Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Selomerto 1 dan 2 Nadia Fitraningtyas; Danang Tri Yudono; Adiratna Sekar Siwi
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.18 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1102

Abstract

Hipertensi menjadi permasalahan kesehatan mendunia yang disepakati sebagai penyumbang utama penyakit kardiovaskuler. Pada wilayah kerja Puskesmas Selomerto 1 dan 2 terdapat total 6.195 kasus yang mana menjadi Kecamatan dengan penderita Hipertensi tertinggi di Kabupaten Wonosobo. Tujuan penelitian guna mendapat pengetahuan tentang hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan diet penderita hipertensi di Puskesmas Selomerto 1 dan 2 Kabupaten Wonosobo. Metode penelitian yaitu cross sectional. Populasinya keseluruhan pasien prolanis yang mengalami hipertensi di Puskesmas Selomerto 1 dan 2 yaitu sebanyak 97 orang. Teknik penentuan sampel dengan total sampling. Pelaksanaan penelitian pada bulan Oktober 2021 sampai Juli 2022. Analisis data menerapkan uji spearman-rank dan untuk instrument mengaplikasikan kuesioner. Penelitian menunjukkan bahwa responden dukungan keluarga baik sebanyak 63 (64%) dan kepatuhan diet patuh sebanyak 71 (73,2%) responden. Hasil uji spearman-rank didapatkan nilai p-value 0,000 kurang dari < (0,05) dan nilai coefficient correlation (CC) sebesar 0,442. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada penderita hipertensi. Diharapkan perawat atu petugas kesehatan puskesmas dapat memberikan bentuk pendidikan kesehatan tentang penyakit dan perawatan pada pasien hipertensi.
Gambaran Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operatif Menggunakan Anestesi Regional Intra Vena di Ruang Operasi Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung Pura Provinsi Sumatera Utara Asnawi Asnawi; Danang Tri Yudono; Wasis Eko Kurniawan
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.82 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1168

Abstract

Kecemasan masih masalah kesehatan dalam tindakan operasi ditandai dengan perubahan prilaku, tanda vital pasien dalam pre, intra dan post anestesi dan penurunan kesadaran 20-50 % kegelisahan, takut berlebihan, gangguan tidur. Tujuan Penelitian untuk mengetahui seberapa besar tingkat kecemasan responden di Ruang Operasi Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung Pura Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Metode Penelitian Menggunakan metode deskriftif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien pre operatif dengan tekhnik sampling accidental sampling yaitu sebanyak 53 responden. Kuisioner mencakup penilaian tingkat kecemasan dengan menggunakan kuisioner APAIS. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil menunjukkan gambaran karakteristik responden paling banyak berjenis kelamin perempuan berjumlah 35 orang (66%), usia dewasa (20-60 tahun) berjumlah 41 orang (77,4%), pendidikan menengah SMP dan SMA berjumlah 34 orang (64,2%), bekerja (PNS, Swasta, Pensiunan) berjumlah 28 orang (52,8%), jenis operasi sedang berjumlah 29 orang (54,7%), belum mengetahui sumber informasi bejumlah 34 orang (64,2%), belum pernah operasi berjumlah 42 orang (79,2%), dan gambaran tingkat kecemasan responden di Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung Pura Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara berada tingkat kecemasan berat atau panik berjumlah 30 orang (56,6%).
PENGARUH SENAM KAKI TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI POSYANDU LANCAR BAHAGIA DESA GLEMPANG KECAMATAN MAOS KABUPATEN CILACAP Ade Suryana; Adiratna Sekar Siwi; Danang Tri Yudono
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i2.213

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) type 2 is never separated from pain in the feet caused by peripheral neuropathy. An alternative to reduce pain in type 2 DM sufferers is diabetic foot exercise. Diabetic foot exercise is a simple physical exercise that can be applied at any time. Diabetic kako exercise if done regularly can reduce pain intensity to the maximum and can also reduce the risk of osteoporosis. This study aims to determine the effect of foot exercise on pain intensity in patients with type 2 DM. This study used a pre-experimental method with a one group pretest-posttest design approach. Samples were taken with a total sampling of 27 respondents. Respondents came from the experimental group of 27 respondents. The research instruments used were videos, SOPs, Numerical Rating Score (NRS) sheets and observation sheets. The data analysis used in this research is the Wilcoxon test. Data collection was carried out after passing the ethical test. The results showed that there was an effect of diabetic foot exercise on pain intensity in the experimental group with a p-value of 0.000. The conclusion of this study is that diabetic foot exercises are effective in reducing pain intensity in type 2 DM patients.
Efikasi Teknik Relaksasi Benson Pada Skor Nyeri Pasien Acute Myocardial Infarction (AMI) Adiratna Sekar Siwi; Danang Tri Yudono; Septiana Mixvora Sebayang; Awal Tunis
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 7 No. 1 (2023): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v7i1.343

Abstract

The blockage that occurs in the coronary arteries causes blood flow to the heart muscle to stop/obstruct. Acute Myocardial Infarction is life-threatening which is dangerous because of chest pain, collapse, and sudden death. The main symptom of acute myocardial infarction is chest pain that does not go away even after resting. other symptoms that may appear are cold sweats, nausea, vomiting, coughing, palpitations, and dizziness. Relaxation can take the form of deep breathing, guided imagery, dhikr, listening to music, and Benson relaxation. The application of Benson relaxation can be applied to AMI sufferers in reducing the anxiety they feel. This study uses the Pre and post-test approach without control, using a sample of 40 respondents. Sampling by accidental sampling. The statistical test results found a significant difference in the patient's pain score before and after the intervention was carried out (p-value: 0.00). Further research is needed to see the efficacy of this therapy in a larger sample size.
Overview of Stress Levels of Anesthesiology Nursing Study Program Students in Preparing Final Projects at Harapan Bangsa University Putriana Bainjap; Danang Tri Yudono; Amin Susanto
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 2 (2025): International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i2.5567

Abstract

Stress is a common psychological condition that can be experienced by anyone, including students who are preparing their final assignments. Stress in students can be influenced by various internal factors such as the individual's ability to manage time and pressure, as well as external factors such as academic demands and social support. Its impact is very significant on mental health, learning motivation, and the quality of final assignment completion. This study aims to determine the stress levels of students in the Anesthesiology Nursing Study Program at Harapan Bangsa University based on gender and age. The study used a quantitative descriptive method with a cross-sectional approach. The sample consisted of 169 students who were in the final assignment preparation stage. Stress levels were measured using a Guttman scale questionnaire consisting of 23 questions. The results showed that 74 respondents (43.79%) experienced moderate stress, 60 respondents (35.50%) experienced severe stress, 28 respondents (16.57%) experienced mild stress, and only 7 respondents (4.14%) experienced no stress. Based on gender, 20 male respondents (11.83%) experienced moderate stress, while 54 female respondents (31.95%) experienced moderate stress, and 49 (28.99%) experienced severe stress. In terms of age, respondents aged 21 and 22 both experienced moderate stress at 15.38%, while respondents aged 22 also experienced severe stress at 15.38%. Overall, student stress levels tended to be in the moderate to severe category, indicating the need for more systematic psychological attention and intervention.
Gambaran Kejadian Shivering Pasca Spinal Anestesi Berdasarkan Karakteristik Suhu Tubuh Praanestesi dan Suhu Ruang Operasi pada Pasien Bedah Urologi di Rumah Sakit Islam Purwokerto Niti Aliefviya Rosidi; Danang Tri Yudono; Amin Susanto
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v5i2.5551

Abstract

Shivering is a common side effect after spinal anesthesia that can increase oxygen demand, the risk of cardiac complications. This condition is triggered by factors such as body temperature, operating room temperature, and urological surgery-related factors like dehydration, bleeding, and the effects of anesthesia that disrupt thermoregulation, potentially leading to shivering. This study aimed to determine the incidence of shivering after spinal anesthesia based on pre-anesthetic body temperature and operating room temperature characteristics in patients undergoing urological surgery. A descriptive study with a cross-sectional approach was conducted on 41 urological surgery patients selected using quota sampling from a total population of 71 patients. The sample size was calculated using the Slovin formula. The results showed that most patients with pre-anesthetic hypothermia (<36.5°C) did not experience shivering (43.9%), and a similar finding was observed in patients with normal body temperature (36.5–37.5°C), where 24.4% did not experience shivering. Only one patient (2.4%) with hyperthermia experienced grade 2 shivering. In terms of operating room temperature, 63.4% of patients in rooms with temperatures below the ideal range (<18°C) and 4.9% in rooms with ideal temperatures (18–22°C) did not experience shivering. It can be concluded that the majority of patients in this study did not develop shivering after spinal anesthesia, however, 31.8% of them did experience shivering, which requires proper attention and early management. Further studies involving more diverse variables are recommended to explore additional factors that may contribute to the incidence of shivering.  
Gambaran Mual Dan Muntah Pada Pasien Pasca Operasi Dengan Anestesi Umum Pada Bedah Orif Di Rumah Sakit Umum Daerah Koja Jakarta Utara Aslam Amanullah; Danang Tri Yudono; Septian Mixrova Sebayang
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i1.88

Abstract

Pada tindakan bedah ORIF dapat menggunakan anestesi umum dengan kelebihan untuk mendapatkan kenyamanan pada pasiennya. Sebagian besar pasien mengalami pemulihan dari anestesi dan pembedahan tanpa kejadian-kejadian khusus, tetapi ada sebagian kecil yang mengalami komplikasi diantaranya mual dan muntah.Tujuan penelitian untuk mengetahui Mengetahui gambaran mual dan muntah pada pasien pasca anestesi umum pada bedah ORIF berdasarkan karakteristik meliputi usia, jenis kelamin, dan lama durasi operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Koja Jakarta Utara. Metode penelitian ini deskriptif, Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, Pendekatan dalam penelitian ini yaitu pendekatan cross sectional. Insturemen yang digunakan adalah dari lembar kuesioner. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data menggunakan lembar observasi mual dan muntah di ruang pasca anestesi dari 15-60 menit. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan dari bulan Juli sampai dengan bulan Agustus. Sampel penelitian ini berjumlah 55 responden menggunakan total sampling. Lokasi penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Koja. Data dianalisis menggunakan tehnik analisis univariat. Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa ada variasi yang cukup besar dalam usia, jenis kelamin, dan durasi operasi di antara responden. Gejala mual muntah cenderung lebih banyak terjadi pada interval waktu awal (15 menit), dan kemudian menurun secara signifikan pada interval waktu yang lebih lama.
Kombinasi Relaksasi Benson Dan Aromaterapi Peppermint Terhadap Mual Muntah Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Dengan Spinal Anestesi Sindy Amelia; Danang Tri Yudono; Emiliani Elsi Jerau
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.97

Abstract

Operasi caesar melibatkan pembuatan sayatan pada rahim dan dinding perut untuk melahirkan janin Operasi sesar saat ini banyak menggunakan anestesi tulang belakang karena keamanan, biaya rendah, keandalan, kemudahan penerapan, efektivitas langsung, dan kondisi bedah yang baik. Anestesi spinal menyebabkan berbagai efek samping, salah satunya ialah Postoperative Nausea and Vomiting (PONV). Relaksasi Benson sebagai teknik yang dipergunakan untuk meringankan mual pada pasien kanker, menawarkan banyak manfaat seperti meningkatkan ketenangan, meningkatkan kualitas tidur, serta mengurangi rasa khawatir. Penanganan mual serta muntah menggunakan intervensi nonfarmakologis yang efektif, salah satunya dengan memanfaatkan aromaterapi. Penelitian ini menerapkan penelitian kuantitatif dengan memanfaatkan desain pra-eksperimental yang ditandai dengan format pretest-posttest satu kelompok. Temuan penelitian ini mengungkapkan integrasi relaksasi Benson serta aromaterapi peppermint efektif mengurangi mual dan muntah pada pasien pasca operasi caesar. Hasil uji statistik memperlihatkan nilai p-value kurang dari 0,05.
Gambaran Nyeri Tenggorokan Post Intubasi Endotrakeal Tube (ETT) Dan Laringeal Mask Airway (LMA) Dengan Anestesi Umum Di RSUD Cibabat Rayhan Fitra Ramadhan; Danang Tri Yudono; Linda Yanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.104

Abstract

Post–Operative Sore Throat (POST) menjadi salah satu keluhan yang paling sering dilaporkan pasien setelah general anestesi. Insidensi nyeri tenggorokan pasca operasi memiliki angka bervariasi sekitar 14,1%–50% pada pasien yang dilakukan ekstubasi. Tujuan: Mengetahui gambaran nyeri tenggorokan pasca operasi pada pasien yang mengalami anestesi umum dengan intubasi endotrakeal di Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat Cimahi. Metode: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan dengan dengan pendekatan cross sectional. Pada penelitian ini penulis mengambil metode sampling No Random Sampling dengan teknik sampling purposive sampling. Bentuk analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa univariat. Hasil: hasil penelitian ini menunjukan bahwa kejadian nyeri tenggorokan pasca intubasi intubasi ETT didapatkan sebanyak 15 orang tidak mengalami nyeri, 21 orang mengalami nyeri ringan, 7 orang mengalami nyeri sedang, dan 2 orang mengalami nyeri berat. Sedangkan pada intubasi LMA didapatkan 33 orang tidak mengalami nyeri, 10 orang mengalami nyeri ringan, 2 orang mengalami nyeri sedang dan tidak ada yang mengalami nyeri berat. Kesimpulan: Respon nyeri tenggorokan pasca intubasi terbanyak yaitu pada penggunaan endotracheal tube dibandingkan penggunaan laryngeal mask airway
Pengaruh Coloading Cairan Kristaloid Terhadap Perubahan Tekanan Darah Dan Heart Rate Pada Pasien Spinal Anestesi Di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara Nur Fatichahtus Sa'adah; Danang Tri Yudono; Feti Kumala Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.132

Abstract

Anestesi spinal merupakan teknik umum yang efektif yang memiliki risiko komplikasi seperti hipotensi dan bradikardia. Pemberian cairan kristaloid secara coloading adalah salah satu cara untuk mengurangi risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh coloading cairan kristaloid terhadap perubahan tekanan darah dan heart rate pada pasien anestesi spinal di RS Emanuel Banjarnegara. Studi ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest design. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dan didapatkan sampel sebanyak 111 sampel. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret – April. Karakteristik usia sebagian besar responden berusia 26-35 tahun kategori dewasa awal sebanyak 56 responden (50,5%) dengan jenis kelamin yang paling dominan yaitu jenis kelamin Perempuan sebanyak 67 responden (60,4%), status pasien dengan ASA 2 sebanyak 84 responden (75.7%). Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa pemberian coloading cairan kristaloid mencegah terjadinya penurunan tekanan darah (p value 0,000 < 0,05), terjadi kenaikan rata – rata diastolik sebesar 8,73 mmHg dan rata – rata kenaikan sistole sebesar 23,25 mmHg dan terhadap penurunan heart rate (p value 0,000 < 0,05), rata – rata kenaikan heart rate setelah pemberian coloading cairan kriataloid sebesar 11,96 kali per menit pada pasien spinal anestesi di RS Emanuel Banjarnegara. Pemberian coloading efektif dalam menurunkan insidensi kejadian hipotensi dan bradikardi pada pasien spinal anestesi.