Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REMEDIASI KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MENGGUNAKAN STRATEGI HEURISTIK POLYA BERBANTUAN LKS DI SMP Apriani, Nurlia; Tandililing, Edy; ., Syukran
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 12 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.406 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mencobakan penggunaan strategi heuristik Polya berbantuan LKS dalam meremediasi siswa kelas VIII yang mengalami kesalahan menyelesaikan soal pada materi cermin. Bentuk penelitian berupa Pre-Experimental Design dengan rancangan One Group Pretest-Postest Design. Siswa yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII C yang mengikuti seluruh kegiatan remediasi (28 orang). Hasil pre-test dan post-test dibandingkan untuk melihat profil langkah heuristik Polya dalam menyelesaikan soal. Hasil penelitian menunjukan terdapat peningkatan dalam penggunaan langkah heurisitik Polya sehingga mampu menurunkan jumlah kesalahan siswa. Penurunan kesalahan siswa dihitung menggunakan uji Wilcoxon yang menunjukan penurunan kesalahan yang signifikan (Zhiung = -4,58 dengan  = 5%; dk = 1; Ztabel = 1,645). Sedangkan efektifitas penggunaan strategi heuristik Polya dihitung dengan proporsi dengan tingkat efektifitas sedang (0,35). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan lagi untuk meningkatkan efektifitas remediasi. Kata kunci : Remediasi kesalahan siswa, heuristik Polya, LKS, cermin Abstract: This study aims to try out the application of Polya?s heuristic strategy aided with students? worksheet to remediate eighth grade students who experienced the error in solving problems on the material about mirror. The form of this research is Pre-Experimental with One Group Pretest-Posttest Design. The participants are all students of class VIII C who get involved in all remediation activities (28 students). The results of pre-test and post-test are compared to see the profile of Polya?s heuristic steps in solving the problem. The results show that there is an increase in the use of Polya?s heurisitic steps thus decreasing the number of students' mistakes. The decline in students' mistakes is calculated by using the Wilcoxon test which shows a significant reduction in errors (Zhiung = -4.58 with ? = 5%; dk = 1; Ztabel = 1.645). While the effectiveness of the use of Polya?s heuristic strategies is calculated by proportion with the level of effectiveness is moderate (0.35). The results of this study are expected to be developed further to improve the effectiveness of remediation. Keywords: Remediation of students? mistakes, Polya?s heuristic, Students? worksheet, mirror
HUBUNGAN KETERAMPILAN MATEMATIKA DENGAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL FISIKA TERHADAP MISKONSEPSI SISWA PADA IMPULS MOMENTUM Rhahim, Ervina; Tandililing, Edy; ., Syukran
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.143 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan keterampilan matematika dengan kemampuan menyelesaikan soal fisika terhadap miskonsepsi siswa pada materi impuls momentum. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif korelasi. Sampel penelitian ini adalah 25 siswa. Instrumen penelitian yang dibuat berupa 5 soal esai mencakup tumbukan lenting sempurna dan tumbukan tidak lenting sama sekali. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan matematika dengan kemampuan menyelesaikan soal fisika dengan besar koefisien korelasi 0,9041 termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa apabila keterampilan matematika tinggi maka kemampuan menyelesaikan soalnya tinggi pula. Beberapa siswa yang memiliki keterampilan matematika tinggi tetapi kemampuan menyelesaikan soalnya rendah. Hal ini disebabkan siswa mengalami miskonsepsi berupa kesalahan fisis dan matematis, dengan besar kesalahan fisis dan matematis masing-masing sebesar 75% dan 65%. Kata kunci: Keterampilan Matematika, Miskonsepsi, Impuls Momentum Abstract: The purpose of this research is to determine the relationship between mathematics skill with the ability to solve physics problems to students misconception about impuls and momentum. Method of the research is descriptive correlation. The sample are 25 students. The instrument used 5 essay about elastic collision and inelastic collision. The data showed that mathematics skill and ability to solve physics problem have a significant relationship with a correlation coefficient 0,9041 that included in the high category. It shows someone that have high mathematics skills, the ability to solve problem be high too. There are some students that have high mathematics skill but the ability to solve problem is low. This is because the student have misconception there are physical and mathematical errors with each of these errors by 75% and 65%. Keywords: Mathematics Skill, Misconception, Impuls Momentum
PELATIHAN PENINGKATAN KETRAMPILAN METAL CUTTING PROCESS METODE PLASMA BAGI PEKERJA BENGKEL LAS DI MEUNASAH MESJID KECAMATAN BLANG MANGAT KOTA LHOKSEUMAWE ., Syukran; ., Ajannifar; ., Musbar; Irwansyah, Abdullah
Jurnal Vokasi Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.103 KB) | DOI: 10.30811/vokasi.v3i1.996

Abstract

Bengkel Kesayangan Tehnik dan Bengkel Adek Abang merupakan 2 unit usaha bengkel las yang berada di gampong Mesjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat Pemkot Lhokseumawe. Bengkel las Kesayangan Tehnik berdiri sejak tahun 1995, Sedangkan bengkel las Adek Abang berdiri sejak tahun 2012. Jarak kedua bengkel tersebut dengan kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe sekitar 3 km. Salah satu pekerjaan yang sering dilakukan oleh bengkel tersebut adalah pemotongan pelat mengikuti profil yang ditentukan untuk keperluan fabrikasi. Kondisi selama ini pomotongan selalu dilakukan menggunakan proses oxy-acyteline. Kelemahan proses ini adalah konsumsi oxygen dan acyteline yang besar sehingga tidak efektif dan kurang menguntungkan. Teknologi plasma cutting process merupakan solusi yang tepat mengatasi permasalahan tersebut. Plasma Cutting paling ekonomis dan mudah untuk memotong berbagai logam berat dan tebal dengan bentuk lebih akurat. Plasma Cutting dapat memotong lebih halus,lebih cepat dan efisien dari Oxy-Acetylene. Berdasarkan hal tersebut maka pelatihan ini dilakukan untuk sebagai wujud transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada para teknisi  bengkel las dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan hidup mereka. Pelatihan ini direncanakan dilaksanakan selama 6 hari kerja. Materi pelatihan meliputi teori plasma cutting process dan praktek. Output atau luaran pelatihan yang diharapkan teknisi bengkel las tersebut mendapatkan skill atau ketrampilan yang baik tentang plasma cutting process sehingga bermamfaat dalam pekerjaan fabrikasi mereka sehari-hari. Hasil evaluasi yang dilakukan, terlihat seluruh peserta sudah memahami secara benar semua materi evaluasi yang mencakup prinsip dasar plasma cutting serta keselamatan kerja plasma cutting. Melalui metode pelatihan ini yang meliputi 30% teori dan 70% praktek, peserta mampu memahami semua materi secara benar dan mampu melakukan praktek secara mandiri terhadap objek pelatihan secara benar dan tepat waktu. Jumlah peserta yang mengikuti program pelatihan ini berjumlah 8 orang di mana para peserta semua adalah pekerja pada kedua bengkel tersebut. Selama kegiatan pelatihan ini berlangsung, tingkat kehadiran dan keseriusan mereka sangat tinggi. Dari keseluruhan masa pelatihan, tingkat kehadiran dan kedisiplinan rata-rata mencapai 96%. Berdasarkan hasil evaluasi Teori dan Praktek, maka keseluruhan peserta dapat dikategorikan lulus dengan memperoleh nilai rata-rata 83,7. Nilai tersebut dapat dijadikan indikator kesuksesan pelatihan ini dalam mencapai sasaran pelatihan. Kata Kunci: Pemotongan logam, Plasma cutting, oxygen, acyteline