Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

UPAYA KEPALA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN IDEAL DI SDN 1 CLURING BANYUWANGI Agus Wijaksono; Mushoffa Mushoffa
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 12: Oktober 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merosotnya mutu pendidikan disebabkan karena sistem pendidikan di Indonesia selama initerlihat lebih cenderung terpokus pada input pendidikan dan prosesnya (Jahya Umar 2005). Selain itu,realitas kemorosotan pendidikan sekolah sekarang juga disebabkan oleh mayoritas kepala sekolahyang masih belum memiliki kualitas dan kompetensi yang memadai dalam menjalankan perannyasebagai kepala sekolah serta pemahaman kepala sekolah yang rendah terhadap visi dan misi sekolahyang dipimpinnya atau bahkan kepala sekolah tidak tahu apa visi sekolah dan tidak memahami benarartivisi dan misi sekolah serta bagaimana mewujudkan visi itu.
MENINGKATKAN SDM DALAM INTERPRENEURSHIP PADA MASYARAKAT DI DESA TAPAN REJO MUNCAR BANYUWANGI Agus Wijaksono; Mushoffa Mushoffa
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 10: Oktober 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat bertujuan memberikan pemahaman kepada pemuda Desa Tapan Rejo tentang konsep dan teori terkait dengan wirausahawan professional, pelatihan keterampilan tentang cara membuat kerajinan tangan yang unik dan memiliki nilai jual. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah seluruh pemuda masyarakat Desa Tapan Rejo Muncar Banyuwangi Kecamatan Tapan Rejo Muncar Banyuwangi. Adapun metode pelaksanaan program pemberdayaan ini yaitu menggunakan Participatory Rural Appraisal (PRA). Pendekatan ini dimaksudkan agar masyarakat turut serta atau terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan. Langkah-langkah kegiatan yang dilakukan diantaranya (1) survey lokasi pelaksanaan semacam seminar dan pelatihan pembuatan kerajinan tangan untuk para pemuda masyarakat desa Tapan Rejo Muncar Banyuwangi; (2) merencanakan jadwal pelaksanaan seminar dan pelatihan kerajinan tangan. (3) menyediakan bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan seminar ataupun pelatihan kerajinan tangan; (4) pelaksanaan seminar dan pelatihan keterampilan kerajinan tangan; dan (5) evaluasi pelatihan keterampilan kerajinan tangan yang telah dibuat oleh pemuda desa Tapan Rejo. Hasil program pemberdayaan ini mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat Desa Bungadidi khususnya para pemudanya. Dengan adanya program ini, para pemuda merasa sangat diberdayakan melalui kegiatan yang sifatnya positif, membangun kemandirian, dan tentunya dapat memberikan tambahan pengetahuan sehingga dapat menciptakan peluang wirausaha yang kreatif dan mandiri. Potensi alam di suatu daerah bergantung pada kondisi geografis, iklim, dan bentang alam daerah tersebut. Kondisi alam yang berbeda tersebut menyebabkan perbedaan dan ciri khas potensi lokal setiap wilayah. Kesimpulan program ini, pemuda tidak selalu negatif, buktinya dengan adanya program pengembangan sumber daya manusia yang produktif, maka persepsi negatif yang disematkan kepada pemuda tersebut pun dapat diretas.
NILAI SOSIAL BUDAYA DALAM NOVEL SIRKUS POHON KARYA ANDREA HIRATA PERSPEKTIF SOSIOLOGI SASTRA Nelli Afkarina; Mushoffa Mushoffa
Jurnal Eduakasi dan Penelitian Tindakan Kelas Vol. 1 No. 1 (2022): Eduaksi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bakti Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas nilai sosial budaya dalam novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan kajian sosiologi sastra yang menjadikan novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata sebagai objek kajiannya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah keseluruhan isi dan teks novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata. Hasil kajian menunjukkan dari 31 nukilan yang terdapat dalam teks novel tersebut terdapat nilai moral sebanyak 10 diantara nilai yang terkandung adalah nilai sopan santun, budi pekerti. Nilai tanggung jawab sebanyak 6 diantaranya nilai kesadaran. Nilai kasih sayang terdapat 9 diantaranya adalah nilai kasih sayang orang tua terhadap anaknya. Nilai religius terdapat 6 diantara nilai yang terkandung adalah rajin beribadah dan mensyukuri pemberian Tuhan.
Manajemen Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Peserta Didik di SD Islam Puspa Bangsa Banyuwangi Agus Wijaksono; Mushoffa Mushoffa
Jurnal Pendidikan Indonesia (JOUPI) Vol. 1 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : PT. ALHAFI BERKAH INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62007/joupi.v1i2.70

Abstract

National education management in Indonesia as a whole still remains to be centralized, so that less encouraging democratization and decentralization of education. Basically, education management issues concerning the efficiency in the utilization of existing resources National education management is a neat strategy to overcome the negative effects of globalization. Hence strengthening it will steer globalization in a positive direction for the development of the nation. Centralized management system of education that has been proven to not bring significant progress to improve the quality of education in general. Even in certain cases, the centralized management of education had led to limit creativity in various types and levels of education.
Etnobotani Tanaman Obat Demam dan Batuk di Provinsi Jawa Timur Rima Suwistika; Mushoffa Mushoffa
Algoritma : Jurnal Matematika, Ilmu pengetahuan Alam, Kebumian dan Angkasa Vol. 3 No. 4 (2025): Algoritma : Jurnal Matematika, Ilmu pengetahuan Alam, Kebumian dan Angkasa
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/algoritma.v3i4.644

Abstract

Fever and cough are diseases that often attack humans. Fever and cough are early signs of infection of a disease that attacks the body. This qualitative study was initiated to identify the types of plants, organs used, and local wisdom inherent in the traditional medicine practices of the people of East Java Province in dealing with fever and cough. Data collection was carried out through literature survey methods and journal reviews. Data sourced from articles in the Google Scholar, Google, and ResearchGate databases were then analyzed using a qualitative descriptive approach.The results of the study showed that there were 9 species of plants used for fever and cough medicine, including turmeric (Curcuma domestica), lime (Citrus X aurantiifolia), fennel (Foeniculum vulgare), starfruit (Averrhoa bilimbi L), kencur (Kaempferia galanga), mengkudu (Morinda citrifolia), katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr), tapakliman (Elephantopus scaber), lemongrass (Adropogon nardus). The plant has certain content that can cure fever and cough. Fruit, leaves, rhizomes, and roots are parts of the plant organs that are often used by the community.
PENGEMBANGAN MODUL MIKROBIOLOGI BERBASIS INKUIRI TERBIMBING BERDASARKANHASIL PENELITIAN BAKTERI ENDOFIT DARI TUMBUHAN Mushoffa Mushoffa; Andi Wapa; Agus Wijaksono
JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Vol. 1 No. 1 (2022): April : Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.713 KB) | DOI: 10.55606/jurrimipa.v1i1.293

Abstract

This research and development aims to develop a valid and effective Microbiology module based guide inquiry on research on Isolation and Identification of Endophytic Bacteria from Ciplukan. The microbiology module was developed in reference to the ADDIE research and development model. The module drafting phase includes:1) the analyzing step through interviews with lecturers and the questionnaire of needs analysis by student respondents; 2) The step of designing learning modules to improve cognitive knowledge and process skills; 3) The step of developing by using module validation; 4) The step of applying which consists of module implementation in learning; 5) The evaluation step which consists of evaluating the validity of modules, cognitive learning outcomes and student science process skills. The results of the study show that the microbiology module developed accordance with the standards of validity, feasibility and practicality.