Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Sistem Pendukung Keputusan Metode MOORA dan ELECTRE dalam Penerima Beasiswa PPA Yunita Sari Siregar; Divi Handoko
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.028 KB) | DOI: 10.56211/blendsains.v1i2.135

Abstract

Fakultas Teknik dan Komputer menyediakan beberapa jenis beasiswa, salah satu diantaranya yaitu Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) adalah beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa yang berprestasi namun mengalami kesulitan membayar biaya pendidikan akibat krisis ekonomi. Metode MOORA adalah salah suatu metode pada sistem pendukung keputusan dimana proses perhitungannya terlebih dahulu menentukan kriteria baik benefit ataupun cost dan memberi nilai pada bobot kriteria. Proses selanjutnya adalah dengan membuat matrik normalisasi dan menghitung nilai optimasi setiap atribut. Hasil dari setiap optimasi, dilakukan perhitungan dengan mengurangi nilai maximum dan minimum yang diperoleh atribut. Hasil akhir perhitungan dilakukan perangkingan dari nilai yang terbesar sampai dengan yang terendah. Sedangkan metode ELECTRE adalah metode sistem pendukung keputusan dengan menentukan kriteria nilai bobot dan normalisasi bobot matriks. Selanjutnya dengan menentukan dan menghitung matrik concordance dan discordance setiap atribut. Kemudian tentukan eaggregate dominance matrixr atribut dan eliminasi alternative less favourable.Terdapat 5 variabel kriteria yang digunakan dalam seleksi penerima beasiswa PPA yaitu: nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), penghasilan orang tua, tanggungan orang tua, tingkatan semester dan daya listrik. Tujuan penelitian dengan membandingkan sistem pendukung keputusan MOORA dan ELECTRE adalah mengetahui dan menganalisis metode mana yang terbaik dalam pengambilan keputusan serta penelitian ini diharapkan dapat membantu akademik dalam pengambilan keputusan apakah seseorang dapat menerima beasiswa PPA atau tidak berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan.
Impact of Mobile Technology Use on Knowledge Management in the Education Sector Muhammad Eka; Yessi Fitri Annisah Lubis; Divi Handoko; Rismayanti Rismayanti; Supiyandi Supiyandi
Journal of Computer Science, Artificial Intelligence and Communications Vol 2 No 1 (2025): May 2025
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jocsaic.v2i1.21

Abstract

The integration of mobile technology into knowledge management (KM) practices has reshaped the landscape of information sharing and learning in the education sector. This study explores how mobile devices and applications contribute to the efficiency, accessibility, and effectiveness of KM processes among educators, students, and administrators. With the growing adoption of smartphones, tablets, and mobile learning platforms, educational institutions are experiencing a shift from traditional knowledge repositories to dynamic, real-time knowledge exchange environments. The research employs a mixed-method approach involving surveys and in-depth interviews with teachers, students, and IT staff across several secondary and higher education institutions. The findings reveal that mobile technology enhances knowledge acquisition and dissemination by enabling anytime-anywhere access to learning materials, collaborative tools, and institutional knowledge databases. However, challenges such as data security, digital literacy gaps, and resistance to change remain significant barriers to optimal utilization. Furthermore, the study highlights the role of institutional policies and support systems in facilitating effective mobile-based KM adoption. The results indicate that institutions with clear mobile technology strategies and investments in user training are more likely to achieve improved knowledge-sharing outcomes. This research provides practical insights into leveraging mobile technology to strengthen KM frameworks in education and emphasizes the need for continuous adaptation to technological advancements to sustain knowledge-based performance improvements.