p-Index From 2021 - 2026
1.066
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal AFIAT
Siti Rafingah
Universitas Islam As-syafiiyah

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI RW 04 KRANGGAN KOTA BEKASI 2021 Siti Rafingah; seniwati seniwati
Afiat Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v8i2.2147

Abstract

Masa remaja merupakan masa trasisi dari anak-anak menuju dewasa baik dari segi fisik maupun psikologis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran atau hubungan konformitas teman sebaya dengan perilaku merokok di RW 04 Kranggan kota Bekasi. Metode penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross- sectional. Jumlah populasi sebanyak 90 orang. Sampel diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitiam menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan Chi-square α=5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 responden (11,1%) termasuk kedalam konformitas tinggi, 71 responden (78,9) termasuk kedalam konformitas sedang, 9 responden (10,0) termasuk kedalam konformitas rendah dan terdapat 10 responden (11,1) termasuk kedalam perilaku merokok berat, 69 responden (76,7%) termasuk kedalam perilaku merokok sedang, 11 responden (12,2%) termasuk kedalam perilaku merokok ringan. hasil analisis diperoleh nilai Chi-square didapatkan nilai p Value 0,001 ≤ 0.05. Simpulan ada hubungan yang signifikan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku merokok remaja di RW 04 Kranggan kota Bekasi. Saran untuk remaja hendaknya remaja memilih musik atau bernyanyi ketika rasa bosan sedang muncul, membiasakan ketika selesai makan dengan makan yang bergizi seperti buah-buahan dan remaja memilih teman dan lingkungan dalam bergaul yang baik sehingga remaja satu sama lain tidak menggap bahwa merokok adalah bentuk kesetiakawanan terhadap teman.
FACTORS RELATED TO COMPLIANCE WITH THE IMPLEMENTATION OF COVID-19 VACCINATION AT THE AGE OF 18 TO 78 YEARS IN SETIA ASIH V ILLAGE, TARUMAJAYA DISTRICT, BEKASI REGENCY Jihan Musliha; Siti Rafingah
Afiat Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v8i1.2493

Abstract

The increase in the corona virus in Indonesia has made the Government issue policy efforts to accelerate tackling Covid-19, the policy is vaccination. The government requires the public to be vaccinated in both doses, one, two, and booster, the factors that influence people's compliance to follow the vaccine one of which is knowledge in this case compliance plays an important role to reduce mortality and excessive nursing. The purpose of the study was to find out the factors related to compliance with Covid-19 vaccination in rt.01/rw.011 at the age of 18 to 78 years in the village of Setia Asih, Tarumajaya sub-district, Bekasi district. Correlative descriptive research method with a cross sectional approach the population in this study was 225 respondents, the sample was taken by purposive sampling technique as many as 144 respondents. The analysis used univariate and bivariate using chi-square with a = 5%. The results showed that the occupation was p0.001 <0.05, and knowledge was p0.015 <0.05. The conclusions of this study have a relationship between work and knowledge with Covid-19 vaccination compliance, while gender, age and education factors have no relationship with Covid-19 vaccination compliance in Rt. People who have not carried out the second dose or booster vaccination, are expected to continue to follow the Covid-19 vaccination to maintain immunity against the transmission of a disease.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN HEMODIALISIS Siti Rafingah; Suratmi Suratmi; Istiqomah Istiqomah
Afiat Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4371

Abstract

Insiden CKD meningkat setiap tahun dan menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Indonesian Renal Registry (IRR) melaporkan bahwa pada tahun 2018 sebanyak 36.975 jumlah penderita gagal ginjal kronik yang menjalani dialysis. Hasil studi systematic review dan meta analisis Hills dkk(2016 )menunjukkan 13,4% penduduk dunia menderita CKD. Masalah utama pada pasien yang menjalani hemodialisis adalah kepatuhan dalam pembatasan asupan cairan yang dimanifestasikan dengan penambahan berat badan diantara dua waktu dialisis. Ada banyak faktor yang menyebabkan rendahnya kepatuhan pasien dialysis dalam restriksi konsumsi cairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi umur, Jenis Kelamin dan Pendidikan dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD dengan menggunakan metode descriptive corelative dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling sebanyak 106 responden. Analisis univariat dengan mayoritas dalam kategori umur dewasa madya (41-60 th) sebanyak 70 orang (66%), Jenis kelamin laki-laki 61 (57%), Pendidikan SMA 48 (45.3%). Uji Chi Square dengan nilai p value Umur : 0,013, Jenis kelamin 0,046 dan Pendidikan 0,196. Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan umur, jenis kelamin dengan kepatuhan pembatasan cairan, sedangkan Pendidikan tidak berhubungan ( p value 0,196 > α 0,05.
COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY TERHADAP HARGA DIRI REMAJA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) Zuhriya Meilita; Imelda Pujiharti; Siti Rafingah
Afiat Vol 4 No 02 (2018): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v4i02.709

Abstract

Kenakalan remaja berupa tindak kriminal dapat membawa remaja berhadapan denganhukum. Remaja yang berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) mengalami masalahpsikososial, merasakan perubahan hidup, kehilangan kebebasan, kesepian karena terpisah dari orang tuadan keluarga tercinta. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh cognitive behavior therapyterhadap harga diri remaja di LPKA. Metode Penelitian Desain Quasy Experimental Pre-Post TestWith Control Group. Jumlah sampel terdiri dari 38 kelompok intervensi dan 38 kelompok kontrol.Instrumen pengukuran harga diri menggunakan kueisoner CSEI (Coopersmith Self Esteem Inventory).Hasil penelitian menunjukkan terdapatnya perbedaaan harga diri remaja pada kelompok intervensisebelum dan setelah diberikan intervensi cognitive behavior therapy ( nilai p value= 0,000), dan terjadinyasebanyak 7% peningkatan harga diri pada kelompok intervensi sebelum dan setelah intervensi. SimpulanPemberian cognitive behavior therapy mengatasi masalah psikososial pada remaja di LPKA dandiharapkan terapi ini dapat diaplikasikan oleh perawat yang ada di LPKA. Saran Perawat kesehatan jiwamelakukan penyegaran kepada perawat atau petugas di lapas berupa pelatihan untuk kesehatan jiwa padanarapidana remaja di lapas. Pihak Lembaga Pembinaan Khusus Anak dapat melaksanakan bimbingankonseling yang intensif terhadap narapidana remaja
PERANAN KODE ETIK PROFESI KEPERAWATAN DAN KOMPETENSI PRAKTIK DALAM PANDANGAN HUKUM TAHUN 2020 Tien Partinah; Zuhriya Meilita; Noviyanti Noviyanti; Siti Rafingah
Afiat Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v6i1.2517

Abstract

Kesehatan adalah salah satu indikator kesejahteraan bangsa yang tercantum dalam Pembukaan Undang-undang Dasar RI Tahun 1945. Untuk mewujudkannya, diperlukan sumber daya manusia kesehatan, termasuk perawat yang harus profesional, yaitu yang memiliki standar profesi terdiri dari kode etik, pengetahuan, dan kompetensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemahaman perawat tentang kode etik dan kecenderungan perawat melanggar hukum saat melakukan tindakan keperawatan. Metode peneltian: Menggunakan deskriptif kuantitatif korelatif dengan pendekatan cross-sectional, serta sampel berjumlah 38 mahasiswa. Instrumen memakai kuesioner. Analisis data memakai univariat (%) dan bivariat dengan uji Chi-square (α = 5%). Hasil penelitian: Pemahaman mahasiswa tentang kode etik yang baik sebanyak 55,3% dan yang memiliki kompetensi sebanyak 55,3%, nilai Chi-square adalah 8,215 > 3,841, serta nilai odd ratio 7,680. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pemahaman kode etik dengan kompetensi praktik. Perawat yang mahir praktik akan lebih paham kode etik 7,68 kali dibandingkan perawat yang tidak mahir. Saran: Tingkatkan kompetensi dan kode etik profesi melalui jalur pendidikan yang lebih tinggi dari pendidikan sarjana.
ANALISIS HUBUNGAN KADAR HBA1C DENGAN DERAJAT STENOSIS CORONARY PADA PASIEN CORONARY ARTERY DISEASE DI RUMAH SAKIT JANTUNG BINAWALUYA Agus Sumarno; Siti Rafingah; Hana Silvia
Afiat Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v11i1.4660

Abstract

Abstract: Coronary Artery Disease (CAD) merupakan salah satu penyakit dari Cardiovascular diseases (CVDs) sebagai penyebab terbanyak kematian didunia, pada tahun 2019 diperkirakan sebanyak 17,9 juta jiwa meninggal karena CVDs. Diabetes dan dyslipidemia merupakan salah satu factor risiko dari CAD. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan antara kadar HbA1c dengan derajat stenosis pada pasien CAD di Rumah Sakit Jantung Binawaluya. Metode penelitian deskriptif korelasi dengan rancangan Cross Sectional. Jumlah Populasi target sebanyak 250 dan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 84 responden. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan α=5%. Hasil penelitian menunjukkan jumlah responden yang diperiksa HbA1c sebanyak 45,2% dengan kategori diabetus, sedangkan derajat stenosis parah berjumlah 57,1%. Berdasarkan tabel silang yang memiliki kadar HbA1c dikategorikan diabetes dengan stenosis derajat parah berjumlah 68,4% . Hasil uji Chi-Square pada hubungan HbA1c dengan derajat stenosis pada pasien CAD hasil Pvalue (Asymp.Sig.) sebesar 0,04 (p<5%), maka hipotesis H0 ditolak. Simpulan terdapat hubungan kadar HbA1c dengan derajat stenosis pada pasien CAD. Saran perlu diadakan edukasi untuk mengendalikan factor risiko pada pasien CAD khususnya kadar Hba1c agar tidak memperparah derajat stenosis