Anita Camelia
Staf Pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penilaian Risiko Keselamatan Kerja pada Kegiatan Produksi Lateks Pekat (Konsentrat) di PT Bumi Rambang Kramajaya Gandus Palembang Putri Uswatun Hasanah; A.Fickry Faisya; Anita Camelia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Risiko merupakan sesuatu yang melekat dalam aktivitas. Kegiatan apapun yang dilakukan pasti memiliki potensi risiko. Namun, dengan mengetahui tingkat risiko yang akan terjadi maka risiko tersebut dapat dikendalikan. PT Bumi Rambang Kramajaya memiliki risiko dalam melakukan pekerjaannya sehingga untuk mengurangi tingkat risiko perlu dilakukan penilaian risiko sebagai langkah dalam melakukan manajemen risiko di perusahaan.Metode : Merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pada penelitian ini terdapat 5 informan kunci. Metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi lapangan serta studi kepustakaan.Hasil Penelitian : Menunjukkan bahwa kegiatan produksi lateks pekat dimulai dari penerimaan lateks kebun, pendistribusian lateks kebun ke reception tank, pendistribusian lateks kebun ke separator, proses separating, pendistribusian lateks pekat ke storage tank dan pembekuan skim. Risiko yang terdapat pada kegiatan proses produksi di PT. Bumi Rambang Kramajaya adalah terpeleset, terjatuh, terhirup gas amoniak, terpercik lateks kebun ke tubuh bahkan ke mata, terjatuh dari bak tangki, tertabrak tangki, terjatuh dari ketinggian ± 5 meter, tangki terjatuh, tumpahan lateks, tersengat arus listrik, panas yang berlebihan dari mesin separator, ledakan, terkena putaran bowl yang masih berputar, tertabrak bowl, terkena panas dari bowl. Berdasarkan hasil analisis risiko, setiap risiko tersebut berada pada kategori tinggi, sedang dan rendah.Kesimpulan : Kegiatan produksi lateks pekat (konsentrat) di PT Bumi Rambang Kramajaya memiliki risiko yang tergolong dalam tingkat risiko tinggi sehingga harus dilakukan tindakan pencegahan, risiko yang tergolong dalam tingkat risiko sedang harus dikurangi sampai batas yang diterima dan risiko yang tergolong dalam tingkat risiko rendah tidak diperlukan pengurangan risiko karena penurunan risiko tidak sebanding dengan sumber daya yang digunakan.Kata Kunci : Risiko, Penilaian Risiko, Lateks Peka
Preliminary Hazard Analysis pada Aktivitas Dry Process Pemisahan Bijih Timah dengan Mineral Ikutan di Unit Tinshed PT. Koba Tin Desheil Andarini; Elvi Sunarsih; Anita Camelia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Setiap proses produksi di tempat kerja memiliki potensi bahaya (hazard) yang dapat menyebabkan kecelakaan. Proses produksi di unit tinshed menggunakan teknologi modern dalam penggunaan mesin atau alat produksi yang memiliki potensi bahaya dan berisiko menyebabkan kecelakaan. Informasi mengenai bahaya di unit tinshed masih minim sehingga dibutuhkan analisis mengenai hazard yang berpotensi timbul. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan preliminary hazard analysis pada aktivitas dry process pemisahan bijih timah dengan mineral ikutan di Unit Tinshed PT. Koba Tin.Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber informan dalam penelitian ini berjumlah lima orang ditambah dengan tiga orang informan kunci. Instrumen penelitian ini menggunakan pedoman wawancara, hazard checklist, PHA Worksheet, dan dilakukan telaah dokumen.Hasil : Bahaya teridentifikasi berdasarkan peralatan yang digunakan adalah radiasi dari mineral ikutan, kebisingan, percikan material panas, getaran, kebakaran, petir, terjatuh, bahaya aliran magnet, terjepit, debu material, explosion, stabilitas peralatan terganggu, benda berputar, dan tersengat arus listrik. Bahaya yang memiliki risiko ekstrim adalah kebakaran. Pada tingkatan risiko ekstrim dibutuhkan tindak lanjut alternative pengendalian. Tindak lanjut yang dilakukan adalah dengan melaksanakan prosedur penanggulangan keadaan darurat kebakaran.Kesimpulan : Diperoleh 30 hazard dalam risiko sedang, 11 hazard risiko tinggi, 2 hazard risiko ekstrim dan 1 hazard risiko rendah. Disarankan agar melakukan inspeksi K3 secara rutin, memperhatikan keadaan ventilasi, menerapkan program pengendalian kebisingan, mengadakan training bagi karyawan, memperhatikan safety sign dan keadaan tangga, memperkaya materi safety talk serta dalam pelaksanaan identifikasi bahaya dan penilaian risiko sebaiknya dilakukan oleh orang yang berlatar belakang safety.Kata Kunci : Preliminary Hazard Analysis, Manajemen Risiko, Timah
Hubungan antara Kualitas Bakteriologis Air Sumur Gali dan Faktor Perilaku Ibu dengan Kejadian Diare pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Prabumulih Tahun 2012 Vera Utami; Elvi Sunarsih; Anita Camelia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diare merupakan salah satu penyebab angka kematian dan kesakitan tertinggi pada anak balita. Faktor lingkungan yang berinteraksi dengan faktor perilaku merupakan faktor yang paling dominan yang dapat menyebabkan diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas bakteriologis air sumur gali, konstruksi sumur gali, perilaku ibu pengguna botol susu, penggunaan air bersih, kebiasaan cuci tangan dan perilaku buang air besar dengan kejadian diare pada anak balita.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak balita dan sumur gali yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pasar Prabumulih yang berjumlah 80 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi serta melakukan pengukuran laboratorium kualitas bakteriologis air sumur gali dengan menggunakan metode MPN.Hasil Penelitian: Dari 80 responden terdapat 33 responden (41,2%) yang mengalami kejadian diare. dengan α=0,05 tidak terdapat hubungan antara kebiasaan cuci tangan (p value=0,638), kualitas bakteriologis air (p value = 0,738), dan konstruksi sumur (p value = 0,241) dengan kejadian diare pada anak balita. Terdapat hubungan antara perilaku ibu pengguna botol susu (RP:3,088 CI:1,224-7,794 p value: 0015), penggunaan air bersih (RP:2,829 CI:1,119-7,151 p value: 0,026) dan perilaku buang air besar pada anak balita (RP:3,592 CI:1,286-10,034 p value: 0,012) dengan kejadian diare pada anak balita.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku ibu pengguna botol susu, penggunaan air bersih dan perilaku buang air besar pada anak balita dengan kejadian diare pada anak balita. Kata Kunci: Diare, Perilaku ibu, Kualitas bakteriologis
Analisis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan di Universitas Sriwijaya Kampus Inderalaya Tahun 2013 Hade Septiad; Elvi Sunarsih; Anita Camelia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Keselamatan penghuni yang berada di dalam bangunan dan lingkungannya harus menjadi pertimbangan utama khususnya terhadap bahaya kebakaran. Untuk melindungi dari bahaya kebakaran maka perlu dipenuhi persyaratan teknis sistem proteksi kebakaran.Metode : Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam pemilihan informan menggunakan teknik sampling secara snowball sampling, informan dalam penelitian ini berjumlah tujuh orang dan untuk pemilihan gedung menggunakan purposive sampling.Hasil Penelitian : Sumber air berasal dari kolam retensi dan Water Treatment Proces. Jalan keluar sudah ada tetapi belum ada sign untuk jalan keluar. Pengujian terhadap struktur bangunan tahan api belum dilakukan. APAR hanya terdapat pada gedung rektorat dan laboratorium kimia, hidran dan siemense conection hanya terdapat pada gedung rusunawa, alarm dan detektor terdapat pada bangunan klinik, sedangkan sprinkler belum terdapat sama sekali pada bangunan gedung. Kebijakan tertulis untuk pencegahan dan penanggulangn kebakaran belum ada. Belum terdapat tim atau regu pemadam kebakaran. Pengecekan terhadap system proteksi kebakaran belum dilakukan secara berkala.Kesimpulan : Dalam pemenuhan persyaratan sistem proteksi kebakaran masih banyak yang belum dipenuhi, untuk itu perlu dilengkapi pemenuhan APAR, hidran, alarm, detektor, sprinkler serta dilakukan pengecekan secara berkala serta pembentukan kembali tim atau regu pemadam kebakaran.Kata kunci : Sistem Proteksi Kebakaran, Bangunan gedung, Lingkungan.
Faktor Risiko Fisik dan Pekerjaan terhadap Keluhan Low Back Pain pada Pekerja Pembuat Genteng di Desa Gedung Rejo BK. 9 OKU Timur Anita Agustina; Anita Camelia; Hamzah Hasyim
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pembuatan Genteng yang dilakukan secara manual dapat berisiko Low back pain. LBP merupakan keluhan yang paling banyak dijumpai pada pekerja khususnya pada kegiatan mengangkat yang masih dilakukan secara manual dan bekerja dengan posisi tubuh yang salah. Keluhan LBP dapat disebabkan beberapa faktor diantaranya faktor risiko fisik dan pekerjaan.Metode : Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan disain cross sectional yang dilakukan pada 91pembuat genteng di desa Gedung Rejo BK.9 OKU Timur. pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan juga melakukan tes Lasegue untuk mendukung diagnose LBP. Pengolahan data menggunakan SPSS dengan melakukan analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dan photovoice.Hasil Penelitian : Dari 91 responden terdapat 67 (73,6%) pekerja yang mengalami keluhan LBP, dan 24 (26,4%) pekerja tidak ada keluhan LBP. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara umur dengan keluhan LBP (ρ value = 0,015), postur membuat genteng ρ value = 0,002), postur mengangkat (ρ value = 0,023), berat beban yang diangkat (ρ value = 0,001), masa kerja (0,0001), dan frekuensi ( dengan keluhan LBP. Tidak ada hubungan antara jenis Kelamin (ρ value = 0,116), obesitas (ρ value = 0,152), dan waktu istirahat (ρ value = 0,697) dengan keluhan LBP.Kesimpulan : Terdapat Hubungan bermakna antara Umur, Postur kerja membuat genteng, postur kerja mengangkat genteng, Berat beban yang diangkat, masa kerja dan Frekuensi angkat dengan keluhan LBP.Kata Kunci : Low back pain, faktor risiko fisik, pekerjaan, mengangkat.
Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Operator Pabrik Gula PT.PN VII Cinta Manis Tahun 2013 Dewi Gurusinga; Anita Camelia; Imelda G Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan terhadap 18 operator pabrik gula di PT.PN VII Cinta Manis diperoleh hasil bahwa 83,33% operator mengalami kelelahan kerja. Kelelahan tersebut memungkinkan terjadinya kecelakaan kerja, sehingga untuk mencegah hal ini penting diketahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kelelahan kerja.Metode: Menggunakan desain potong lintang (cross sectional). Sampel penelitian sebanyak 63 operator dari total 138 operator. Uji statistik menggunakan Chi Square untuk melihat adanya hubungan antara variable independen (usia, masa kerja, riwayat penyakit, status gizi, kebisingan, suhu, dan shift kerja) dengan variable dependen (kelelahan) dan uji regresi logistik untuk melihat faktor yang paling berhubungan dengan kelelahan.Hasil Penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan sebagian besar operator mengalami kelelahan kerja yaitu 71,4%. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa kebisingan (p value = 0,008), suhu (p value = 0,001), shift kerja (p value = 0,048) memiliki hubungan dengan kelelahan kerja. Hasil uji chi square juga menunjukkan bahwa usia (p value = 0,599 ), masa kerja (p value = 0,535), status gizi (p value = 1.000), riwayat penyakit (p value = 0,195), tidak memiliki hubungan dengan kelelahan kerja. sedangkan hasil uji regresi logistic menunjukkan bahwa shift kerja adalah faktor yang paling berhubungan dengan kelelahan kerja (RP = 11,900).Kesimpulan: Variabel yang berhubungan dengan kelelahan kerja adalah kebisingan, suhu dan shift kerja.Variabel yang tidak berhubungan dengan kelelahan kerja adalah umur, masa kerja, status gizi, dan riwayat penyakit. Faktor yang paling berhubungan dengan kelelahan kerja adalah shift kerja.Kata Kunci: Operator, kelelahan, faktor-faktor