakar pada mencit. Penelitian ini menggunakan mencit jantan sebanyak 9 ekor, dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kontrol positif, kontrol negatif, dan kelompok uji. Sampel yang digunakan berupa infusa daun torbangun segar dengan konsentrasi 10% b/v. Luas luka diukur dengan metoda Plannimeter. Hasil penelitian menunjukan pemberian infusa daun torbangun dapat menyembuhkan luka bakar pada hari ke 11, Pemberian Bioplasenton sebagai kontrol positif pada hari ke 13, dan pemberian aqua destilata sebagai kontrol negatif pada hari ke 18. Hasil pengujian statistik menunjukan tidak ada perbedaan luas luka yang signifikan pada hari ke 3 sampai ke 6, dan terdapat perbedaan luas luka yang signifikan pada hari ke 9 sampai ke 15. Analisis uji lanjut menunjukan adanya perbedaan yang signfikan dari kelompok yang digunakan p<0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian infusa daun torbangun dapat mempengaruhi kecepatan penyembuhan luka bakar.
Formulasi Sediaan Sabun Padat Transparan Dari Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Manis (Citrus Sinensis) Dengan Minyak Kelapa Sawit (Palm Oil) Hilmarni; Dwi Mulyani; Dini Selfira
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 1 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i1.82

Abstract

Telah dilakukan penelitian formulasi sediaan sabun padat transparan ekstrak Etanol Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis) dengan Minyak Kelapa Sawit (Palm oil). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kulit jeruk manis dapat diformulasikan menjadi sabun padat transparan. Sediaan sabun padat transparan dibuat sebanyak 4 formula dengan F0 sebagai basis dan penambahan ekstrak etanol kulit jeruk manis pada Fl sebanyak 1 g, FII sebanyak 2 g dan FIII sebanyak 3 g. Selanjutnya dilakukan uji evaluasi fisik sediaan sabun padat transparant meliputi pengamatan uji organoleptis, uji kadar air, uji pH, uji iritasi, dan uji tinggi busa. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit jeruk manis belum memenuhi persyaratan sabun padat transparant karena evaluasi uji kadar air belum memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan karena melewati batas maksimum kadar air yang sesuai SNI tahun 2016. Tetapi dari evaluasi uji organoleptis, uji pH, uji tinggi busa, dan uji iritasi sudah memenuhi persyaratan.
FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT TRANSPARAN EKSTRAK ETANOL DAUN TORBANGUN (Plectrantus amboinicus L.) Hilmarni; Bunga Safitri; Rahmayulis; Azimatur Rahmi
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 4 No. 1 (2025): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v4i1.119

Abstract

Tanaman Torbangun (Plectrantus amboinicus L) merupakan salah satu tanaman yang ada di Indonesia. Daun torbangun diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder diantaranya flavonoid, tanin, fenolik, steroid, saponin, minyak atsiri, dan flavonol, dan tanaman tersebut memiliki aktifitas farmakologi sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun torbangun dapat diformulasikan menjadi sabun padat transparan. Daun torbangun di ekstraksi menggunakan metode maserasi. Formulasi sediaan sabun padat transparan dibuat sebanyak 4 formula dengan F0 sebagai basis dan penambahan ekstrak etanol daun torbangun pada FI, FII, FIII masing-masing 0.5, 1 dan 2 %. Selanjutnya dilakukan uji evaluasi fisik sediaan sabun padat transparan meliputi pengamatan uji organoleptis, uji kadar air, uji pH, uji iritasi, dan uji tinggi busa. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun torbangun dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun padat transparan dan telah memenuhi persyaratan terhadap uji organoleptis, uji kadar air, uji pH dan uji iritasi.
Efektivitas Minyak Atsiri Daun Torbangun (Plectranthus amboinicus L.) dalam Melawan Bakteri Streptococcus mutans Hilmarni; Andika Agus Satria; Dwi Mulyani
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 4 No. 2 (2025): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v4i2.159

Abstract

Daun Torbangun merupakan tanaman yang mengandung berbagai zat aktif yang bermanfaat, seperti untuk merangsang ASI, melawan bakteri, dan mengurangi peradangan. Salah satu zat penting dalam daun ini adalah minyak atsiri, yang berperan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas minyak atsiri dari daun Torbangun melawan bakteri Streptococcus mutans dengan cara difusi cakram. Minyak atsiri diuji pada konsentrasi 1%, 2%, 4%, dan 8%. Untuk kontrol negatif digunakan DMSO, dan untuk kontrol positif digunakan obat tetes mata kloramfenikol 0,5%. Hasilnya menunjukkan bahwa minyak atsiri pada konsentrasi 8% mampu menghambat pertumbuhan bakteri dengan ukuran zona hambat rata-rata 13,15 mm. Oleh karena itu, dapat disimpulkan minyak atsiri daun Torbangun terbukti efektif melawan bakteri Streptococcus mutans.
Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol Daun Bidara (Ziziphus mauritiana) Yang Tumbuh Di Bukittinggi Dan Di Sijunjung Dengan Metode BSLT (Brine shrimp Lethality Test) rahmayulis; Andini Aulia; Hilmarni; Kusuma Ariya Eka
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 5 No. 1 (2026): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v5i1.224

Abstract

Bidara leaves are a plant that can be used as a traditional medicine. Bidara leaves are believed to have properties that can treat mouth ulcers, lower cholesterol levels and even have potential in treating cancer. Bidara leaves contain secondary metabolites, include alkaloids, flavonoids, phenolics, terpenoids, and saponins. This study aims to determine the differences in cytotoxic activity of bidara leaves growing in the Bukittinggi and Sijunjung areas using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. Bidara leaves were extracted by maceration using 96% ethanol solvent, resulting in a thick extract of Bukittinggi bidara leaves of 15.3 g with a yield of 3.82% and a thick extract of Sijunjung bidara leaves of 19 g with a yield of 5.42%. In the cytotoxic test, the concentration of the test solution used was 10 ppm, 100 ppm, 1,000 ppm, and 10,000 ppm. The results of the cytotoxic activity test of Bukittinggi bidara leaves and Sijunjung bidara leaves were known to be very toxic, with different LC50 values, the ethanol extract of Bukittinggi bidara leaves had an LC50 value of 151.35 ppm and the ethanol extract of Sijunjung bidara leaves had an LC50 value 128.82 ppm. From the results of this study, it can be concluded that the ethanol extract of Sijunjung bidara leaves is more toxic than the ethanol extract of Bukittinggi bidara leaves