Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

THE RELATIONSHIP OF SELF COMPASSION AND RESILIENCE IN FINAL LEVEL STUDENTS AT THE FACULTY OF HEALTH SCIENCES AS-SYAFI'IYAH ISLAMIC UNIVERSITY Ambarwati Dia Permatasari; Zuhriya Meilita
Afiat Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v8i1.1065

Abstract

Final year students are required to write a thesis, when compiling a thesis they are faced with various obstacles and difficulties that can make students depressed so that it has an impact on students' psychology, therefore resilience is needed. Resilience is a person's ability to rise, endure, adapt to difficult conditions. Resilience is influenced by self-acceptance and being kind to oneself or what is called self-compassion. The purpose of the study was to determine the relationship between self- compassion and resilience in final year students at the Faculty of Health Sciences, As-Syafi'iyah Islamic University. The research method is descriptive correlation with cross sectional design. The sample in this study is purposive sampling with a total of 50 samples. Data collection by using a questionnaire. The data analysis technique used univariate (%) and bivariate using chi-square (X2) to see the relationship between self-compassion and resilience in final year students. The result of this research is the p value of Asym. Sig. (2-sided) Chi-Square obtained p value Asym. Sig. (2- sided) = 0.041 this value is smaller than = 5% (0.05), then H0 is rejected, students have high self- esteem (36.0%) and high resilience (38.0%). The conclusion is that there is a relationship between self-compassion and resilience in final year students at the Faculty of Health Sciences, As-Syafi'iyah Islamic University. The researcher's suggestion is that final year students can maintain their self- compassion and resilience by discussing with friends, praying to Allah SWT, motivating themselves, getting up and accepting yourself in difficult circumstances.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Skizofrenia di Poliklinik Psikiatri Rumah Sakit X Zuhriya Meilita; Devi Fitriyani
Afiat Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v7i1.2141

Abstract

Mental disorders are one of the four main health problems in developed and developing countries. Cases of mental disorders in Indonesia have increased, it can be seen from the increase in the prevalence of households with ODGJ in Indonesia. An increase per 1000 households there are 7 households that have family members with ODGJ. The purpose of the study was to determine the relationship between family support and medication adherence in schizophrenic patients at the in Psychiatry Polyclinic X. The research method used is descriptive correlation with cross sectional approach. The total population is 257 people. The sample was taken using the Slovin formula with the respondent search technique using purposive sampling. Collecting data using a questionnaire. The analysis used univariate and bivariate using chi-square with α = 5 %. The results of the study on family support for schizophrenic patients at the Psychiatric Polyclinic X from 72 respondents, it was found that most of the respondents had poor family support, namely 37 respondents (51.4%). Based on the results of the analysis using chi-square, it was found that the value of ρ Value = 0,000 < 0,05 so that H0 was rejected and H1 was accepted. The conclusion is that there is a relationship between family support and medication adherence in schizophrenia patients at the Psychiatry Polyclinic X.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI’IYAH JAKARTA TIMUR TAHUN 2021 Devita Miliandani; Zuhriya Meilita
Afiat Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v7i1.2142

Abstract

At the end of the lecture period, final year students must complete academic requirements, one of which is writing a thesis. Not infrequently during the thesis preparation process, final year students experience several obstacles and demands. Constraints and demands faced by final year students can be a stressor. This can cause final year students to easily experience stress. Stress can disrupt the body's balance with stress sufferers. One of the body balances that are disturbed due to stress is the body's physiology related to food intake which can affect the nutritional status of students. The purpose of this study was to determine the relationship between stress levels and nutritional status in final year students at the Faculty of Health Sciences, As-Syafi'iyah Islamic University. Methods this study used a descriptive correlative, amount of population at this research is counted 103 students. Samples taken by proportional sampling technique of 79 students. But in this study, only 57 respondents were conducted because the other 22 respondents did not meet the specified inclusion criteria. The analysis used univariate and bivariate using chi-square. Result showed the results of the Chi-Square analysis, the P value = 0.024 ≤ 0.05. Conclusion there is a significant relationship between stress levels and the nutritional status of final year students of FIKes UIA Jakarta. Suggestions for final year students of FIKes UIA are suggested to be able to increase knowledge about stress coping strategies in order to cope with stressors well.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ANAK TENTANG KESEHATAN GIGI DENGAN PERILAKU PERAWATAN GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH 10-12 TAHUN DI KELURAHAN JATIASIH KOTA BEKASI Yuli Gestina; Zuhriya Meilita
Afiat Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v6i1.2525

Abstract

Pendahuluan prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut terus meningkat setiap tahunnya. Anak usia sekolah merupakan kelompok yang rentan terhadap kesehatan gigi dan mulut karena pada usia 6-12 tahun terjadi peralihan/pergantian gigi, yaitu gigi susu/sulung ke gigi permanen/tetap. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan anak tentang kesehatan gigi dengan perilaku perawatan gigi pada anak usia sekolah 10-12 tahun di kelurahan Jatiasih Kota Bekasi. Metode Penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 1.535 orang. Sampel diambil dengan tekhnik purposive sampling sebanyak 94 orang. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan chi-square dengan α=5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan anak tentang kesehatan gigi dengan perilaku perawatan gigi pada anak usia sekolah 10-12 tahun (nilai p value = 0,006). Simpulan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan anak tentang kesehatan gigi dengan perilaku perawatan gigi pada anak usia sekolah 10-12 tahun. Saran Puskesmas dan posyandu di wilayah Kelurahan Jatiasih sebaiknya mengadakan secara rutin pemeriksaan gigi enam bulan sekali pada anak usia sekolah di instansi pendidikan dan mengadakan program penyuluhan kesehatan gigi bagi anak usia sekolah secara berkala.
PENGARUH TERAPI MUROTTAL SURAT AR-RAHMAN TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI POSYANDU SEDAP MALAM DUA JATI CEMPAKA PONDOK GEDE BEKASI Zuhriya Meilita
Afiat Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v9i1.2772

Abstract

Memasuki usia tua fungsi fisiologis menurun, sehingga tubuh mengalami kerentanan terhadap berbagai penyakit. Salah satu penyakit yang paling populer di kalangan lanjut usia yakni tekanan darah tinggi (hipertensi). Penatalaksanaan non farmakologi untuk menurunkan stres dan meningkatkan perasaan rileks pada lansia hipertensi yang mempengaruhi tekanan darah, yaitu dengan relaksasi, mengaji, maupun terapi murottal surat Ar-Rahman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi murottal surat Ar-Rahman terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Posyandu Sedap Malam Dua Jti Cempaka Pondok Gede Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre Eksperimen dengan pendekatan one group pre test-post test design. Penelitian ini diikuti oleh 30 responden dengan hipertensi. Pengumpulan data dengan mengukur tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan terapi murottal surat Ar-Rahman sebanyak 7 kali dalam 1 minggu. Hasil penelitian analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Samples T-Test. Hasil penelitian munujukkan rata-rata tekanan sistol dan diastol sebelum terapi murottal surat Ar-Rahman adalah sistol 148,33 mmHg dan diastol 90,73 mmHg, sesudah terapi murottal surat Ar-Rahman adalah sistol 123,00 mmHg dan diastol 77,53 mmHg. Hasil uji Paired Samples T-Test menunjukkan tekanan darah sistol dan diastol nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05. Simpulan penelitian ini ada pengaruh antara penerapan terapi murottal surat ar-rahman terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Posyandu Sedap Malam 2 Jati Cempaka Pondok Gede Bekasi. Saran untuk peneliti selanjutnya agar hasil penurunan tekanan darah lebih valid dapat menambahkan kelompok kontrol dan alat terkalibrasi dengan akurat. Kata kunci : Hipertensi, Lansia, Surat Ar-Rahman, Terapi Murottal.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN EMOSIONAL ANAK USIA PRSEKOLAH (4 -6 TAHUN) DI TK NEGERI PENGGILINGAN JAKARTA TIMUR Salvirah Eko Wahyuni; Zuhriya Meilita
Afiat Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v9i2.3463

Abstract

Perkembangan emosional pada anak merupakan bentuk komunikasi perasaan anak sehingga perlu mendapatkan stimulasi yang baik agar tidak menimbulkan ketegangan emosi seperti anak sulit bergaul, hiperaktif, tantrum, mudah menangis, dan memiliki perilaku agresif sehingga berakibat pada mental di masa anak, remaja hingga dewasa kelak. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan emosional anak adalah pola asuh orang tua yang mencangkup pola asuh demokratis, otoriter dan permisif. Metode Penelitian deskriptif korelatif dengan teknik probability sampling dengan metode total sampling. Jumlah sampel 60 orang tua di TK Negeri Penggilingan Jakarta Timur. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan chi-square a= 5% . Hasil penelitian Orang tua anak di TK Negeri Penggilingan Jakarta Timur menerapkan pola asuh demokratis 41 (68,3%), otoriter 14 (23,3%) dan permisif 5 (8,3%). Perkembangan emosional anak 37 (61,7%) anak dalam kategori normal, 18 (30%) anak dalam kategori borderline dan 5 (8,3%) anak dalam kategori abnormal. Hasil chi-square didapatkan nilai Asymp.Sig (2-sided) sebesar 0.000 (p<5%). Simpulan terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan emosional anak yang kuat dengan nilai keeratan 0,768. Saran diharapkan adanya kerjasama oleh TK Negeri Penggilingan dalam memberikan penyuluhan kepada orang tua mengenai pola asuh yang tepat guna menunjang perkembangan emosional anak agar dapat berkembang dengan baik.
EFEKTIFITAS TERAPI KOGNITIF PERILAKU TERHADAP PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA SMPN KOTA BEKASI Zuhriya Meilita; seniwati seni
Afiat Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4345

Abstract

Maraknya tindakan bullying yang terjadi di lingkungan sekolah saat ini sudah sangat memprihatinkan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sepanjang tahun 2016-2020, prevalensi kasus pengaduan anak berdasarkan klaster perlindungan anak pada komponen anak menjadi korban bullying sejumlah 480 anak dan anak sebagai pelaku bullying terdapat sekitar 437 anak. Bullying dapat menimbulkan efek yang negatif terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan anak. Dampak negatif dari bullying pada anak yang menjadi pelaku atau korban terdiri atas kecemasan, depresi, bahkan risiko bunuh diri. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mencegah bullying adalah dengan terapi kognitif perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi kognitif perilaku terhadap pencegahan perilaku bullying. Jenis penelitian ini experimental research, dengan desain two groups independent sample t test, dengan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Populasi penelitian Siswa SMPN Kota Bekasi, teknik pengambilan sampel dengan jumlah 78 responden dengan simple random sampling. Intervensi yang diberikan adalah latihan kognitif perilaku dengan 3 sesi selama 30 – 45 menit. Alat pengumpulan data adalah adolescent peer relationship instruments. Hasil penelitian analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Samples T-Test. Hasil penelitian munujukkan rata-rata perilaku bullying pada kelompok intervensi sebelum diberikan terapi kognitif perilaku adalah 29,63, sesudah diberikan terapi perilaku kognitif adalah 22,50. Pada kelompok kontrol, rata-rata perilaku bullying sebelum intervensi adalah 24,05 dan rata rata perilaku bullying setelah intervensi 24,24. Hasil uji man whitney T test menunjukkan adanya perbedaan kelompok kontrol dan intevensi setelah diberikan terapi kognitif perilaku dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,036 < 0,05. Simpulan penelitian ini adanya efektifitas terapi perilaku kognitif terhadap perubahan perilaku bullying pada siswa SMPN Kota Bekasi. Saran untuk pihak sekolah teruma bagian Bimbingan Konseling (BK) bisa menerapkan terapi perilaku kognitif untuk mencegah terjadinya perilaku bullying
IMPLEMENTASI SCREENING KESEHATAN (CEK TEKANAN DARAH, KADAR KOLESTEROL, ASAM URAT, GULA DARAH DAN LINGKAR PERUT) UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) PADA KARYAWAN UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI’IYAH sukmalara, dini; Fatimah, Siti; Sumarno, Agus; Idris, Muhammad; Pijiharti, Imelda; Agustin, Marini; Meilita, Zuhriya
The IMPACT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Islam As-Syafiiyah Vol 1 No 1 (2024): The IMPACT. Vol 1 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/the impact.v1i1.3307

Abstract

ABSTRACT According to the Ministry of Health in 2016, around 71 percent of the causes of death in the world are non-communicable diseases (NCDs) which kill 36 million people per year. About 80 percent of these deaths occur in middle- and low-income countries. 73% of deaths are currently caused by NCDs, 35% of which are due to heart and blood vessel diseases, 12% by cancer, 6% by chronic respiratory diseases, 6% due to diabetes, and 15% are caused by other NCDs. One preventive measure that can be taken is to carry out early detection and early follow-up of NCDs risk factors. Objective: Increase public health understanding and peace of mind (especially UIA employees) regarding the prevention of NCDs by conducting health screening, early detection of NCDs prevention and monitoring of risk factors for major non-communicable diseases NCDs, including smoking, unhealthy eating patterns, lack of physical activity, obesity, stress, consumption of alcoholic beverages, hypertension, hyperglycemia, hypercholesterolemia, and excess urate levels. The method used is univariate analysis to look at the results of the NCDs screening, the population of UIA employees by taking a sample of the total population. The results of employees suffering from hypertension were 53%, overweight and obese 54%, high cholesterol levels in the blood 64%, suffering from diabetes mellitus 24% and high uric acid levels in the blood 20%. The conclusion is that the high rates of hypertension, overweight and obesity as well as blood cholesterol levels of more than 50% indicate that there is an unhealthy and unhealthy lifestyle among UIA employees. Suggestions are expected from UIA employees to change their lifestyle to be healthier, carry out preventive efforts and further consultation and control with health services for curative efforts in preventing NCDs.
COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY TERHADAP HARGA DIRI REMAJA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) Zuhriya Meilita; Imelda Pujiharti; Siti Rafingah
Afiat Vol 4 No 02 (2018): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v4i02.709

Abstract

Kenakalan remaja berupa tindak kriminal dapat membawa remaja berhadapan denganhukum. Remaja yang berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) mengalami masalahpsikososial, merasakan perubahan hidup, kehilangan kebebasan, kesepian karena terpisah dari orang tuadan keluarga tercinta. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh cognitive behavior therapyterhadap harga diri remaja di LPKA. Metode Penelitian Desain Quasy Experimental Pre-Post TestWith Control Group. Jumlah sampel terdiri dari 38 kelompok intervensi dan 38 kelompok kontrol.Instrumen pengukuran harga diri menggunakan kueisoner CSEI (Coopersmith Self Esteem Inventory).Hasil penelitian menunjukkan terdapatnya perbedaaan harga diri remaja pada kelompok intervensisebelum dan setelah diberikan intervensi cognitive behavior therapy ( nilai p value= 0,000), dan terjadinyasebanyak 7% peningkatan harga diri pada kelompok intervensi sebelum dan setelah intervensi. SimpulanPemberian cognitive behavior therapy mengatasi masalah psikososial pada remaja di LPKA dandiharapkan terapi ini dapat diaplikasikan oleh perawat yang ada di LPKA. Saran Perawat kesehatan jiwamelakukan penyegaran kepada perawat atau petugas di lapas berupa pelatihan untuk kesehatan jiwa padanarapidana remaja di lapas. Pihak Lembaga Pembinaan Khusus Anak dapat melaksanakan bimbingankonseling yang intensif terhadap narapidana remaja
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE DENGAN TANDATANDA DIARE PADA ANAK USIA SEKOLAH (6-12 TAHUN) DI LINGKUNGAN RW 03 KELURAHAN CIPINANG MUARA Riya Dissyifa; Zuhriya Meilita; Imelda Pujiharti
Afiat Vol 5 No 01 (2019): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v5i01.720

Abstract

di Indonesia Diare menjadi penyebab utama kematian (15-34%) dari semuapenyebab kematian. tiap anak mengalami diare 2-8 kali setiap tahunnya dengan rata-rata 3,3 kali.Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang diare dengan tanda-tandadiare pada anak usia sekolah (6-12 tahun) di lingkungan RW 03 Kelurahan Cipinang MuaraJakarta Timur. Metode Penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan crosssectional. Populasi adalah ibu yang memiliki anak usia sekolah 90 orang dengan usia dimulai dariumur kurang dari 21 tahun sampai umur lebih dari 35 tahun. Teknik pengambilan sampelmenggunakan Purposive Sampling sampel diambil 73 orang. Hasil penelitian nilai chi-square (χ2)= 20,926 nilai ini lebih besar dari χ2 tabel (χ2 dengan α = 5% dan derajat bebas = 1 atau χ20,05(1) =3,841), nilai p (Asymp. Sig (2-sided)) = 0,000, nilai ini lebih kecil dari α = 5%, maka hipotesis nolditolak. Simpulan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan tanda-tanda diare pada anakusia Sekolah Dasar (6-12 tahun) di lingkungan RW 03 Kelurahan Cipinang Muara. Saran bagitenaga kesehatan melaksanakan penyuluhan kesehatan masyarakat diharapakan setiap 1 bulansekali khususnya mengenai penyakit diare, tanda-tanda dan penanggulangannya