Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengelolaan Piutang Murabahah Pada Periode Sebelum Dan Saat Pandemi Covid-19 : Studi Kasus Bank XYZ Maman Suhendra; Inkana Janan Afra
Jurnalku Vol 1 No 3 (2021): September 2021
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.806 KB) | DOI: 10.54957/jurnalku.v1i3.32

Abstract

Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak pada beberapa sektor dalam perekonomian. Salah satu sektor perekonomian yang terdampak relatif dalam adalah sektor perbankan utamanya terkait dengan kemampuan nasabah/debitur dalam mengembalikan pinjaman kepada perbankan. Sehubungan dengan hal ini, otoritas terkait telah memberikan kebijakan untuk memitigasi dampak ini melalui pemberian restrukturisasi kredit. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengelolaan piutang murabahah sebelum pandemi, kebijakan restrukturisasi kredit saat pandemi dan pengaruh kebijakan restrukturisasi ketika pandemi tersebut pada pelaporan keuangan Bank XYZ. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara semi-struktur dan studi dokumen-dokumen terkait, didapati bahwa kebijakan restrukturisasi akibat Covid-19 ini berpengaruh terhadap penurunan rasio perputaran piutang dan ROA serta kenaikan umur rata-rata piutang dan rasio piutang non-performing.
Determinan Kepuasan Pengguna Instagram DJPPR Terhadap Informasi Savings Bond Ritel Maman Suhendra; Dini Privea Prabawati; Sri Putri Siregar
Jurnalku Vol 1 No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.703 KB) | DOI: 10.54957/jurnalku.v1i4.91

Abstract

Peran pembiayaan anggaran APBN yang berasal dari SBN berdenominasi rupiah dari waktu ke waktu menjadi semakin penting. Hal ini terutama untuk memastikan kesinambungan fiskal di masa yang akan datang. Salah satu sumber penerimaan pembiayaan bagi SBN adalah SBR sebagai instrumen investasi bagi investor individu. Dengan potensi besaran yang relatif potensial serta animo generasi muda yang semakin meningkat, maka perluasan basis investor pada instrumen ini menjadi semakin strategis. Penguatan kualitas dan kapasitas online platform seperti Instagram oleh karenanya menjadi sangat relevan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pengguna Instagram DJPPR dalam kerangka perluasan basis investor. Dengan menggunakan pendekatan partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) pada model yang diadaptasi dari DeLone & McLean IS Success Model, diketahui bahwa kepuasan pengguna Instagram DJPPR dipengaruhi oleh kualitas informasi & kualitas layanan, bukan oleh kualitas sistem.
Pendampingan Pemahaman Organisasi dan Penataan Keuangan Bumdes pada Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang Soffan Marsus; Maman Suhendra; Irwan Suliantoro
KUAT : Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan Vol 5 No 1 (2023): Edisi Maret
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/kuat.v5i1.1803

Abstract

Kampus Politeknik Keuangan Negara STAN mengadakan kerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk melaksanakan pendampingan kepada desa-desa. Penulis di antaranya mendapatkan Desa Wantilan, Kabupaten Subang, untuk menjadi desa dampingan. Pada paper ini, penulis fokus kepada masalah yang dapat diselesaikan dalam jangka pendek, yaitu pertama, bagaimanakah kekuatan badan hukum BUMDes sesungguhnya, karena dalam mengajukan pengembangan usaha BUMDes Wantilan mengalami hambatan. Masalah kedua bagaimana menyusun laporan keuangan dua unit usaha BUMDes yang telah ada saat ini dan bagaimana melakukan pembukuan hariannya. Sejalan dengan dua permasalahan di atas, maka tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah melaksanakan dua kegiatan, yaitu pertama memberikan sosialisasi tentang kekuatan posisi BUMDes sebagai badan usaha yang sah, paska diterbitkannya PP Nomor 11 Tahun 2021, dan kedua memberikan coaching dalam menyusun laporan keuangan dan melakukan pembukuan akivitas dua unit usaha BUMDes yang telah ada saat ini. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengabdian masyarakat telah berjalan dengan lancar. Target luaran yang ditetapkan relatif dapat terpenuhi dan aparat desa dan pengurus BUMDes sedikit banyak telah merasa terbantu.
Transformation of Village Entrepreneurship: Financial Literacy as a Driver of Economic Independence for Borrowers of BUMDesa Bersama in Serang Regency: Transformasi Kewirausahaan Desa: Literasi Keuangan sebagai Pendorong Kemandirian Ekonomi Bagi Debitur BUMDesa Bersama di Kabupaten Serang Taufik Raharjo; Maman Suhendra; Ambang Aries Yudanto; Tanda Setiya; Erny Arianty
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 5 No. 2 (2025): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v5i2.2034

Abstract

The aim of this community service (PKM) initiative is to facilitate the improvement of financial literacy among debtors of BUMDesma LKD across Serang Regency. The execution of this PKM activity was conducted in three phases: Planning, Implementation, and Evaluation to attain best outcomes. During the planning phase, the team formulated the PKM activity idea, which consists of three primary steps: assessing the financial management attributes of the borrowers, delivering financial management training to the debtors, and offering post-training mentorship. In the implementation phase, debtor characteristics were discerned through observations and interviews of 22 debtors from 18 BUMDesma LKD throughout 17 sub-districts in Serang Regency. The second stage entailed administering financial management instruction for the debtors utilizing a practical financial management methodology known as "GoDisKo." The concluding phase of the implementation emphasized post-training mentorship. The evaluation, as the last activity, demonstrated that the beginning phase substantially facilitated the following training phase, allowing for successful and efficient training execution. Nevertheless, the mentoring phase was suboptimal owing to the inherent preferences of the debtors, who exhibited a diminished propensity to engage with online media for mentoring purposes.