Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA KADER POSYANDU DALAM IMPLEMENTASI PENYULUHAN DENGAN METODE EMO DEMO DI DESA ROKAN KOTO RUANG KABUPATEN ROKAN HULU Andriana; Siska Mulia Sari
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4946

Abstract

Kader mempunyai tugas untuk mengelola pelaksanaan dan pasca pelaksanaan posyandu. Bila kinerja kader kurang maka pelaksanaan posyandu juga akan menjadi tidak lancar dan dapat mengakibatkan status gizi balita tidak dapat terdeteksi secara dini dengan jelas. Kader sangat penting dalam posyandu karena merupakan ujung tombak pelaksanaan posyandu. Adanya ketidaksesuaian capaian dan target posyandu merupakan masalah kesehatan yang penting. Desa Rokan Koto Ruang ada memiliki 6 Posyandu balita, Dengan jumlah kader sedesa ada 36 kader. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Faktor – faktor yang berhubungan dengan kinerja kader posyandu dalam implementasi penyuluhan dengan metode emo demo di Desa Rokan Koto Ruang Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2023. Jenis dalam Penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cros sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader posyandu di Desa Rokan Koto Ruang Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2023, jumlah sampel sebanyak 36 orang kader, pengambilan sampel total sampling. kinerja kader posyandu dalam implementasi penyuluhan dengan metode emo demo di desa rokan koto ruang Adalah 21 responden yang bersikap positif, sebanyak 15 (71,4%) berkinerja baik. sedangkan dari 15 responden yang bersikap negatif 11 (73,3%) berkinerja cukup. Didapat hasil uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95% maka p value = 0,05. artinya tidak ada hubungan pengetahuan (p value= 0,101), Sikap berarti ada hubungan (p value= 0,021), dengan Motivasi (p value = 0,048) artinya ada hubungan dengan kinerja kader posyandu. Disarankan hasil penelitian ini dapat meningkatkan kinerja kader posyandu melalui kegiatan penyuluhan emo demo kegiatan penyegaran, memberi penghargaan dan memberi contoh kepada kader bagaimana seharusnya peran dan fungsi kader.
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU MENYUSUI DI DESA BATANG KUMU KECAMATAN TAMBUSAI TAHUN 2023 Andriana; Aminah SR
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4947

Abstract

ASI adalah kandungan emulsi lemak, protein, laktosa, garam-garaman anorganik yang disekresikan oleh kelenjar mamae ibu, yang berguna sebagai makanan bayi. ASI yang tidak lancar dapat disebabkan oleh beragam faktor, salah satunya karena munculnya perasaan cemas dan stres yang berlebih, sehingga berdampak pada produksi ASI. Berbagai hambatan lainnya yang dihadapi untuk dapat menyusui secara optimal, salah satu yang terbesar adalah kurangnya dukungan bagi orang tua di tempat kerja. Tujuan penelitian ini adalah Mengidentifikasi Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Peningkatan Pengeluaran ASI Pada Ibu Menyusui di Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai Tahun 2023. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pra Eksperiment. Dimana desain penelitian ini menggunakan rancangan pretest and postest without control group. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 orang ibu menyusui, tetapi karena keterbatasan waktu penelitian dan kriteria inklusi dalam penelitian, maka ditentukan sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 responden. Waktu penelitian dilaksanakan pada Februari 2023 sampai bulan April 2023. Dengan menggunakan uji hipotesis T-Test Dependen. Hasil penelitian ada pengaruh yang signifikan dari pijat oksitosin terhadap Pengeluaran ASI pada ibu menyusui di Desa Batang Kumu dimana didapatkan hasil p < 0,05 yaitu p = 0,000. Dari 10 responden ibu menyusui didapatkan nilai mean sebelum Pijat oksitosin adalah 1.20 dengan Standart Deviasi 0,422, dan nilai mean setelah dilakukan pijat oksitosin adalah 2,00 dengan standart deviasi 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini Pemberikan Pijat Oksitosin dalam melancarkan ASI sangat bermanfaat karena selain membantu melancar Pengeluaran ASI juga membantu ibu lebih nyaman dan rileks.
EFEKTIVITAS PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR DI DESA BONCAH KESUMA KECAMATAN KABUN KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2023 heny sepduwiana; Susi Hartati; Andriana; Elvira Junita
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4954

Abstract

Imunisasi merupakan hal yang sangat penting untuk diberikan kepada setiap bayi karena untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Namun masih ada orang tua yang tidak memberikan secara rutin imunisasi pada anak karena kelalaian, kurang dukungan keluarga, kurang pengetahuan dan kesibukan orang tua yang menjadi pengaruh ketidakpatuhan dalam memberikan imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar di Desa Boncah Kesuma Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian metode Pra Eksperimen yang bersifat One Group Pretest Posttest. Sampel dalam Penelitian ini yaitu ibu yang memiliki bayi usia 0-11 bulan di Desa Boncah Kesuma Kecamatan Kabun Rokan Hulu sebanyak 70 responden. Alat ukur Penelitian yang digunakan yaitu lembar kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji t berpasangan (paired test). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian penyuluhan kesehatan tentang imunisasi dasar. Hasil dari uji t berpasangan (paired test) didapatkan nilai p value = 0,0000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan efektif terhadap pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar. Peyuluhan kesehatan efektif terhadap peningkatan pengetahuan responden karena terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pngetahuan sebelum dan sesuadah pemberian penyuluhan tentang imunisasi dasar.